Menamakan Anak

Kemaren karena liat artikel –> ini di Mojok.co dan iseng membacanya, saya jadi teringat bagaimana akhirnya saya dan suami menamakan bocah lucu yang masih satu-satunya itu. Hisham.

dicapture dari tajuk Mojok.co

di-capture dari tajuk Mojok.co

Jadi ketika hamil, setiap saya bertanya nama apa yang akan diberikan oleh bapaknya kepada anaknya kelak, bapaknya masih selalu ragu. Saya yang walaupun dulu selalu pengen punya nama anak antara Iqbal, Hamzah atau Musa tetap aja lebih menyerahkan ke bapaknya urusan menamakan anak.

Jadilah sampai hari brojol itu, akhirnya bapaknya menamakan anaknya “Hisham”. Saya yang selalu kepo pastilah bertanya

Q : Kenapa Hisham?

A : diambil dari Bani Hisham, nama marga keturunan nabi.

Q : Bukannya Hasyim?

A : Sama aja

Begitulah akhirnya nama Hisham diambil. Tapi ada lagi yang perlu dipertanyakan (yang walaupun saya udah tau sih jawabannya)

Q : Kenapa Hisham, bukan Hisyam?

A : biar internasional

Q : hahahah.. baiklah

Nah buat yang tau bagaimana penulisan “sh” dan “sy” secara latin menurut Bahasa Indonesia dan Bahasa Internasional, pasti udah ngeh soal ini. Jadi kalau masih ada yang selalu membahas “Insya Allah” dan “Insha Allah” itu sebenarnya debat yang tidak ada gunanya :p Kecuali kamu tidak tau cara pengucapan bahasa arab, maka barulah musti belajar lagi. Makanya buat beberapa anggota keluarga lain, yang lebih sreg dengan penulisan secara Bahasa Indonesia, tetap kekeuh menuliskan nama dia dengan “Hisyam”.

Pertanyaan selanjutnya :

Q :Udah, namanya itu aja?

A : Iya itu aja

nah, emaknya harus ikut andil dong

Q  : Jangan satu kata doang dong, dua kata aja deh. Biar ntar urusan administrasi gak ribet. Apalagi bikin Paspor. Tambahin Ahmad aja?

A :  Yaudah deh

Q : di belakang ya? biar kesannya kayak “bin” gitu. Namamu kan Ahmad depannya

A : yaudah

Begitulah proses penamaan ini akhirnya terjadi, Bernamalah bocah pinter itu ” Hisham Ahmad”.  Semoga menjadi anak sehat, pintar dan saleh. Ada Amin?

Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiin,,,,,,,,,,,,,,

 

Nb: disarikan seingatnya dari percakapan dengan suami. terlebih dan terkurang, suami boleh mengoreksi XD

Makan Sate Jando di Bawah Pohon Rindang

Perhatikan gambar ini sodara-sodara… Ini adalah sepercik makanan surga yang dibocorin ke bumi. Namanya sate jando.

IMG_20160513_093003

Jando itu sendiri katanya adalah bagian dari susu sapi. Literally susu yang merupakan bagian dari tubuh sapi. Susu tentu saja isinya kelenjar lemak (selain otot), jadi bisa dibayangkan kan gajihnya?

Beruntungnya saya kemaren sempat kursus sebulan di gedung tempat sate ini mangkal, jadi buat menikmati ini tinggal kabur sebentar di jam istirahat kuliah. Tempat mangkalnya di bawah pohon rindang di depan Gedung MET Unpad. Gak pakai tenda-tendaan, penjualnya cuma duduk di trotoar dengan wadah-wadah yang disusun sebisanya, plus tempat bakaran sate. Kemudian menyediakan beberapa kursi plastik buat pelanggannya. Tapi walaupun seadanya gitu, di jam makan siang pembelinya ngantri boooowk…

Kalau tidak terlalu suka gajih, sate lain masih tersedia seperti sate sapi dan ayam. Biasanya saya pesannya sate campur plus lontong, jadi ntar isinya berupa kombinasi jando, sapi dan ayam. Buat saya sebenarnya 2 daging yang lain gak terlalu istimewa, tapi dicampur biar gak terlalu merasa bersalah memakan lemak yang banyak XD Yang istimewa selain satenya adalah bumbunya, bumbu kacang yang dikasih sambel dan kecap. Spicy dan kaya rasa membuat satenya lebih naik level lagi. Harganya kalau gak salah Rp. 20.000,- termasuk lontong.

Kalau mau nyari sate ini, posisinya berada di bawah pohon di trotoar depan Kampus MET Unpad, Jalan Cimandiri Bandung. Di belakang Gedung Sate. Tersedia cuma sampai sekitar pukul 15.00, jadi ke sana jangan sore-sore amat.

Ponten : 5/5

Toko You yang Klasik

Sebenarnya ke tempat makan ini kebetulan karena lagi menginap di hotel di sebelahnya. Biasalah, sebagai pencari kuliner enak, kita langsung searching tempat yang menarik di sekitar. Ketemu deh tempat ini melalui mbah gugel. Namanya Toko You, kalau di Tripadvisor namanya Toko Yu. Mbuhlah…

Pas dikunjungi tokonya, lah ternyata sebelahan banget sama Hotel Namin itu. Cuma jarak satu rumah doang. Kalau dari luar tidak seperti rumah makan biasa. Kayak masuk ke rumah orang dengan nuansa klasik. Apalagi ditutup gerbang yang tidak menunjukkan nama rumah makan. Berkat ngintip-ngintip, kita akhirnya yakin aja buat masuk. Kalau nyari toko ini, jangan malu buat nanya-nanya ya. Takutnya gak ngeh sama tempatnya.

IMG_20160528_152718

Tempatnya berupa sebuah rumah yang dijadiin toko yang berfungsi sebagai tempat penyajian dan dapur, penempatan meja dan kursi makan bisa dibilang out-door. Tapi dibikinin semacam kanopi biar gak panas dan berhujan. Tapi disekeling banyak barang-barang jadul, seperti sepeda-sepeda ontel, pajangan klasik dan meja kursi vintage. Selintas saya menyukai suasananya.

IMG_20160528_152500Pengunjungnya lumayan rame.  Banyak saya melihat orang lagi gathering di sini. Utamanya ibu-ibu sosialita gitu deh XD Kayaknya pelanggan di sini merupakan pelanggan setia dan udah kenal sama empunya toko. Mereka ngobrol-ngobrol seperti main ke rumah teman sendiri.

Begitu kita duduk langsung disajikan teh tawar anget. Suka deh.. (yaelah giliran gratis aja). Buat anak bocah ada kuda-kudaan dari rotan jadi dia bisa duduk di sana sambil main dan makan. Mengingat saya tidak menemukan baby chair di sini.

IMG_20160528_152523

Ini contoh menu dan harga yang ada di sini. 
IMG_20160528_152515

Bagusnya lagi ada 2 macam size porsi makan. Yakali siapa tau kita cuma mau duduk-duduk dan ngemil doang, bisa milih porsi kecilan. Tapi gak semuanya punya 2 jenis porsi sih. Harganya buat saya masih terjangkau masuk akal, walaupun beberapa menu termasuk over price.

Akhirnya saya memilih makan mie kuah dengan pangsit goreng, suami memesan rawon (yang katanya menu andalan) dan sup wonton buat anak lanang.

IMG_20160528_153250

Rawon dan mie-nya enak, tapi sop wonton sayangnya kurang cocok di lidah saya. Tapi yang menyenangkan buat saya tetap suasananya.

Oke, mari kita makaaaaaaaaaaaaaan!
IMG_20160528_153302

Ponten : 4/5

Saya Sekarang Sibuk

Iya, saya sekarang sibuk. Kecuali Sabtu-Minggu yang malah kadang ikut sibuk juga buat urusan nyari-nyari isi rumah dan kerjaan domestik mingguan. Selain itu, selama hari kerja setiap hari musti berangkat subuh karena musti ikut jemputan kantor yang busnya distarter ketika masih gelap. Jadi subuh musti harus mandi dan selanjutnya diantar suami ke pangkalan bus. Kalau gak gitu ya pasti telat, musti ngompreng. Habis itu, karena pulang kantor pengen ikut jemputan lagi, musti kabur dulu jemput anak di tempat yang momong biar bisa ontime. Karena bus jemputan tak akan menunggumu…duhai emak.

Nyampe rumah, nemenin anak bocah main. Mandiin dia. Mikirin makannya, makan sendiri dan suami. Nenenin anak biar tidur malam, trus ketiduran. Begitu setiap hari.

Ga sempat nonton serial tv, gak sempat baca buku agak lamaan (sempatnya cuma di toilet), gak sempat leyeh-leyeh.

Saya orang sibuk….

Selamat Datang Kembali Bu Sri!

Menteri di era Pak Jokowi berganti lagi, untuk yang kedua kalinya. Ini gambarnya, saya ambil dari detik.com ya :0b712f91-823e-478f-b155-780b941eb504

Kesan saya? lumayan berkesan. (Testimoni uwopoo iki)

Saya memang gak terlalu peduli dengan huru-hara Pilpres, Pilkada, tapi selalu antusias dengan pergantian menteri. Mungkin karena pada beberapa hal langsung kena ke kehidupan sendiri. Karena biasanya kebijakan mereka cendrung lebih praktis. Pas nonton siaran reshuffle di tv, di kepala seperti ada yang nyautin presiden lagi manggil menterinya : “Yay” “Nay” “Yay””Yay” “Nay”. Ah tapi biarlah, rakyat gaboleh protes, ntar dibilang haters.

