Ke Bandung Lagi dengan Pengalaman Berbeda.

Beberapa minggu kemarin saya menghadiri wisuda adik ke Bandung. Sayangnya jadwal wisudanya di hari Jumat, jadinya saya cuma menghadiri bersama anak sedangkan suami tidak bisa menemani. Maklum, di hari kerja dia selalu sibuk dan saya selalu punya alasan buat ngambil cuti :p

Setiap ke Bandung saya selalu punya pilihan untuk menginap, kalau tidak di hotel berarti di Cimahi, di rumah kakak yang memang relatif tidak terlalu jauh dari Kota Bandung.

Nah, karena weekend masih panjang dan mumpung masih pengen main sama anak dan ponakan dan juga karena kebetulan bapaknya para ponakan juga ada keperluan ke luar kota, kita memilih menginap bersama-sama di Kota Bandung.

Sesudah saya sibuk cari hotel, yang berarti sekurang-kurangnya dua kamar, saya akhirnya memilih nginap di apartemen. Hotel dengan harga miring lagi susah dicari karena sepertinya Bandung lagi banyak pengunjung dikarenakan wisuda ITB di hari yang sama. Pengalaman pertama nih nginap barengan di apartemen orang.

Saya cari yang dekat Ciwalk. Ciwalk selalu jadi pilihan tempat main yang pamungkas ketika bersama anak-anak. Mereka selalu suka berjalan-jalan di Teras Cihampelas, berfoto dan high-five sama cost play kesukaan mereka. Dan nanti ujung-ujungnya bermain di Game Zone Ciwalk. Para ibu kalau beruntung bisa juga cuci mata dikit (kalau para bocah ngasih waktu sih, ciyan amat).

Pengalaman nginap di apartemen? Lumayan menyenangkan. Karena unitnya lumayan bersih dan furniturnya memadai, kita ngerasa gak jauh beda dengan nginap di hotel bintang 2. Cuma berasa kurang karena gak disediakan sarapan dan handuk saja. Sebenarnya mereka menyediakan handuk, tapi harus sewa seharga 15ribu per handuk. Untungnya kita udah bawa handuk dari rumah.

Selebihnya bagus-bagus saja. Ada air panas, kasur yang empuk dan bagus. Ada tv, ac dan dapur. Disediakan air minum dispenser beserta peralatan makan lengkap. Desain interiornya minimalis, itu juga yang bikin saya suka.

Kelebihan menginap di apartemen juga karena berasa di rumah sendiri. Ada living room jadi bisa ngumpul bareng-bareng. Cocok untuk menginap keluarga yang banyak anggotanya. Kami yang bawa bocah 4 orang jadi bisa umpel-umpelan sama-sama sesukanya. Sofa di living room ini sofa bed, jadi bisa jadi alternatif tambahan ruang tidur, selain 2 kamar yang udah disediakan.

Yang terutama : Kolam renang. Abis sarapan seadanya, anak-anak bisa kabur ke area kolam renang buat main air. Liburan jadi tambah berasa dan tambah happy.

Menyewa apartemen mungkin akan selalu menjadi opsi tambahan saya jika menginap di suatu tempat.

Selamat Sabtu sore kawan, liburan kemana nih?

Sister

Akhirnya adik saya yang satu ini wisuda S2-nya juga. Akhirnya dia tetap bisa memenuhi cuti kuliahnya yang cuma 2 tahun itu. Sebentar lagi bakal ngantor lagi, selamat yaaa :p

Bangga banget sama anak ini. Kuliah S2-nya dimulai barengan ketika dia mulai hamil. Kuliah berarti sembari hamil kemudian melahirkan dan menyusui. Plus momong anaknya yang pertama yang berumur 4 tahun. Jauh dari rumah dan suami. Satu kata buat dia : salut!

Mengurus bayi baru lahir itu kan tidak gampang. Belum lagi menghadapi segala macam hormon ketika hamil dan menyusui. Tapi dia tetap komit buat ngasih ASI eksklusif, jadi di sela-sela perkuliahan musti bolak balik ke kontrakan untuk menyusui bayi. Tengah malam sembari ngerjain tugas juga harus momong 2 anak. Dimana yang satunya pasti sering minta mimik. 😀

Anak pertama yang udah balita itu juga butuh perhatian yang sama spesialnya. Tapi ponakan itu gak kalah pinternya. Hebatnya, dia bisa mendukung ibunya yang sibuk begini begitu.

Kita cuma bisa dukung dengan semangat dan doa. Sekali-sekali nengokin. Lha gimana, saya di Jakarta dan dia di Bandung. Keluarga yang lain di kampung. Tapi adik yang satu ini memang terkenal dengan keteguhan hatinya.

Selamat jadi Master, dek. Doakan kakakmu ini nyusul yo….

Menyedihkan

Dulu aku pembaca buku. Dulu itu entah beberapa tahun yang lalu.

Terus beranjak, sukanya baca artikel yang ada di internet. Suka buka flipboard, Wikipedia atau aplikasi-aplikasi berlangganan berita atau blog, yang tentu saja ada kontennya.

Sekarang, kerja cuma sekrol-sekrol twitter atau Instagram. Sungguh tidak berguna.

Anak Panas Lagi….

Tadaaaaaaa….. Mrs. Wacana datang lagi. Sesudah mendeklarasikan akan mulai daily post, trus gak nongol-nongol lagi sampai hari ini. cih! cih! Ternyata oh ternyata, sesudah awal bulan itu, berdatanganlah kesibukan yang dibikin-bikin sehingga membuka laptop saja aku sulit. Tapi inilah masanya menulis lagi. Walaupun gak tau deh mau nulis apa.

