Lima Minggu Belajar dan Berteman

Saya happy banget kalau udah musti tugas ninggalin kantor, apalagi urusan belajar lagi, diklat atau kursus atau gitu-gitu deh. :))) Dan apalagi lagi kalau diklatnya lamaaaaaa dan di Bandung dan dapat uang saku. Happynya jadi dobel-dobel. Walaupun bakal ketemu orang baru yang gak tau bakal klop atau enggak. Selalu deg-degan dengan urusan bakal sekamar dengan siapa, walaupun akhirnya bisa sekamar sendiri..YES!

Awalnya pada jaim dan bersikap profesional, semakin kesininya udah berbaur, menyenangkan. Jadi tau gaya dan kebiasaan masing-masing orang. Ya tau sewajarnya lah, wong cuma sebulan. Tau kalau bapak yang itu orangnya bodor, ibu yang itu cool banget, bapak yang ono lucu pisan. kalau masalah pinter, semua pinter-pinter dan enak buat sharing pengetahuan.

IMG_20160527_151746

Menyenangkan berbagi ilmu dengan orang yang berbeda pengalaman, berbeda lingkup pekerjaan dan punya cerita sendiri-sendiri di instansinya. Saya jadi tau permasalah perencanaan di tempat lain. Apalagi perencanaan daerah. Secara kurikulumnya lebih memihak ke perencanaan daerah, kita yang biasa ngurusin instansi pusat jadi berasa gak tau apa-apa XD Terkadang dengar curhat colongan sesama teman kelas, maklum lah ya beda orang, beda kantor, beda permasalahan. Dan disinilah istilah “rumput tetangga memang terlihat lebih bagus” itu benar adanya, karena ada aja yang curhat tentang “budaya” kantornya, hahahaha.

IMG_20160526_115133

Yang paling memberi warna dari pelatihan seperti ini buat saya adalah ketika kerja tim. Selalu aja ada sesuatu yang menarik. Apalagi kalau bukan masalah menyatukan ide. Pernah beberapa kali menghadapi hal seperti ini, jadi saya udah gak kaget lagi. Tapi tetap aja kadang bikin senewen, walaupun selalu berakhir dengan indah.

Akhirnya 5 minggu yang menyenangkan itu berakhir juga menyisakan ilmu, pengalaman dan teman yang menyenangkan. Ditambah 3 kali sehari makan gratis plus bergelas-gelas kopi dan snack Bandung yang itu-itu aja :)) Dengan melihat teman-teman terutama dari perencanaan daerah, mengajarkan saya bahwa memang pengalaman bertahun-tahun selalu lebih unggul.

Selalu ingin agar suatu saat bisa belajar bersama mereka lagi. Semoga…

Merakit Pax Ikea

Ikea punya furniture dengan nama “Pax”, yaitu lemari yang bisa dicustom ukuran dan bentuk dalamnya. Pernah liat iklan “Billy”nya Ikea? nah semacam itu, tapi ini buat wardrobe. Saya suka dengan konsep Ikea dengan lemari custom yang bisa ditambah-belakangan ini. Pernah naksir juga dengan konsep Algotnya, tapi ujung-ujungnya balik ke Pax ini. Sama-sama menarik sih, tapi ya emang harus pilih salah satu kan? Pax ini terdiri dari rangka lebar 100cm, 75cm dan 50 cm. Jadi kalau misalnya duitnya pas-pasan, ya beli seperlunya aja dulu. Ntar kalau kapan-kapan ada duit lagi bisa ditambahin item yang dimau. Contohnya sekarang, karena saya baru butuh tempat buat kain doang. maka saya konsep lemari ini jadi wardrobe terbuka. Pintunya? kapan-kapan aja kalau udah pengen.  Terus pas beli, ternyata ada sekat yang belum tersedia di toko, yaudah pending dulu bagian yang itu. Kapan-kapan bisa ditambahin sendiri.

pax

gambar ngambil dari website Ikea

 

Akhirnya kebawa juga nih barang sesudah pakai pertimbangan yang cukup panjang x lebar. Walaupun musti sewa mobil box buat ngangkut karena mobil biasa gak bakal bisa bawa. Tinggi lemari ini 2,3m. Kebayang kan panjangnya kalau diangkut. Btw, saya dapat rekomendasi layanan mobil box online Deliveree dari mas-mas penjual sana. Relatif lebih murah dari layanan mobil box online yang pernah saya pakai, ataupun dari layanan antar Ikea sendiri :p Dan buat pemakai pertama dapat diskon 50%, mayan laaaah.

