Bagaimana Mudik Tahun Ini?

Selalu yang jadi problem saya menjelang lebaran adalah bagaimana cara mendapatkan tiket pesawat yang “agak” murah untuk mudik lebaran. Iya, selalu begitu, setiap tahun. Jadi masalah tiap tahun dan selalu tidak belajar dari pengalaman #selftoyor. Akibatnya seperti sekarang, saya sedang memikirkan kalau ada waktu luang tentang apa solusi-solusi tentang masalah saya ini.
Diomelin udah sering tentang ini, hahaha. ya bagaimana ya. Saya ini peragu, eh bukan peragu ding, agak susah dalam hal mengantisipasi persoalan semacam ini. Bahkan saya baru benar-benar tau kapan cuti bersama lebaran selang beberapa hari ini. Jadilah semacam khayalan tingkat tinggi jika mengharapkan mendapatkan harga tiket pesawat yang manusiawi.
Kadang juga bukan cuma harga tiket yang tinggi yang ditakutkan, tapi juga kehabisan. Maklum perantau minang yang sangat banyak membuat hal itu sangat mungkin.
Apa biasanya yang saya lakukan kalau begini?
Pasrah, dengan keinginan pulang kampung yang sangat tinggi saya kadang menempuh segala cara untuk mewujudkannya, termasuk menguras dompet. Bagaimana lagi… #ihik. Padahal dengan harga pesawat PP Jakarta-Padang ketika mudik itu bisa membuat saya bisa bolak-balik di hari biasa. Ah sudahlah ya….

Penerbangan ke Bandara Terdekat selain BIM. Ini pernah saya lakukan. Jadi saya melakukan penerbangan ke Pekanbaru. Sesampainya di Pekanbaru saya nyambung dengan darat ke PadangPanjang. Ini lumayan ngirit karena memang penerbangan Pekanbaru relatif lebih murah dari ke Padang padahal lebih jauh loh jaraknya. Tapi resikonya membutuhkan waktu relatif lama sampai di Kampung. Pekanbaru-Padangpanjang bisa memakan waktu 4-5 jam.

Naik Bus Pulang Basamo, ah ini kalau beruntung banget jika kebetulan ada yang nawarin buat pulang basamo. Biasanya mahasiswa-mahasiswa rantau Jakarta atau Bandung yang suka bikin acara ini. Dulu sih beberapa kali saya suka ikut, cuma seiring pergeseran waktu dengan wajah semakin tidak mahasiswa lagi, gak pernah lagi ikut. Juga karna dulu adik saya masih mahasiswa di Bandung sih, makanya sering diajak dan sekarang dia udah lulus..hiks.

Naik Bus Angkutan Umum, ini yang paling menantang, menantang punggung tepatnya. bihik. Tapi sebenarnya saya suka naik Bus Umum begini, saya suka memandangi jalanan dan daerah-daerah yang saya lewati. Kalau malam tinggal tidur karena toh sebenarnya saya tidur di bus nyenyak-nyenyak aja. Cuma yang bikin saya agak berfikir panjang adalah karena membutuhkan waktu yang lama sehingga membuat spare waktu di kampung lebih sedikit. Iyalah, di jalan itu kira-kira 36 jam atau 2 hari 1 malam. Padahal saya selalu tidak senang meninggalkan kampung cepat-cepat. Tapi biasanya naik bus ini saya pastikan dulu saya bisa cuti panjang alias ngeborong semua cuti yang ada biar waktu yang tersedia lebih lama.

Kadang saya mengkombinasikan, misalnya mudik naik pesawat, balik naik bus. Atau pulang lewat Pekanbaru dulu, balik naik pesawat. Pokoknya hal-hal yang memungkinkan bisa dilakuin untuk bisa lebaran dengan gembira di rumah.

Jadi, lebaran sekarang mudiknya gimana ya? *gigit-gigit kuku*

9 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *