Terimakasih Garuda Muda

Dan terjadilah kemaren yang namanya Final Seagames pertandingan Sepakbola U-23. Tentu saja saya tidak akan melewatkan kesempatan menonton pertandingan ini. Dan untuk mendapatkan euforia-nya, saya mencari tempat nonton bareng di kafe-kafe yang ada di Jakarta. Akhirnya didapatkanlah tempat yang lumayan cozy di Epicentrum Mall.

 
Saya ini penyuka Sepakbola, Iya!. Tapi sayangnya memang saya ini sukanya Liga Italia, selain Liga Premier yang saya tonton sekali-sekali kalau gak ngantuk #halah. Ini menyebabkan saya gak terlalu menyimak perkembangan Sepakbola di Tanah Air.. (Iya,keplak saja. boleh :p). Penyebabnya adalah, saya ndak suka gonjang-ganjing yang terjadi menyertai berlajunya Sepakbola di Indonesia. 
Walaupun kalo Timnas yang main, saya berusaha untuk tidak melewatkannya. Iya, cuma kalau “Timnas main”…
 
Namun untuk perkembangan Tim U-23, saya mendapatkannya di event Seagames ini. Melihat permainan mereka yang cukup menjanjikan membuat kita sedikit sumringah. Membuat sedikit punya harapan sama Sepakbola Indonesia. Mengalahkan Kamboja, Singapur dan Thailand dengan jumlah gol yang signifikan, oh my god, it’s my team.. 🙂
 
Jadi ketika Final terjadi pun, kita menonton pertandingan dengan sangat bersemangat. Tidak sudi meninggalkan tempat duduk selama pertandingan berlangsung dong. Lawan kita siapa? Malaysia bung. Sebagai lawan tanding yang tangguh, dan apalagi Malaysia yang selalu membuat apapun laga yang terjadi terhadap Negara tersebut selalu terkesan panas. padahal harusnya sih biasa saja ya 🙂
 
Bagaimana Jalan pertandingan? Saya tak ingin ceritakan detailnya, karena hampir seluruh rakyat indonesia menontonnya 🙂
Tapi sejauh yang saya tonton, sangat menghibur. Kesempatan-kesempatan emas yang terjadi sempat memberikan harapan. Ya namanya harapan sih ya.. kan gak harus terwujud.. hehehe.
Dengan beberapa kali kesempatan emas. dengan 3 anulir gol, 2 buat Indonesia 1 buat Malaysia yang disebabkan oleh apalagi kalo bukan offside :p. Dengan tekel-tekel dan diving-diving yang tak kunjung berbuah kartu merah #eh. Dengan gaya elegan sang Wasit dari Jepang ini selama memimpin pertandingan, walaupun beberapa keputusannya kontroversi tapi tidak terlalu membuat penonton terlalu meradang. 
 
Sesudah 2×45 menit plus 2×15.. gol yang terjadi adalah 1 – 1. Mengerikan bukan? Adu pinalti mana sih yang tidak mengerikan. 
Yah akhirnya terjadilah Adu pinalti itu yang menghasilkan… jeng jeng jengg… 4-3 untuk Malaysia. Selamat..selamat..selamat.. selamat untuk kalian wahai Tim Malaysia, kalian beruntung kali ini. 
 
Tapi terimakasih, untuk membuat kami bisa melihat betapa hebatnya Tim kami, betapa tangguh dan gesitnya mereka. Betapa sportif dan menjanjikannya.
Terimakasih buat pelatih tim U-23 Rahmad Darmawan, yang membuat kita punya Tim yang membanggakan, ini beneran loh, bukan lip service semata #halah (gak ada yang nanya juga cit..). 
Akuh Padamu lah yaa, coach… 🙂
 
Standing Applause buat kalian semua wahai Timnas U-23.. *peluk satu-satu*

One comment

  1. Jujur sejak mengikuti U-23 seleksi di Batu, ujicoba di Surabaya ada secercah harapan di timnas ini. Namun jelang SEA Games bergulir, aku tiba2 gak yakin mereka bakal nyumbangin emas Cit.. suwer udah kuprediksi juga dalam blogku 😛

    kita tunggu aksi mereka di Piala AFF U-23!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *