Puasa Kita?

Ini sudah bulan Juli dan Alhamduillah ketemu bulan Ramadhan di bulan ini dan Alhamdulillah masih diberi kesempatan ketemu bulan ini lagi. Cepat juga ya datangnya, padahal berasa baru kemaren-kemaren pulang mudik lebaran.
Setiap mau Ramadhan saya selalu deg-degan, deg-degan apakah saya bisa melewatinya dengan ibadah yang berbeda dengan bulan-bulan yang lainnya. Apakah saya bisa nambahin dengan kegiatan yang malas saya lakukan di bulan lain, terutamanya mengaji, apakah bulan ini akan full tarawihnya yang walaupun gak bisa full juga kalau lagi dapet, apakah bisa sahur dulu setiap hari, apakah bisa melewatinya dengan takzim #halah. Untuk ramadhan, banyak yang perlu kita persiapkan, ya kan?
Diantaranya nahan nafsu pikiran. Belum apa-apa bangsa Indonesia udah dihadapi dengan pertentangan ahli tentang tanggal berapakah puasa, apakah tanggal 9 Juli sebagaimana orang yang mengikuti hisab atau tanggal 10 Juli yang berpedoman pada melihat ruqyat. Biasanya ini dianalogikan kepada pertentangan Muhammadiyah vs Pemerintah, padahal kalau saya tetap melihatnya sebagai perbedaan pada pedoman percaya kepada hisab vs melihat hilal saja. Tapi ya apa-apa kan musti ada yang di kambinghitamkan sih, walaupun kenyataannya sebagian orang sudah ada yang bersama warga Muhammadiyah berpuasa tanggal 9 Juli dengan berpedoman pada hisab. Tak bisa dipungkiri tetap saja ada yang mempermasalahkannya, padahal kan katanya perbedaan adalah rahmat..gimana sih? Santai wae lah :p
Puasa dulu, zaman dulu, gak sama seperti sekarang. Dulu pergi sekolah, nahan lapar dan haus, pulang, ngabuburit sambil bantuin nyokap masak, kelar deh. Zaman sekarang, puasa sambil buka internet, baca-baca tentang isu yang ada, liat nyinyiran orang di timeline atau di media tentang isu sara yang gampang sekali bikin orang terpancing buat adu komen dari yang penting sampai gak penting ditambah barangkali betapa sangarnya nyinyiran orang lagi lapar, lengkap deh :p Yah memang gitu sekarang ngabuburitnya, banyak sekali godaan. Mau gimana lagi, begitulah dinamika hidup sekarang, yang penting harus tetap pinter di hati dan pikiran, ya gak? 😉
Tapi buat saya pribadi, ramadhan kali ini lebih terasa damai. Karena…entahlah..pokoknya gitu. #geje
Selamat puasa ya teman-teman /