Toko You yang Klasik

Sebenarnya ke tempat makan ini kebetulan karena lagi menginap di hotel di sebelahnya. Biasalah, sebagai pencari kuliner enak, kita langsung searching tempat yang menarik di sekitar. Ketemu deh tempat ini melalui mbah gugel. Namanya Toko You, kalau di Tripadvisor namanya Toko Yu. Mbuhlah…

Pas dikunjungi tokonya, lah ternyata sebelahan banget sama Hotel Namin itu. Cuma jarak satu rumah doang. Kalau dari luar tidak seperti rumah makan biasa. Kayak masuk ke rumah orang dengan nuansa klasik. Apalagi ditutup gerbang yang tidak menunjukkan nama rumah makan. Berkat ngintip-ngintip, kita akhirnya yakin aja buat masuk. Kalau nyari toko ini, jangan malu buat nanya-nanya ya. Takutnya gak ngeh sama tempatnya.

IMG_20160528_152718

Tempatnya berupa sebuah rumah yang dijadiin toko yang berfungsi sebagai tempat penyajian dan dapur, penempatan meja dan kursi makan bisa dibilang out-door. Tapi dibikinin semacam kanopi biar gak panas dan berhujan. Tapi disekeling banyak barang-barang jadul, seperti sepeda-sepeda ontel, pajangan klasik dan meja kursi vintage. Selintas saya menyukai suasananya.

IMG_20160528_152500Pengunjungnya lumayan rame.  Banyak saya melihat orang lagi gathering di sini. Utamanya ibu-ibu sosialita gitu deh XD Kayaknya pelanggan di sini merupakan pelanggan setia dan udah kenal sama empunya toko. Mereka ngobrol-ngobrol seperti main ke rumah teman sendiri.

Begitu kita duduk langsung disajikan teh tawar anget. Suka deh.. (yaelah giliran gratis aja). Buat anak bocah ada kuda-kudaan dari rotan jadi dia bisa duduk di sana sambil main dan makan. Mengingat saya tidak menemukan baby chair di sini.

IMG_20160528_152523

Ini contoh menu dan harga yang ada di sini. 
IMG_20160528_152515

Bagusnya lagi ada 2 macam size porsi makan. Yakali siapa tau kita cuma mau duduk-duduk dan ngemil doang, bisa milih porsi kecilan. Tapi gak semuanya punya 2 jenis porsi sih. Harganya buat saya masih terjangkau masuk akal, walaupun beberapa menu termasuk over price.

Akhirnya saya memilih makan mie kuah dengan pangsit goreng, suami memesan rawon (yang katanya menu andalan) dan sup wonton buat anak lanang.

IMG_20160528_153250

Rawon dan mie-nya enak, tapi sop wonton sayangnya kurang cocok di lidah saya. Tapi yang menyenangkan buat saya tetap suasananya.

Oke, mari kita makaaaaaaaaaaaaaan!
IMG_20160528_153302

Ponten : 4/5

Saya Sekarang Sibuk

Iya, saya sekarang sibuk. Kecuali Sabtu-Minggu yang malah kadang ikut sibuk juga buat urusan nyari-nyari isi rumah dan kerjaan domestik mingguan. Selain itu, selama hari kerja setiap hari musti berangkat subuh karena musti ikut jemputan kantor yang busnya distarter ketika masih gelap. Jadi subuh musti harus mandi dan selanjutnya diantar suami ke pangkalan bus. Kalau gak gitu ya pasti telat, musti ngompreng. Habis itu, karena pulang kantor pengen ikut jemputan lagi, musti kabur dulu jemput anak di tempat yang momong biar bisa ontime. Karena bus jemputan tak akan menunggumu…duhai emak.

Nyampe rumah, nemenin anak bocah main. Mandiin dia. Mikirin makannya, makan sendiri dan suami. Nenenin anak biar tidur malam, trus ketiduran. Begitu setiap hari.

Ga sempat nonton serial tv, gak sempat baca buku agak lamaan (sempatnya cuma di toilet), gak sempat leyeh-leyeh.

Saya orang sibuk….

Selamat Datang Kembali Bu Sri!

Menteri di era Pak Jokowi berganti lagi, untuk yang kedua kalinya. Ini gambarnya, saya ambil dari detik.com ya :0b712f91-823e-478f-b155-780b941eb504

Kesan saya? lumayan berkesan. (Testimoni uwopoo iki)

Saya memang gak terlalu peduli dengan huru-hara Pilpres, Pilkada, tapi selalu antusias dengan pergantian menteri. Mungkin karena pada beberapa hal langsung kena ke kehidupan sendiri. Karena biasanya kebijakan mereka cendrung lebih praktis. Pas nonton siaran reshuffle di tv, di kepala seperti ada yang nyautin presiden lagi manggil menterinya : “Yay” “Nay” “Yay””Yay” “Nay”. Ah tapi biarlah, rakyat gaboleh protes, ntar dibilang haters.

Buat saya, Anies Baswedan masih terlalu bagus untuk cepat diganti. Walaupun ada beberapa kebijakan dia yang masih dipertanyakan keefektifannya, tapi secara umum masih memuaskan. Dan diantara menteri yang diganti, dia yang menurut saya terlihat komitmennya buat memajukan instansinya. Masalah ada yang setuju dan gak setuju,yah namanya juga hidup.

Satu lagi yang mengecewakan saya buat diganti adalah Rizal Ramli. Bisa dibilang saya ini penggemar beliau. Orang lain mah pada suka dengan pergantiannya, karena katanya suka bikin gaduh. Mehehehe. Saya senang aja kalau ada yang punya track-nya sendiri seperti dia. Biar dunia ini gak “gitu-gitu” aja isinya :p

Yang paling bikin saya happy keluar dari kabinet adalah Yuddy Crisnandi. Para pegawai negeri pasti paling ngerti lah perasaan saya ini, hahahahaha.

Yang paling fenomenal dari reshuffle ini tentulah dengan kembalinya Ibu SMI. Pro dan kontranya buanyaaaaaaak banget. Tapi saya selalu mengapresiasi orang jenius ini. Yang saya harapkan dari dia adalah bisa ngabisin hutang negara, bukan nambahin. Semoga ya bu…semogaaaaaaaa…. (nyanyi lagu Kla)

Luhut, Wiranto, Puan (yang masih kokoh itu), Archanda Tahar, Sudirman said…ah sebenarnya saya punya kesan dari mereka masing-masing. Tapi karena urusan saya dengan boss dan kerjaan di kantor juga ribet mulu, biarkan lah saja mereka dengan urusannya.

Yaudahlah bapak-bapak dan ibu. Selamat bekerja. Buat kami merasa senang mendapatkan kalian dalam susunan orang-orang penting itu ya. Jangan keseringan paka i vooridjer kalau cuma buat urusan pulang kantor doang, nyebelin tauuuuk. Biar kita merasa sehati, sama-sama macet.

Selamat bekerja..kerja…kerja!

Lima Minggu Belajar dan Berteman

Saya happy banget kalau udah musti tugas ninggalin kantor, apalagi urusan belajar lagi, diklat atau kursus atau gitu-gitu deh. :))) Dan apalagi lagi kalau diklatnya lamaaaaaa dan di Bandung dan dapat uang saku. Happynya jadi dobel-dobel. Walaupun bakal ketemu orang baru yang gak tau bakal klop atau enggak. Selalu deg-degan dengan urusan bakal sekamar dengan siapa, walaupun akhirnya bisa sekamar sendiri..YES!

Awalnya pada jaim dan bersikap profesional, semakin kesininya udah berbaur, menyenangkan. Jadi tau gaya dan kebiasaan masing-masing orang. Ya tau sewajarnya lah, wong cuma sebulan. Tau kalau bapak yang itu orangnya bodor, ibu yang itu cool banget, bapak yang ono lucu pisan. kalau masalah pinter, semua pinter-pinter dan enak buat sharing pengetahuan.

IMG_20160527_151746

Menyenangkan berbagi ilmu dengan orang yang berbeda pengalaman, berbeda lingkup pekerjaan dan punya cerita sendiri-sendiri di instansinya. Saya jadi tau permasalah perencanaan di tempat lain. Apalagi perencanaan daerah. Secara kurikulumnya lebih memihak ke perencanaan daerah, kita yang biasa ngurusin instansi pusat jadi berasa gak tau apa-apa XD Terkadang dengar curhat colongan sesama teman kelas, maklum lah ya beda orang, beda kantor, beda permasalahan. Dan disinilah istilah “rumput tetangga memang terlihat lebih bagus” itu benar adanya, karena ada aja yang curhat tentang “budaya” kantornya, hahahaha.