IMG_20160703_063311

Tips memasang Pax :

  1. Memasang minimal dilakukan oleh 2 orang dan anak-anak disarankan buat gak ikut serta. Riweuh euy, tidurin aja dulu :p Sebaiknya punya obeng dan palu lebih dari satu, jadi bisa barengan kerjanya.
  2. Area memasang harus dialas terlebih dahulu agar permukaan papan tidak tergores yang akan merusak kecantikannya.
  3. Ikuti manual book dengan runut, jangan inisiatif ngarang sendiri. Pokoknya musti patuhlah ya. Bisa-bisa bongkar ulang kalau salah dan itu akan bikin capek bingits.
  4. Letakkan komponen dengan rapi, jangan sampai ilang. kalau ilang satu mah udah susah masangnya.
  5. Memasang baut dan mur dengan sabar. Usahakan tegak lurus sehingga lobang yang udah disediakan benar-benar pas. Dan karena Pax dibuat pakai partikel board, musti hati-hati aja masangnya karena bisa aja bubuknya ikut kebawa.
  6. Sebaiknya dipasang pada posisi rebah sampai semua selesai. Pengalaman kemaren saya memasang bagian belakang lemari sesudah rangkanya diberdirikan, ternyata lebih melelahkan karena musti pakai bangku dan tentu saja memukul ke area tinggi itu bikin ketek pegel.
  7. Pakukanlah lemari ke dinding, ini perlu mengingat lemari ini cukup tinggi jadi ada kemungkinan bisa rebah ke depan.
  8. Yang paling sulit adalah memasang rangka utama sampai memakukan ke dinding. Bagian memasang rak sudah lumayan santai, udah boleh diganggu anak-anak deh.
  9. Sabar.

IMG_20160703_071536

Tadaaaaa….beginilah hasilnya. Ahelah fotonya gelap :)) Lumayan lah ya, daripada kain berantakan gak jelas. Ke depannya bakal nambahin pintu dimana satu daun pintunya akan pakai cermin gede gitu. Pasti keren ya. Tapi yaaaa kalau duitnya udah nyisa-nyisa banyak. Bagi duit dooong.

IMG_20160703_093521

 

Kata suami, saya udah Ikea-minded, ngoahahaha. Ih biarin aja lah ya….

Demikian pengalaman masang lemari. Selamat weekend ya manteman! Muaaaach

NB :kita bisa design sendiri lemarinya sebelum beli loh. ada aplikasinya di website ataupun dibantuin sama pramuniaganya di toko.

Kelinci Pengobat Pegel

Liburan lebaran kemaren saya menghabiskan waktu cuma di Jakarta dan Bandung dikarenakan keluarga besar juga gak pada mudik. Konsekwensi lebaran di rantau adalah kewajiban mengunjungi kerabat jadi berkurang sehingga waktu bisa dialihkan dengan mengunjungi tempat wisata. Karena males jalan di Jakarta yang mana tempat wisatanya pasti penuh, kita akhirnya memilih jalan-jalan di Bandung yang pasti tetap penuh juga, muehehehe. Karena sang nenek belum pernah ke Ciwidey melihat Kawah Putih akhirnya kita memilih ke situ aja. Yah, saya kan bisa foto-foto ala model dengan latar belakang danau belerang yang keren itu.

Dengan hasil kerja keras mencari mobil rental yang pada penuh, akhirnya dapat juga mobil di saat-saat terakhir. Tentu saja dengan harga mahal spesial mengingat demand lagi tinggi. Yah gimana lagi ya…kesenangan harus tetap berjalan. jadi kita berangkat 2 mobil dengan include bocah-bocah pecicilan

Sebenarnya ketika memantau map di awal perjalanan, situasi trafic lumayan menjanjikan. Walaupun padat tapi tetap jalan. Tapi ketika mendekati waktu sore, jalan semakin padat mengkeong. Juga karena kepotong makan siang yang menghabiskan waktu 2 jam karena tempat makannya lumayan seru, akibatnya perjalanan semakin geser ke sore. Oiya, kita makan di Sindang Reret. Kenapa tempatnya oke? karena kids friendly dan harga relatif murah. kapan-kapan saya bikin reviewnya ya.

