Pilkada Kali Ini…

Saya jarang ikut pemilihan umum, baik itu pemilihan presiden, pemilihan kepala daerah ataupun pemilihan wakil rakyat. Orang seperti saya pasti ada aja yang menillai jelek ya, saya maklum kok. Ya gapapa ini kan negara bebas, bebas komen semaunya maupun bebas gak memilih, gitu. Tapi kemaren saya ikut pilkada Jakarta loh, ini buktinya :

Pilkada ini pasti pilkada yang akan diingat sepanjang masa oleh orang yang mengalami masa sekarang ini. Pemilihan Gubernur Jakarta tapi yang heboh sak-Indonesia.

Bisa tebak saya nyoblos yang mana? :p

Orang Minang dan Bubur Ayam

Berdasarkan hasil penelitian saya (apaan dah), orang Minang secara umum gak terlalu suka Bubur Ayam. Sebenarnya fenomena ini saya liat dari beberapa teman saya dan termasuk saya dulunya (pernah). Menurut saya bubur ayam itu gak ada rasanya, gitu doang. Beras dimasak encer trus dikasih kaldu dan kecap, udah gitu aja. Buat lidah orang Minang itu terlalu hambar. Bentuknya pun tidak mengenakkan. Apalagi kalau diaduk, makanya saya maklum sama #timbuburayamtidakdiaduk.

Sebenarnya ini hal yang biasa aja. Kadang memang kebiasaan aja yang membuat sesuatu bisa diterima. Sama juga seperti saya terhadap nasi yang sangat saklek. Ketika awal-awal tinggal di Jakarta, berat badan saya turun jadi 39 kg. Selain karena kerasnya hidup dan beratnya menempuh jalanan Jakarta, juga karena saya gak biasa makan beras pulen. Yang tadinya makan di kampung selalu nambah, di Jakarta bisa ngabisin sepiring nasi aja udah alhamdulillah. Karena susah ngabisin, porsinya pun akhirnya saya kurangi. Bahagia ketika akhirnya ketemu nasi pera, biasanya gara-gara dikirimin beras oleh nyokap dari rumah.

Tapi lama-lama toh menjadi biasa. Sekarang kalau makan ya udah nambah lagi. Pun dengan Bubur Ayam, sudah menjadi menu sarapan yang saya pilih ketika saya lagi tidak masak atau tidak menemukan Ketupat Padang yang enak.

Begitulah, sekelumit cerita bubur ayam.

Si Kecil dan Perbendaharaan Kata-Katanya

Anak saya sudah punya lumayan banyak perbendaharaan kata-kata. Ya kan udah 20 bulan ya, sebentar lagi 2 tahun. Kebanyakan kata-kata yang dia dapat memang dari lagu yang dia tonton di video youtube. Biasanya di kesempatan yang lain, saya dan suami akan mengulang-ngulangi lagi biar dia ingat.

Kata yang paling banyak adalah nama-nama binatang, termasuk bagaimana binatang tersebut bersuara. Tapi….dalam bahasa inggris X) Bukan apa-apa, video anak-anak yang bagus dan banyak di youtube itu emang yang dibuat oleh orang luar sono. Video lokal kebanyakan lagu yang itu-itu aja, yang bisa saya nyanyikan sendiri dan dengan video yang kurang menarik (maaf ya youtuber lokal). Kebetulan kami ingin mengenalkan bahasa lain selain bahasa ibu, jadi sekalian aja sih.

Nah untuk kata-kata yang lai,n ada berbagai cara dia mengekpresikannya. Seperti orang-orangan salju  yang sering dia liat ketika jalan-jalan ke mall yang lagi bersuasana natal, udah otomatis dia teriakin “Snowman!”. Atau ketika melihat gambar bintang dia akan spontan nyanyi twinkle-twinkle little star, jadi kalau liat bintang di saat yang lain dia akan berseru “twinkle!”, ahelah salah naaak. Sama seperti kalau melihat gambar salju turun, dia akan bernyanyi snowflake snowflake little snowflakes. Kayaknya dalam setiap scene hidupnya ada theme song gitu deh.

Buah-buahan sih yang susah. Nama buah-buahan dalam pikirannya kayaknya cuma banana dan orange. kalau yang bulat itu semua orange, hihihi. Belakangan udah tau apple karena dari lagu baru yang menggambarkan apel dengan jelas, tadinya apple adalah orange juga :p

Masih banyak sih kata-kata yang lain…tapi saya pengennya cerita yang ini aja. Apeu…

Selamat hari Jumat, Sobat. Bentar lagi libur panjang lho. Yaaay!

Desain Fancy dan Kids Friendly

Waaah udah lama gak ngeblog. Padahal lagi cuti guede yang secara teori harusnya banyak waktu selo, tapi kenyataannya dashboard blog malah gak keintip gini. Nah, karena cuti dan sering jalan-jalan jadi pengen review hotel aja. Siapa tau bisa jadi referensi buat yang mau nyari tempat nginep.

