Rumah Makan Padang yang Bersegmentasi?

Sewaktu kemaren saya dikasih diklat sama kantor, ada satu materi tentang Perencanaan Tata-ruang yang diajarin sama dosen geografi gitu. Jadi kata dosennya, dalam penetapan tata-ruang sebuah tempat atau lokasi itu harus diperhatikan kondisi tata-ruang sekitarnya. Misalnya, mau buat sebuah usaha restoran perhatikan apakah disekitar lokasi ada restoran yang serupa dan punya pelanggan yang banyak, maka jangan buka restoran yang sama atau sekalian memang berani mengambil resiko dengan percaya diri bahwa menu kita bakal bisa mengalahkan menu restoran serupa yang telah ada. Makanya, kata dosennya, jarang kita menemukan satu restoran yang sama menunya di tempat yang berdekatan tapi dua-duanya rame.
[![](https://i2.wp.com/bandung.panduanwisata.com/files/2012/02/rumah-makan-padang-paledang4.jpg?resize=320%2C240)](https://i2.wp.com/bandung.panduanwisata.com/files/2012/02/rumah-makan-padang-paledang4.jpg)
*foto dipinjem dari [sini](http://bandung.panduanwisata.com/rumah-makan-padang-lembah-anai-di-paledang/)*
 
Nah, saya tertarik dengan pernyataan dosen berikutnya “Tapi kasus yang berbeda dengan Rumah Makan Padang, kita bisa menemukan satu ruas jalan dengan Rumah Makan Padang yang banyak dengan jarak yang relatif tidak jauh, dan anehnya semua rame pengunjung. Itu sesuatu yang sering saya perhatikan, saya juga agak bingung itu gimana”. Saya pikir benar juga. Misalnya di jalan Matraman, saya temukan banyak sekali Rumah Makan Padang, dibilang ada yang tidak laku ya enggak juga.
Saya ngeliatnya sih karena Rumah Makan Padang itu punya segmentasi yang banyak. Ya gak? Nasi Padang yang harganya bervariasi atau dengan lauk bervariasi atau dengan kecendrungan komposisi bumbu yang bervariasi. gitu aja sih…
Jadi, Rumah makan Padang yang mana favoritmu?
Selamat makan siang! O/