IMG_20160526_115133

Yang paling memberi warna dari pelatihan seperti ini buat saya adalah ketika kerja tim. Selalu aja ada sesuatu yang menarik. Apalagi kalau bukan masalah menyatukan ide. Pernah beberapa kali menghadapi hal seperti ini, jadi saya udah gak kaget lagi. Tapi tetap aja kadang bikin senewen, walaupun selalu berakhir dengan indah.

Akhirnya 5 minggu yang menyenangkan itu berakhir juga menyisakan ilmu, pengalaman dan teman yang menyenangkan. Ditambah 3 kali sehari makan gratis plus bergelas-gelas kopi dan snack Bandung yang itu-itu aja :)) Dengan melihat teman-teman terutama dari perencanaan daerah, mengajarkan saya bahwa memang pengalaman bertahun-tahun selalu lebih unggul.

Selalu ingin agar suatu saat bisa belajar bersama mereka lagi. Semoga…

Merakit Pax Ikea

Ikea punya furniture dengan nama “Pax”, yaitu lemari yang bisa dicustom ukuran dan bentuk dalamnya. Pernah liat iklan “Billy”nya Ikea? nah semacam itu, tapi ini buat wardrobe. Saya suka dengan konsep Ikea dengan lemari custom yang bisa ditambah-belakangan ini. Pernah naksir juga dengan konsep Algotnya, tapi ujung-ujungnya balik ke Pax ini. Sama-sama menarik sih, tapi ya emang harus pilih salah satu kan? Pax ini terdiri dari rangka lebar 100cm, 75cm dan 50 cm. Jadi kalau misalnya duitnya pas-pasan, ya beli seperlunya aja dulu. Ntar kalau kapan-kapan ada duit lagi bisa ditambahin item yang dimau. Contohnya sekarang, karena saya baru butuh tempat buat kain doang. maka saya konsep lemari ini jadi wardrobe terbuka. Pintunya? kapan-kapan aja kalau udah pengen.  Terus pas beli, ternyata ada sekat yang belum tersedia di toko, yaudah pending dulu bagian yang itu. Kapan-kapan bisa ditambahin sendiri.

pax

gambar ngambil dari website Ikea

 

Akhirnya kebawa juga nih barang sesudah pakai pertimbangan yang cukup panjang x lebar. Walaupun musti sewa mobil box buat ngangkut karena mobil biasa gak bakal bisa bawa. Tinggi lemari ini 2,3m. Kebayang kan panjangnya kalau diangkut. Btw, saya dapat rekomendasi layanan mobil box online Deliveree dari mas-mas penjual sana. Relatif lebih murah dari layanan mobil box online yang pernah saya pakai, ataupun dari layanan antar Ikea sendiri :p Dan buat pemakai pertama dapat diskon 50%, mayan laaaah.

IMG_20160703_063311

Tips memasang Pax :

  1. Memasang minimal dilakukan oleh 2 orang dan anak-anak disarankan buat gak ikut serta. Riweuh euy, tidurin aja dulu :p Sebaiknya punya obeng dan palu lebih dari satu, jadi bisa barengan kerjanya.
  2. Area memasang harus dialas terlebih dahulu agar permukaan papan tidak tergores yang akan merusak kecantikannya.
  3. Ikuti manual book dengan runut, jangan inisiatif ngarang sendiri. Pokoknya musti patuhlah ya. Bisa-bisa bongkar ulang kalau salah dan itu akan bikin capek bingits.
  4. Letakkan komponen dengan rapi, jangan sampai ilang. kalau ilang satu mah udah susah masangnya.
  5. Memasang baut dan mur dengan sabar. Usahakan tegak lurus sehingga lobang yang udah disediakan benar-benar pas. Dan karena Pax dibuat pakai partikel board, musti hati-hati aja masangnya karena bisa aja bubuknya ikut kebawa.
  6. Sebaiknya dipasang pada posisi rebah sampai semua selesai. Pengalaman kemaren saya memasang bagian belakang lemari sesudah rangkanya diberdirikan, ternyata lebih melelahkan karena musti pakai bangku dan tentu saja memukul ke area tinggi itu bikin ketek pegel.
  7. Pakukanlah lemari ke dinding, ini perlu mengingat lemari ini cukup tinggi jadi ada kemungkinan bisa rebah ke depan.
  8. Yang paling sulit adalah memasang rangka utama sampai memakukan ke dinding. Bagian memasang rak sudah lumayan santai, udah boleh diganggu anak-anak deh.
  9. Sabar.