Buat saya, Anies Baswedan masih terlalu bagus untuk cepat diganti. Walaupun ada beberapa kebijakan dia yang masih dipertanyakan keefektifannya, tapi secara umum masih memuaskan. Dan diantara menteri yang diganti, dia yang menurut saya terlihat komitmennya buat memajukan instansinya. Masalah ada yang setuju dan gak setuju,yah namanya juga hidup.

Satu lagi yang mengecewakan saya buat diganti adalah Rizal Ramli. Bisa dibilang saya ini penggemar beliau. Orang lain mah pada suka dengan pergantiannya, karena katanya suka bikin gaduh. Mehehehe. Saya senang aja kalau ada yang punya track-nya sendiri seperti dia. Biar dunia ini gak “gitu-gitu” aja isinya :p

Yang paling bikin saya happy keluar dari kabinet adalah Yuddy Crisnandi. Para pegawai negeri pasti paling ngerti lah perasaan saya ini, hahahahaha.

Yang paling fenomenal dari reshuffle ini tentulah dengan kembalinya Ibu SMI. Pro dan kontranya buanyaaaaaaak banget. Tapi saya selalu mengapresiasi orang jenius ini. Yang saya harapkan dari dia adalah bisa ngabisin hutang negara, bukan nambahin. Semoga ya bu…semogaaaaaaaa…. (nyanyi lagu Kla)

Luhut, Wiranto, Puan (yang masih kokoh itu), Archanda Tahar, Sudirman said…ah sebenarnya saya punya kesan dari mereka masing-masing. Tapi karena urusan saya dengan boss dan kerjaan di kantor juga ribet mulu, biarkan lah saja mereka dengan urusannya.

Yaudahlah bapak-bapak dan ibu. Selamat bekerja. Buat kami merasa senang mendapatkan kalian dalam susunan orang-orang penting itu ya. Jangan keseringan paka i vooridjer kalau cuma buat urusan pulang kantor doang, nyebelin tauuuuk. Biar kita merasa sehati, sama-sama macet.

Selamat bekerja..kerja…kerja!

Lima Minggu Belajar dan Berteman

Saya happy banget kalau udah musti tugas ninggalin kantor, apalagi urusan belajar lagi, diklat atau kursus atau gitu-gitu deh. :))) Dan apalagi lagi kalau diklatnya lamaaaaaa dan di Bandung dan dapat uang saku. Happynya jadi dobel-dobel. Walaupun bakal ketemu orang baru yang gak tau bakal klop atau enggak. Selalu deg-degan dengan urusan bakal sekamar dengan siapa, walaupun akhirnya bisa sekamar sendiri..YES!

Awalnya pada jaim dan bersikap profesional, semakin kesininya udah berbaur, menyenangkan. Jadi tau gaya dan kebiasaan masing-masing orang. Ya tau sewajarnya lah, wong cuma sebulan. Tau kalau bapak yang itu orangnya bodor, ibu yang itu cool banget, bapak yang ono lucu pisan. kalau masalah pinter, semua pinter-pinter dan enak buat sharing pengetahuan.

IMG_20160527_151746

Menyenangkan berbagi ilmu dengan orang yang berbeda pengalaman, berbeda lingkup pekerjaan dan punya cerita sendiri-sendiri di instansinya. Saya jadi tau permasalah perencanaan di tempat lain. Apalagi perencanaan daerah. Secara kurikulumnya lebih memihak ke perencanaan daerah, kita yang biasa ngurusin instansi pusat jadi berasa gak tau apa-apa XD Terkadang dengar curhat colongan sesama teman kelas, maklum lah ya beda orang, beda kantor, beda permasalahan. Dan disinilah istilah “rumput tetangga memang terlihat lebih bagus” itu benar adanya, karena ada aja yang curhat tentang “budaya” kantornya, hahahaha.

IMG_20160526_115133

Yang paling memberi warna dari pelatihan seperti ini buat saya adalah ketika kerja tim. Selalu aja ada sesuatu yang menarik. Apalagi kalau bukan masalah menyatukan ide. Pernah beberapa kali menghadapi hal seperti ini, jadi saya udah gak kaget lagi. Tapi tetap aja kadang bikin senewen, walaupun selalu berakhir dengan indah.

Akhirnya 5 minggu yang menyenangkan itu berakhir juga menyisakan ilmu, pengalaman dan teman yang menyenangkan. Ditambah 3 kali sehari makan gratis plus bergelas-gelas kopi dan snack Bandung yang itu-itu aja :)) Dengan melihat teman-teman terutama dari perencanaan daerah, mengajarkan saya bahwa memang pengalaman bertahun-tahun selalu lebih unggul.

Selalu ingin agar suatu saat bisa belajar bersama mereka lagi. Semoga…