Dengan sedikit optimis kita tetap jalan ke atas, tapi gelap sudah mulai membayang sedangkan parkiran kawah putih masih 13 km lagi. Apa yang mau dilihat di kawah putih ketika malam? entahlah… Tiba-tiba kami melihat ada yang namanya Taman Kelinci di sebelah kiri jalan. Semua menjadi goyah, antara pengen belok atau terus jalan. Akhirnya dengan kesepakatan semua kita memutuskan belok aja. Baik buat anak-anak dan pantat penumpang yang udah panas.

IMG_20160709_165856

Semua senang, terutama Hisham yang sangat menggemari binatang seperti ini. Dia sibuk ngasih makan dan ngejar kelinci tanpa takut. Padahal bisa aja kepegang tahi kelinci. Saya mah udah pasrah aja, anaknya udah kegirangan susah dilarang. Pas mau balik karena udah malam aja pakai drama dulu, karena nangis kejer gak mau ninggalin kelincinya. Btw, kelincinya juga dijual loh, harganya sekitar 75 ribu.

Buat orang dewasa yang pengen nongkrong di sini juga tesedia kafe dengan pilihan minuman dan makanan fancy seperti kopi, milo dingin, sosis bakar, dll sambil liat macet dan dadah-dadah ke mobil yang lagi meraung-raung karena masih antri mendaki :)) Buat saya kafenya kurang menarik, buat yang lagi pacaran bolehlah… 
IMG_20160709_170907


Total kerusakan masuk ke area rumah kelinci  : Rp 15.000 (termasuk wortel). Anak bayi di bawah 2 tahun gak bayar.

Demikian perjalanan ke Kawah-putih-gak-jadi-nya. Cukup terobati dengan makan di Sindang Reret dan main di Taman Kelinci. Jika stuck menjelang Kawah Putih dan pengen puter balik mending mampir dulu ke sini biar gak miris-miris banget. Apalagi kalau bawa balita. Mereka bakal happy.

Selamat Idul Fitri ya manteman. Maaf lahir dan batin….

Cetaphil dan Wajah Lembab

Baru kali ini saya nyobain cleanser yang namanya Cetaphil, iya saya kuper. Cetaphil ini cleanser yang aneh sih menurut saya, hahaha. Unik tepatnya. Biasanya pembersih wajah di sini kalau ya gak sabun muka yang busanya-kalau-gak-banyak-ndak-nendang atau ya susu pembersih yang langsung dioles di wajah dan diusap pakai kapas abis itu pakai toner biar segar. Kalau produk yang satu ini, kita bisa mengaplikasikan dengan dua cara itu sesuka-suka kita.

IMG_20160629_062219

Sebagai ibu yang mobile dan mesti bawa bayi ke kantor dengan naik-turun angkutan umum, saya memang udah biasa berpanas-panas dengan kulit berminyak karena keringatan plus debu jalanan yang nempel ke wajah. Haduh kok kesannya parah banget ya :p Saking biasanya dengan kondisi begini, saya udah pasrah aja muka kondisinya kayak gimana. Gak sempat juga musti perawatan cyiiin. Tapi ketika saya ditawarkan produk ini dan mencobanya, beberapa hal sepertinya teratasi. Membersihkan kulit dari minyak berlebih tanpa membuat kering itu seperti meringkaskan banyak hal. Bahkan saya memakai ke bagian badan yang lain selain wajah. Biar enak dielus-elus.

IMG_20160630_074316

Cairan pembersihnya seperti gel tapi tidak lengket, gak ada wangi-yang-gak-penting dan gak berbusa. Gak berbusa ini perlu dicatet karena berarti gak mengandung deterjen yang katanya bikin kulit kering. Ketika diusapkan ke kulit memang berasa lembut. Kayaknya gak ada tuh bakal bikin iritasi karena katanya ini memang cocok untuk semua jenis kulit bahkan ideal untuk kulit sensitif. Beruntungnya kulit saya gak sensitif, isi dompet yang kadang-kadang gitu. Lah.