IMG_20160703_071536

Tadaaaaa….beginilah hasilnya. Ahelah fotonya gelap :)) Lumayan lah ya, daripada kain berantakan gak jelas. Ke depannya bakal nambahin pintu dimana satu daun pintunya akan pakai cermin gede gitu. Pasti keren ya. Tapi yaaaa kalau duitnya udah nyisa-nyisa banyak. Bagi duit dooong.

IMG_20160703_093521

 

Kata suami, saya udah Ikea-minded, ngoahahaha. Ih biarin aja lah ya….

Demikian pengalaman masang lemari. Selamat weekend ya manteman! Muaaaach

NB :kita bisa design sendiri lemarinya sebelum beli loh. ada aplikasinya di website ataupun dibantuin sama pramuniaganya di toko.

Kelinci Pengobat Pegel

Liburan lebaran kemaren saya menghabiskan waktu cuma di Jakarta dan Bandung dikarenakan keluarga besar juga gak pada mudik. Konsekwensi lebaran di rantau adalah kewajiban mengunjungi kerabat jadi berkurang sehingga waktu bisa dialihkan dengan mengunjungi tempat wisata. Karena males jalan di Jakarta yang mana tempat wisatanya pasti penuh, kita akhirnya memilih jalan-jalan di Bandung yang pasti tetap penuh juga, muehehehe. Karena sang nenek belum pernah ke Ciwidey melihat Kawah Putih akhirnya kita memilih ke situ aja. Yah, saya kan bisa foto-foto ala model dengan latar belakang danau belerang yang keren itu.

Dengan hasil kerja keras mencari mobil rental yang pada penuh, akhirnya dapat juga mobil di saat-saat terakhir. Tentu saja dengan harga mahal spesial mengingat demand lagi tinggi. Yah gimana lagi ya…kesenangan harus tetap berjalan. jadi kita berangkat 2 mobil dengan include bocah-bocah pecicilan

Sebenarnya ketika memantau map di awal perjalanan, situasi trafic lumayan menjanjikan. Walaupun padat tapi tetap jalan. Tapi ketika mendekati waktu sore, jalan semakin padat mengkeong. Juga karena kepotong makan siang yang menghabiskan waktu 2 jam karena tempat makannya lumayan seru, akibatnya perjalanan semakin geser ke sore. Oiya, kita makan di Sindang Reret. Kenapa tempatnya oke? karena kids friendly dan harga relatif murah. kapan-kapan saya bikin reviewnya ya.

Dengan sedikit optimis kita tetap jalan ke atas, tapi gelap sudah mulai membayang sedangkan parkiran kawah putih masih 13 km lagi. Apa yang mau dilihat di kawah putih ketika malam? entahlah… Tiba-tiba kami melihat ada yang namanya Taman Kelinci di sebelah kiri jalan. Semua menjadi goyah, antara pengen belok atau terus jalan. Akhirnya dengan kesepakatan semua kita memutuskan belok aja. Baik buat anak-anak dan pantat penumpang yang udah panas.

IMG_20160709_165856

Semua senang, terutama Hisham yang sangat menggemari binatang seperti ini. Dia sibuk ngasih makan dan ngejar kelinci tanpa takut. Padahal bisa aja kepegang tahi kelinci. Saya mah udah pasrah aja, anaknya udah kegirangan susah dilarang. Pas mau balik karena udah malam aja pakai drama dulu, karena nangis kejer gak mau ninggalin kelincinya. Btw, kelincinya juga dijual loh, harganya sekitar 75 ribu.

Buat orang dewasa yang pengen nongkrong di sini juga tesedia kafe dengan pilihan minuman dan makanan fancy seperti kopi, milo dingin, sosis bakar, dll sambil liat macet dan dadah-dadah ke mobil yang lagi meraung-raung karena masih antri mendaki :)) Buat saya kafenya kurang menarik, buat yang lagi pacaran bolehlah… 
IMG_20160709_170907


Total kerusakan masuk ke area rumah kelinci  : Rp 15.000 (termasuk wortel). Anak bayi di bawah 2 tahun gak bayar.

Demikian perjalanan ke Kawah-putih-gak-jadi-nya. Cukup terobati dengan makan di Sindang Reret dan main di Taman Kelinci. Jika stuck menjelang Kawah Putih dan pengen puter balik mending mampir dulu ke sini biar gak miris-miris banget. Apalagi kalau bawa balita. Mereka bakal happy.

Selamat Idul Fitri ya manteman. Maaf lahir dan batin….