Tapi marilah menulis tentang hari ini saja. Hari ini saya tidak ke kantor, karena anak bocah panas lagi. Kemarin tiba-tiba ibu guru pengasuhnya memberi tau lewat whatsapp kalau sesudah tidur siang, dia terbangun dengan keadaan panas, muntah dan rewel. Matilah awak, langsung mencelos rasa badan. Dengan pamitan sama anak kantor, pesen gojek ke stasiun dan menjemput anak kesayangan.

Akhirnya sudah bisa dipastikan, besoknya tak akan ngantor, yang berarti hari ini. Padahal kerjaan kantor lagi banyak-banyaknya. Tapi ya minta izin aja ke boss dengan kalimat tambahan “aku masih bisa remote kok, kalau ada apa-apa”. Eh malah sebenarnya internet rumah lebih kencang daripada internet kantor, sehingga buka aplikasi kerjaan lebih cepat sehingga gak bikin spaneng. Yang bikin spanengnya justru koordinasi sama teman partner kerja, udah dimention aja lama banget responnya. Hedeeeuh.

Seharian ini panasnya belum reda, tapi solusinya ya dipeluk-peluk aja ganti kompres. Karena buat ngasih obat panas takkan bisa, harus dilakukan oleh dua orang. Kan bapakknya tetap ngantor, jadi sendirian aja nungguin di rumah. Untungnya mau minum air putih dengan konsisten dan tetap makan dengan pelan-pelan. Kenapa musti pelan? karena kalau kebanyakan atau keselip makanan yang gak dia suka kayak seledri atau ayam gitu, perutnya langsung terpicu muntah.

Mudah-mudahan hari ini bisa reda panasnya, karena dia adalah anak yang kuat. Alhamdulillah biasanya tidak pernah ada masalah yang berarti dengan panasnya. Mungkin mau tambah kepinteran kata orang. Tapi dia kan tiap hari tambah pinter ya, gak usah pakai panas juga kali :'(

Selamat sore menjelang Jumat, kawan-kawan. Semoga sisa harimu dalam minggu ini semakin menyenangkan 😀

Weekend yang Tersedia Tak Hanya Weekend.

Tadaaaaaaaa……….saatnya review tempat makan lagi. Kali ini di Padang lagi dong. Saya merasa jarang menemukan review tempat yang menarik di Padang, makanya saya tambahin nih referensinya, tsah kayak yang iya aja ya. Semoga menjadi amalan untuk membantu para pemburu kuliner di penjuru negeri.

Kali ini tempat makannya bernama Weekend dengan lokasi berada di kawasan Pondok. Pondok itu adalah kawasan Pecinan di Padang. Buat yang suka hunting makanan di Padang bakal tau lah kawasan ini. Tidak jauh dari kafe Karambia yang pernah saya review sebelumnya. Saya cukup terkesan dengan gedungnya, gedung dengan gaya bangunan jaman Belanda. Sebenarnya tidak jauh beda dengan gedung sekitarnya yang mempertahankan ciri khasnya. Dindingnya dicat putih bersih dan tidak terlalu banyak eksterior yang mencolok. Mungkin itulah tujuan utamanya, agar yang perlu diingat orang bukan ornamen-ornamen tambahan tapi gedung itu sendiri.

Jangan nyari wifi, tidak ada. 😀 Makanya tempat ini lebih cocok disebut rumah makan dibanding kafe. Baiklah kita ganti aja panggilannya, “restoran” (ini kok gak ada yang nyambung…). Karena kebetulan saya ke sini ketika libur Natal, maka memang terlihat beberapa keluarga mengadakan makan bersama di restoran ini. Sepertinya sih mereka sedang makan malam hari raya, rame bangeeeet.

Nah soal makanan, menunya cukup beragam. Restoran ini mempunyai menu nasional (dan internasional?) yang tidak spesifik ke citarasa Minang saja walaupun berada di Kota Padang. Ada macam-macam kopi juga, asik kan? Walaupun gak ada yang aneh, standar aja. Harga cukup terjangkau untuk kelas restoran.


Secara keseluruhan makanannya enak, saya suka fish and chip-nya terutama pada struktur ikannya, tapi saosnya gak seenak fish & co sih ya… :p  Suami memilih nasi langi yang merupakan campuran berbagai macam lauk dengan nasi kuning. Belakangan saya pesen risoles yang merupakan andalan restoran ini, enak dimakan hangat-hangat ketika hujan-hujan waktu itu.

Tempatnya bagus, fancy dan bersih. Banyak ornamen penghias ruangan dengan furnitur yang keren. Oke banget buat dijadiin tempat foto-foto diri sendiri maupun buat foto makanannya buat diupload di secmed (apeu!).

Jadi kalau mau ke Padang dan butuh tempat buat ngumpul bersama teman atau keluar, restoran ini bisa lah jadi alternatif untuk mendapatkan suasana yang berbeda…kalau bosan dengan jejeran lauk nasi padang yang ada dimana-mana.

Ponten : 3,5/5

Lama

Udah niat banget beli bebek yang ada di dekat stasiun Pondok Ranji. Mungkin saking laparnya dari siang, udah diniatin buat makan malam.

Nama tempat makan adalah Bebek Runner, khas ya adalah masakan Madura. Sebagaimana masakan madura lainnya, ini juga lumayan bisa diterima.

Tapi kenapa pelayanannya lama sekali, WHY MAS WHY…. Aku yang dapat keuntungan dari pulang cepet sore ini jadi sia-sia. Bete deh.

Yaudah. Yang penting nanti malam bisa makan bebek.

Btw, aku udah niat buat daily blogging lagi tiap hari. Semoga istiqamah.