Lagi-lagi saya dan keluarga kecil ini jalan-jalan ke Bali. Apaaa? Bali? menstrim abis ya :)) Alasannya? pengen nyobain bawa anak bocah main ke pantai , pengen liat apa dia cocok liburan kayak gini. Sebenarnya saya penasaran aja, seberapa fun sih anak balita ini main air dan pasir, yang dari hasil pengamatan ini ternyata gak se-happy jalan-jalan ke kebun binatang atau akuarium raksasa.

Seperti biasa sebelum vakansi itu pasti sibuk nyari hotel. Akhirnya suami yang menemukan hotel ini secara online dan saya langsung tertarik karena yang diusung adalah room-nya yang tematik. Nama hotelnya Berry Glee, posisinya di Jalan Raya Kuta. Bukan di pinggir pantai kuta ya, jadi jangan terlalu berharap kalau keluar hotel langsung nemu pantai. img_20160918_111706

Begitu masuk lobby-nya kita langsung ketemu suasana colorful dan pop. Lobby terbuka dengan banyak sofa warna-warni aneka jenis. Juga langsung ngelihat kolam renang yang entah karena hotelnya sepi, jadi posisinya di depan gitu oke-oke aja. Walaupun kita datang sebelum jam 14.00 dan belum bisa check-in, tetap enjoy aja menikmati empuknya sofa di lobby ini.

Beginilah penampakan kamarnya. Maafkan hasil kamera yang kurang oke XD

img_20160918_112445 img_20160918_112451 img_20160918_112548

Mungkin karena menekankan “fun” pada hotel ini maka ketika check-in juga dikasih free karaoke 30 menit yang sayangnya gak kita cobain. Mengingat anak bocah masih terlalu kecil buat menikmati suasana ruang karaoke. tempat karaoke ini dinamakan Funpods, untuk karaoke dan lounge. Disewakan untuk umum sih sepertinya.

Sebenarnya kamar yang disediakan masih standar-standar aja sesuai kelas hotelnya. Bagusnya di sini ada hair dryer dan sofa yang cukup nyaman seukuran single bed yang bisa dipake buat tiduran. Kamarnya gak kecil-kecil-amat-ampe-susah-muter-badan seperti kebanyakan hotel yang menjamur sekarang. Dengan lantai karpet yang hangat jadi enak aja buat nyeker, gak perlu pakai sandal kamar. Anak bayi juga lebih fun main di lantai. Saya juga suka dengan wastafel kamar mandi dari beton jadi memang sekalian dicetak jadi meja kamar mandi, di-finishing dengan cat minyak warna putih yang lumayan oke. handuknya juga bagus dan empuk. Kekurangannya adalah….ada bagian pelapis ubin dinding kamar mandi yang copot. Ganti aja keleus. Juga view kamar saya yang kurang oke. Karena berada di pemukiman dan pertokoan, jadinya ya gitu deh.

Yang paling menyenangkan buat kita adalah playground dan kolam renang. Hisham paling gak tahan liat ginian, pasti langsung pengen main. Posisinya ada di bawah restoran dan di sebelah kolam renang. Playgroundnya sih imut-imut aja, cuma terdiri dari satu perosotan, mobil-mobilan dan beberapa see saw doang. Tapi itu udah cukup buat anak bocah ini happy sampai susah diajak berhenti. Biasanya abis sarapan kita langsung main ke sini.

Kolam renang juga lumayan oke.  Tidak besar sih tapi cukup enak dibuat berenang terutama dengan bayi. Dan di sini ada 2 jenis kolam, satu lagi kolam kecil buat anak-anak biar bisa main di air cetek. Airnya juga terlihat lebih bersih dan segar. Apa karena sepi ya? Fasilitas kolamnya juga bagus, ada handuk yang banyak dan besar.

Di pinggir kolam renang ada foosball, siapa tau ada yang minat main ginian. Bisa sambil ngebir…eh ngejus kali karena ada bar juga di sebelahnya 😀

img_20160918_171022

Bagaimana dengan restoran dan menu breakfast? Seperti biasa, ini review yang penting buat saya, muehehe. Kesan pertama dari restorannya adalah desainnya yang cukup oke. Area yang luas dan tematik pula. Ada meja kursi standar resoran, juga ada meja dengan sofa bernuansa homy dan malah ada sofa gede semacam sofa bed yang berada di depan tv yang langsung kita dudukin karena bisa nonton Disney Junior sambil makan.

img_20160919_080028

Menunya so-so, ada eggs station, salad corner, dan aneka cemilan. Juga ada buffet seperti biasa. Sayangnya kali ini saya gak nemu menu favorit sarapan saya, sosis dan kentang (yaelah standar amat). Tapi varian yang gak saya temukan di menu breakfast hotel lain malah ada seperti terong balado gitu.

Nah, mengenai kamar tematik yang saya bicarakan di awal, ternyata itu beda dengan kamar pesanan saya. Dan tentu saja lebih mahal… bhihik. Langsung aja kunjungi websitenya untuk kamar yang saya maksud, siapa tau tertarik.

