What do you like about your job? 

My friends…. 😀 I seldom to hang out with them, but if we communicate each other that will be fun.

Kadang kalau merasa udah bosan lagi di kantor, dan saya mencari-cari sesuatu buat menguatkan hati. Ini adalah salah satu yang menguatkan. 

Mereka adalah orang-orang yang jenaka sebenarnya. Paling tidak teman-teman yang tergolong seumuran dengan saya, yang masih muda-muda. Cieee muda. 

Karena saya merasa tidak pernah punya problem dalam pertemanan, saya jadi menikmatinya. 

Postingan ini pendek sekali X) 

Hal-hal yang dilakukan di kereta Commuter Line

Banyak yang bisa dilakukan di Commuter Line. Kebanyakan orang biasanya membuka social media atau aplikasi  chat (saya bukan ngintip loh ini).

Kalau yang lagi dapat duduk kebanyakan bisa tidur, tapi buat yang hampir selalu  berdiri seperti saya, harus mencari kesibukan yang lain karena kalau tidur pasti susah. Biasanya yang saya lakukan adalah :

Mendengarkan musik. Saya selalu memegang hp ketika naik kereta karena itu membuat rasa aman. Nah kalau lagi denger musik doang, itu biasanya kondisi keretanya udah sesak sekali sehingga yang bisa dilakukan cuma itu. Biasanya saya mendengarkan musik di aplikasi Spotify. Bisa dikatakan, pemakaian Internet terbesar saya setiap bulannya dikarenakan Spotify ini. 

Membaca buku. Saya suka membawa buku karena siapa tau saya punya kesempatan untuk membacanya.  Kalau buat dibawa-bawa gini saya suka bawa buku yang rada tipis. Tapiiiiii kalau lagi di commuter line yang lagi sesak, jangankan memegang buku, ngeliat hidung sendiri aja susah (emang susah kaleee). 

Membaca e-book. Saya punya beberapa file e-book yang tersimpan di hp. Menarik juga membaca e-book ternyata dan baru belakangan ini saya coba. Kita gak perlu bawa buku yang ukurannya relatif besar. Tapi mata musti teliti membacanya, beberapa e-book tulisannya kecil bingits.

Menonton film. Ini kesenangan saya sekarang, utamanya film serial yang digemari. Akhirnya saya punya waktu untuk menghabiskan film-film yang dari kapan tau saya pengen tonton. Menyesal juga kenapa baru sekarang saya lakukan. 

Film yang saya pilih biasanya serial detektif dan kartun. Karena kalau film dewasa takutnya ada adegan yang gak enakan buat diliat sama orang belakang yang biasanya lebih tinggi dari saya 🙈

Nulis blog. Kayak sekarang ini. Draft postingan ini saya tulis di kereta. Jadi di rumah tinggal nambahin aja kalau kurang. Seringnya nambah banyak sih… 

Itu yang biasa saya lakukan di Commuter line ketika berangkat dan pulang kantor setiap hari. Btw, kalau kondisi gerbong lagi lowong bisa juga kali sambil main ludo berpasangan kayak ini ya. 

Sekian dulu. Good night my friends… 

Lupa hari ini

Seperti sudah sering saya tulis di sini kalau saya pelupa, jadi mari ceritakan tentang kelupaan hari ini.

Nah kebetulan hari ini saya ada keperluan keluar rumah sehabis magrib sampai kira-kira pukul 9.15 malam sampai di rumah. Sesampai di depan pintu baru ingat kalau lupa bawa kunci.

Waladah. Suami juga karena ngelonin bocah pasti sudah tertidur. Akhirnya saya kebingungan. Pintu udah digetok, bel udah digoyang-goyang dan dipanggil-panggil dengan keras, gak nyaut. Apalagi kamar tidur berada di lantai 2. Ditelpon pakai cara konvensional dan dengan whatsapp call juga gak kebangun.

Udah hampir pasrah dan terduduk di atas motor. Sambil ngelamun mikirin rumah tetangga yang  mana yang bisa didatangi buat nginap barang semalam. XD

Akhirnya pergi ke belakang rumah. Aha ada tangga. Ada sikat kamar mandi dengan tangkai yang panjang pula. Sesudah geser-geser tangga yang lumayan berat ke arah jendela dan mengambil sikat kamar mandi, memukul jendela yang letaknya relatif tinggi.

Sesudah ketokan beberapa seri, akhirnya ada yang ngintip di jendela. Alhamdulillah. Suami bangun. Yaaay!

Begitulah….

Main kemana? 

Kemaren Sabtu kebetulan ponakan pada ke jakarta, dari Bandung. Ceritanya mereka dan Ibunya pada ngintilin Ayahnya yang ngasih seminar di UIN. Nah selagi mereka nungguin Ayahnya kelar dan kebetulan mereka memang menginap di Wisma kepunyaan UIN yang masih satu komplek, kita rencanakan aja main di Waterboom Situ Gintung di dekat situ. Tinggal jalan dari komplek pascasarjana UIN.  

Dengan berjalan kaki (dan ternyata cukup melelahkan), 2 orang ibu-ibu membawa empat orang bocah pecicilan. Modalnya Google Map doang. Akhirnya nyampe di lokasi. Penampakan luarnya kurang meyakinkan. Agaknya penataan  lingkungan parkirnya kurang diperhatikan. Banyak semak dan gak rapi. 