Kalau cara pemakaiannya, liat foto ini aja ya biar jelas :

IMG_20160630_082152

Kenapa sih saya gak tau produk ini selama ini karena ternyata gak dijual di semua tempat. Dimana sih bisa belinya? coba liat di sini –>  where-to-buy

Ternyata kita juga bisa gabung di milistnya Cetphil buat tahu tentang kesehatan kulit dan produknya dia. Bisa diskusi dan tanya-tanya segala macam dini. Trus biar bisa dapat hadiah-hadiah yang sering dibagikan di sana. Asik juga nih. Ada gak ya hadiah buat menangin produk ini seumur hidup ya, lumaya juga gak perlu beli. mureeeeeee. Mau gabung klik ini aja coba –> langganan

Mampir gih ke toko-toko yang jual, siapa tau pengalaman kita sama. Ntar saya bikin review produk ini ketika udah habis sebotol deh, siapa tau bisa jadi seunyu Raisa (woy mimpi wooooy). Yah, dapat wajah bersih, lembab dan segar aja udah puas ding. Puas bingits.

Sekian dulu reviewnya. Oiya, selamat liburan manteman. Selamat Berkeringat!

 

Maret : Buku tentang Perempuan-perempuan yang ditulis oleh Perempuan

Saya sudah lama tidak mengkonsumsi buku dengan genre thriller (The Casual Vacancy gak saya kategorikan thriller karena terlalu ringan) akhirnya saya membaca The Girl on The Train yang dibaca tanpa ada espektasi. Kebetulan saya tau ini buku laris, yaudah coba aja. Eh pas pertengahan baca buku taunya ada tantangan dari goodreads indonesia yang ini, trus yaudah ikut aja, pas banget Paula Hawking itu Perempuan.

CdUkpv4VAAAyss9

 

Yang saya cermati bahwa buku ini tidak membuat hasrat untuk cepat pindah ke buku yang lain. Itu aja udah bisa dijadikan pegangan bahwa buku ini harus dipertahankan. #lohkokbaperan

Saya sebenarnya tidak terlalu bisa meresensi buku. Tapi gini, bayangkan saja kita membaca sebuah cerita dengan 3 tokoh utama di dalamnya. Mereka bercerita dengan persepsinya masing-masing, walaupun tetap ada yang dominan yaitu si perempuan yang sering berada dalam kereta. Jangan lupa memperhatikan tanggal ketika sang pencerita mulai berkisah di tiap adegan. Tanggal ini tidak akan runut dari halaman depan ke belakang, tapi ngikut ke siapa yang menceritakan. Tapi jangan khawatir, gak seribet yang dibayangkan kok, karena gak terlalu bolak-balik timelinenya.

st_20150104_jan04book_949438e1

Salah satu yang saya suka dari buku ini adalah sisi psikologis dan watak para pemainnya, pemabuk. peselingkuh dan selfish. Bagaimana mereka menilai orang lain dan menilai dirinya sendiri, seperti sebagian orang yang juga sering menilai prilaku orang lain, bukan?

Buat yang gak penyabar mungkin gak terlalu betah karena jarang mendapatkan kejutan-kejutan di buku ini, tapi karena saya menyukai detail cerita, saya menikmati setiap pikiran dan adegan di buku ini. Bahkan saya kadang suka membailk lagi ke halaman sebelumnya biar dapat momennya. Tapi kesabaran akan berbuah manis karena kita akan disuguhi twist-twist yang membuat penasaran.

Saya menyukai ironi dan paradoks dalam ceritanya. Tapi kalau buku ini sudah bisa disandingkan sama Gone Girl? kayaknya belum.

Yaudah, baca aja ya….

Ketika Tiga Orang Berbaju Garis-garis Piknik ke Kebun Raya

entah judul apa itu………

Hore Piknik! Mari kita denger lagu ini dulu, kalau sempat :

 

Kalau ke Bogor haruslah ke Kebun Raya Bogor, Iya. Itu kalau kamu gak punya planing kemana-mana sih.

Lah ngapain ke Bogor gak punya planing? Selo…

Inilah 3 orang selo gak tau mau ngapain di Bogor, piknik ke Kebun Raya aja. Dengan berjalan kaki dari hotel tempat kita nginap yang memang berada di sebelah Kebun Raya. Kita masuk di pintu 3, pintu akses terdekat. Emaknya ngotot pakai baju seragam dikarenakan alay udah beli baju itu dari kapan tau tapi belum sempat dipakai juga, sedangkan bapaknya manut-manut aja, apalagi anaknya.

Beberapa tahun lalu saya pernah ke Kebun Raya Bogor tapi bareng rombongan yang udah punya agenda acara, jadi saya gak sempat mengeksplore sendiri. Bisa dikata ini kali pertama saya berkelana ke Kebun Raya deh.