Sekian dulu reviewnya ya, bhubuuuyy. Sampai ketemu di nginap-di-hotel-mana-lagi-? berikutnya….

Menamakan Anak

Kemaren karena liat artikel –> ini di Mojok.co dan iseng membacanya, saya jadi teringat bagaimana akhirnya saya dan suami menamakan bocah lucu yang masih satu-satunya itu. Hisham.

dicapture dari tajuk Mojok.co

di-capture dari tajuk Mojok.co

Jadi ketika hamil, setiap saya bertanya nama apa yang akan diberikan oleh bapaknya kepada anaknya kelak, bapaknya masih selalu ragu. Saya yang walaupun dulu selalu pengen punya nama anak antara Iqbal, Hamzah atau Musa tetap aja lebih menyerahkan ke bapaknya urusan menamakan anak.

Jadilah sampai hari brojol itu, akhirnya bapaknya menamakan anaknya “Hisham”. Saya yang selalu kepo pastilah bertanya

Q : Kenapa Hisham?

A : diambil dari Bani Hisham, nama marga keturunan nabi.

Q : Bukannya Hasyim?

A : Sama aja

Begitulah akhirnya nama Hisham diambil. Tapi ada lagi yang perlu dipertanyakan (yang walaupun saya udah tau sih jawabannya)

Q : Kenapa Hisham, bukan Hisyam?

A : biar internasional

Q : hahahah.. baiklah

Nah buat yang tau bagaimana penulisan “sh” dan “sy” secara latin menurut Bahasa Indonesia dan Bahasa Internasional, pasti udah ngeh soal ini. Jadi kalau masih ada yang selalu membahas “Insya Allah” dan “Insha Allah” itu sebenarnya debat yang tidak ada gunanya :p Kecuali kamu tidak tau cara pengucapan bahasa arab, maka barulah musti belajar lagi. Makanya buat beberapa anggota keluarga lain, yang lebih sreg dengan penulisan secara Bahasa Indonesia, tetap kekeuh menuliskan nama dia dengan “Hisyam”.

Pertanyaan selanjutnya :

Q :Udah, namanya itu aja?

A : Iya itu aja

nah, emaknya harus ikut andil dong

Q  : Jangan satu kata doang dong, dua kata aja deh. Biar ntar urusan administrasi gak ribet. Apalagi bikin Paspor. Tambahin Ahmad aja?

A :  Yaudah deh

Q : di belakang ya? biar kesannya kayak “bin” gitu. Namamu kan Ahmad depannya

A : yaudah

Begitulah proses penamaan ini akhirnya terjadi, Bernamalah bocah pinter itu ” Hisham Ahmad”.  Semoga menjadi anak sehat, pintar dan saleh. Ada Amin?

Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiin,,,,,,,,,,,,,,

 

Nb: disarikan seingatnya dari percakapan dengan suami. terlebih dan terkurang, suami boleh mengoreksi XD

Makan Sate Jando di Bawah Pohon Rindang

Perhatikan gambar ini sodara-sodara… Ini adalah sepercik makanan surga yang dibocorin ke bumi. Namanya sate jando.

IMG_20160513_093003

Jando itu sendiri katanya adalah bagian dari susu sapi. Literally susu yang merupakan bagian dari tubuh sapi. Susu tentu saja isinya kelenjar lemak (selain otot), jadi bisa dibayangkan kan gajihnya?

Beruntungnya saya kemaren sempat kursus sebulan di gedung tempat sate ini mangkal, jadi buat menikmati ini tinggal kabur sebentar di jam istirahat kuliah. Tempat mangkalnya di bawah pohon rindang di depan Gedung MET Unpad. Gak pakai tenda-tendaan, penjualnya cuma duduk di trotoar dengan wadah-wadah yang disusun sebisanya, plus tempat bakaran sate. Kemudian menyediakan beberapa kursi plastik buat pelanggannya. Tapi walaupun seadanya gitu, di jam makan siang pembelinya ngantri boooowk…

Kalau tidak terlalu suka gajih, sate lain masih tersedia seperti sate sapi dan ayam. Biasanya saya pesannya sate campur plus lontong, jadi ntar isinya berupa kombinasi jando, sapi dan ayam. Buat saya sebenarnya 2 daging yang lain gak terlalu istimewa, tapi dicampur biar gak terlalu merasa bersalah memakan lemak yang banyak XD Yang istimewa selain satenya adalah bumbunya, bumbu kacang yang dikasih sambel dan kecap. Spicy dan kaya rasa membuat satenya lebih naik level lagi. Harganya kalau gak salah Rp. 20.000,- termasuk lontong.

Kalau mau nyari sate ini, posisinya berada di bawah pohon di trotoar depan Kampus MET Unpad, Jalan Cimandiri Bandung. Di belakang Gedung Sate. Tersedia cuma sampai sekitar pukul 15.00, jadi ke sana jangan sore-sore amat.

Ponten : 5/5