Toleransi terhadap Asap Rokok

Betapa tinggikah toleransi anda terhadap perokok? Ini terinspirasi dari twitnya uda [+Melvi Yendra](http://plus.google.com/108708391679870773128) “[**@melviyendra**](https://twitter.com/melviyendra)**: Soal rokok, sebagian kita bisa tegas pada orang lain, tapi sering kendor di hadapan orang-orang dekat. Am I right?**“. Ketika saya merespon dengan kalimat “banget” sekonyong-konyong saya berpikir bahwa ternyata saya tidak terlalu keras dengan perokok.
[![](https://i1.wp.com/1.bp.blogspot.com/-5pjkmy_atps/UFcqBCjuTvI/AAAAAAAAGMI/FYj25Brkf3A/%25255BUNSET%25255D.jpg?resize=320%2C201)](https://i1.wp.com/1.bp.blogspot.com/-5pjkmy_atps/UFcqBCjuTvI/AAAAAAAAGMI/FYj25Brkf3A/%25255BUNSET%25255D.jpg)
foto dipinjam dari [sini](https://www.google.com/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&docid=FbjyFNN544DWVM&tbnid=--COFDZ7ATNDvM:&ved=0CAQQjB0&url=http%3A%2F%2Fwww.rinagu.com%2F2012%2F09%2Fperokok-pasif-beresiko-kehilangan.html&ei=l6V_UZXpCI_NrQfG_oGIDg&psig=AFQjCNH1Ttujrmf78gkoWn5qQ5WjNjm57w&ust=1367406310083702)
Iya. keluarga saya bukan keluarga perokok. Bahwa para anggota keluarga cowok yang pernah mencoba merokok harus sembunyi-sembunyi karna tradisi keluarga yang tidak merokok. Tapi lingkungan kuliah, yang ketika baru masuk kampus pertama kali aja udah ngadepin senior-senior merokok sambil ngospek, dan dalam perjalanan sampai lulus bersama teman-teman perokok kebanyakan membuat saya “ternyata” punya toleransi yang tinggi terhadap perokok.
 
Bahkan dulu kuliah sambil buat tugas dalam satu ruangan ngerokok semua, kadang merasa gak ngeh aja, mungkin karena menjadi kebiasaan. Ada gitu istilahnya kalau lagi rapat atau bikin tugas bersama kita sering menamakan pertemuannya dengan istilah “Rapat PKI” karna situasinya kayak di film G30SPI waktu rapat Aidit dan petinggi PKI lainnya itu, yg ngerokok semua itu loh (padahal sebenarnya dari buku yg saya baca, Aidit itu gak perokok, #njuk?). Jadi kesimpulannya, saya ini ternyata selama ini gak masalah jadi Perokok Pasif. *toyor jidat sendiri*
 
Untungnya sekarang, orang semakin sadar dengan bahaya rokok, sehingga semakin jarang liat orang merokok di sembarang tempat. Walaupun kadang ketika di situasi bersama-sama perokok, saya tetap tidak sadar dalam kondisi perokok pasif dan suka “lupa” buat ngomel-ngomel. Eh, boleh gak sih ngomel? 😀
 
Jadi, seberapakah toleransi anda terhadap asap rokok?