Dengan membayar sebesar Rp 15.000 per orang (dan merupakan harga terusan, jadi kalau masuk arena apa saja di dalam udah gak bayar)  yang kami bayar cuma 2 karna bayi gak dihitung, kita pun masuk dengan kegiatan pertama membeli es krim dung-dung #penting. Karena ceritanya bertualang, tentu kami perlu melihat peta kawasan dulu, Ahaa ada museum zoologi. Baiklah, kesana aja secara anak bocah suka liat binantang.

Ini dia yang pertama kali kita temukan di museum ini, rangka ikan Paus. Gede Amiiiiiiiirrrr…..

20160327_104421

Masuk ke dalam akhirnya ketemu binatang-binatang yang diawetkan. Pertama kali ditemui adalah diorama burung. Karena Hisham suka burung, dia cukup antusias dengan tempat ini, Alhamdulillah emaknya juga ikut senang. Jenis burungnya cukup banyak, tapi saya malah kurang tertarik mengamatinya, maklum sambil gendong jadi rada gak fokus.

20160327_105023

20160327_105522

20160327_105651

Selain koleksi burung juga ada kupu-kupu, serangga, binatang melata dan mamalia. Hal-hal yang saya perhatikan di sini

  • Museum memakai bangunan tua jaman dulu. Kalau dilihat sekilas seperti bangunan rumah bangsawan Hindia Belanda. :p
  • Pintu masuk yang kurang menarik. Kalau baru datang pertama kali saya pikir pintu masuk adalah dari area kerangka ikan paus, ternyata malah di sebelahnya.
  • Penerangan tidak memadai. Kenapa museum di Indonesia gak ada yang terang dan berseri-seri sih (_ _”)
  • Tapi gedungnya bersih dan resik.
  • Box displaynya harusnya bisa dibikin lebih terang, jadi keren gitu pasti efek pencahayaannya. Kalaupun memang ruangan dibikin gelap, kayaknya efek ini akan membantu.
  • Rada pengap, perlu diatur sirkulasi udara yang lebih oke. Pasang AC gak bisa ya? :p
  • Pada diorama burung, burungnya jadi kurang kelihatan karena burungnya banyak yang sewarna dengan tempat bertenggernya. Bisa disiasati pakai trik apa gitu?
  • Familynya kurang banyak walaupun spesiesnya cukup banyak.
  • Kalau ada suara hewan pendukung gitu pasti akan lebih menarik minat anak-anak untuk mengamatinya.
  • Gak terlalu rame jadi nyaman berjalan-jalan.

Sudahlah segitu dulu ke museum zoologinya, nanti kalau Hisham udah bisa jalan mungkin ke sana lagi sambil lari-lari.

Akhirnya kami lanjutkan perjalanan di kebun raya, sekalian mencari pintu keluar XD Yaelah udah mau keluar aja?

Kebun raya ini memanglah sangat luas, untung saya membawa stroller. Tapi toh stroller juga tak mampu mengatasi panas yang lumayan terik. Kita jadi agak gosong. Untungnya banyak pepohonan yang hijau dan rindang, paling gak pandangan mata lebih adem.

851333290_142385Saking luasnya, mengitari sebagian kecil kebun raya udah capek aja. Tapi kita sempat beristirahat dulu di area danau, menikmati suara air dan pemandangannya. Tempat ini cendrung rame karena biasanya di sini para pelancong menggelar tikar dan menikmati bekal makanan. Tempat yang enak buat main sama anak-anak karena berumput dan rindang. Juga tersedia bangku-bangku beton di sekeliling danau. Di sini juga ada penjual makanan siapa tau kamu gak sempat bawa bekal.

851331638_142869

20160327_112519

Danau bertempatan dengan pintu utama, jadi kami memilih menyudahi acara sesudah dari area ini. Kita keluar di pintu ini, dan memutuskan naik delman istimewa-karena-mahal dan tidak duduk di muka karena abang kusirnya ada dua dan dua-duanya duduk di muka.

851302813_21961

Dan, ternyata jalan sekitar kebun raya ini macet ya. Menuju hotel yang padahal cuma muter kebun aja bisa setengah jam sendiri. Ampun DJ!

Sekian laporan dari piknik di Kebun Raya Bogor, kalau ada yang mau tanya-tanya silahkan di kolom komentar ya. Muaaaah!