Dengan bayar Rp. 60.000 akhirnya masuk aja deh. Semua anak di atas setahun dihitung full. Sesampai di dalam ternyata tidak mengecewakan. 

Kesan pertama, rapi dan bersih. Banyak petugas yang selalu ada di pinggir kolam. Apalagi yang bertugas mengeringkan air di pinggir kolam. 

Kesan kedua, pengelolanya gak pelit. Banyak gazebo di pinggir kolam yang tersedia bebas, gak perlu bayar. Bahkan banyak yang membawa makanan dari luar. Kalau di tempat lain, seperti ini musti ngeluarin duit dulu atau sekurang-kurangnya musti order makanan. 


Wahananya lumayan banyak. Kolam yang diperuntukkan buat anak-anak juga lebih banyak, sehingga relatif merasa aman. Kadang saya cukup duduk di pinggir kolam mengawasi doang. Kolam dewasa hanya satu selebihnya kolam cetek buat main air. 

Wahananya pun terawat baik. Lantai kolam dari ubin yang oke dan tidak licin. Kecuali di beberapa area yang kontur kolamnya emang miring, itu gak boleh dipakai lari-larian. 

Sarana seperti mushala dan tempat mandi cukup memadai. Restorannya oke, terjangkau. Jadi bikin suka pesen makan :))) Yang kurang adalah tidak adanya tempat menitipkan barang-barang. Jadi  kalau gak ada yang standby buat jagain barang-barang, ya pede aja gitu barangnya bakal aman ditinggal. Kayaknya pengelola musti memperhatikan soal yang satu ini. 

Dan ada area di sebelah area kolam ini yang diperuntukkan untuk keperluan lain. Semacam outbound dan gathering gitu. Tempatnya apik. 

Ini aku udah kayak di-endorse ya?  😁 Aku orang yang mureee sih, kalau senang pasti aku ceritain. Pokoknya Kapan-kapan bakal ke sini lagi. 

Film apa yang terakhir ditonton?

La La Land. Barusan aja sih.

La La Land sebenarnya direncanakan untuk ditonton sejak jauh-jauh hari. Tapi permasalahannya saya selalu tertidur cepat di malam hari dan gak punya waktu untuk menonton di waktu lain.

Sebenarnya saya bukan penggemar film musikal. Film musikal yang terakhir ditonton adalah Whiplash (kalau memang ini dikategorikan film musikal sih). Tapi kalau drama dicampur dengan tarian dan nyanyian yang terakhir ditonton adalah Frozen (lah?). Film musikal favorit saya adalah Nine.  Omong-omong tentang Nine, salah satu Produsernya adalah Harvey Weinsten yang penjahat wanita itu. Setiap ingat dia, saya jadi kesel sendiri, Hih!

Aduh OOT ya.

Nah kenapa saya gak terlalu suka drama musikal? Karena adegannya selalu membuat saya merasa awkward. Salah sendiri sih, membayangkan kejadian seperti film itu di realita. Kan gak mungkin di kehidupan nyata orang sedang melakukan apa saja diselingi nyanyi sambil nari.

Tapi pada kenyataannya, selagi menonton ini saya tetap bisa menikmatinya.

Kenapa hari ini saya bela-belain menontonnya, gara-gara tadi sore bersama suami ngobrolin opening scene film ini yang memang bikin happy dan saya jadi bertekad menontonnya. Nah tentang opening scene film ini, kalau suka mantengin Oscar maka sudah tau lah ya kalau adegan ini diadaptasi pada opening Oscar di tahun La La Land dinominasikan, awal tahun 2017 ini kalau gak salah. Oscar memang menjadi sangat meriah. Film ini memang mendapatkan berderet nominasi dan memenangkan beberapa diantaranya.

Ini opening scenenya, biar ketularan happy. 😀

Film ini bukan hanya drama musikal yang cuma menonjolkan musik. Drama dan ceritanya juga diacungi jempol. Gambarnya cantik. Dan…pembelajaran hidup. Uhuk.

ponten : 7,5/10

Selamat Weekend! Yeeeeey!

Apa minuman favoritmu dan bagaimana kamu membuatnya? 

Kopi hitam. Saya selalu suka kopi hitam. Mau arabica, robusta atau apapun. Asal jangan terlalu asam.

Saya sebenar peminum kopi murah, kapal api saja sudah cukup membuat bahagia. Asal dimasak air mendidih dengan sedikit gula. Terkadang dengan agak banyak gula pun masih bisa saya minum, walaupun minumnya sambil mengernyit.

Tapi tentu saja saya senang sekali kopi dengan preparasi paripurna. Akan terasa beda enaknya. Makanya saya sangat menikmati minum di warung kopi dengan pilihan cara meracik kopi yang bermacam, saya akan suka menyicipinya satu persatu. 

Basically, saya suka kopi apa saja. Ini terlebih kepada butuh sih, karena kalau gak ngopi kok merasa ada yang kurang.

Omong-omong tentang cara membuatnya, karena saya adalah peminum kopi yang beli di warung. Halah… Ya gitu. Sendokkan beberapa sendok kopi ke cangkir (yang takarannya pakai feeling) dan seduh dengan air mendidih. Kasih sedikit gula. Selesai. 

Kalau tentang gula memang agak complicated buat saya. Saya suka kopi tanpa gula, tapi jika itu adalah kopi yang diracik dari kopi premium dan dengan pembuatan yang oke. Tapi kalau kopi sachetan saya selalu butuh gula.

Sudahkah kamu ngopi hari ini?