30 September itu adalah…

30 September 2009 Gempa besar 7,6 SR di Padang, sudah menghancurkan banyak bangunan, banyak harapan yang dibangun, menghancurkan hati dari sebagian orang yang ditinggal, menghancurkan sebagian besar perasaan orang minang melihat daerah mereka porak poranda terutama Ibukota yang mejadi simbol negrinya.
Kebetulan ketika gempa itu terjadi saya sedang berada di Kota Padang, dan merasakan sendiri goncangan yang terjadi. Melihat sendiri bagaimana bangunan mulai hancur berantakan, melihat sendiri bumi bergelombang seperti karpet yg sedang disibakkan debunya, melihat sendiri kepanikan orang-orang yang berlari menyelamatkan diri dari potensi Tsunami, melihat sendiri titik-titik kebakaran, melihat orang berlarian masuk sungai demi menyebrang karna jembatan yang penuh orang, melihat sendiri bangunan yang bablas, melihat kepanikan orang-orang mencari keluarganya yang terpisah. Ternyatapun bahwa gempa ini memang memakan banyak korban. Gempa itu terjadi di sore hari, sehingga korban memang kebanyakan berada di pusat-pusat kegiatan, di hotel, di tempat les, di Mall.
foto diambil dari sini 
Kota Padang sudah bergerak lagi sekarang, semua sudah beraktifitas selayaknya. Tapi sisa-sisa dari gempa masih ada. Beberapa bangunan masih ada yang berdiri dalam kondisi puing, walaupun banyak juga yang sudah dibangun baru. Ada bangunan yang ditempati lagi tapi tak banyak juga yang ditinggalkan.
Sudah 3 tahun berlalu dari peristiwa itu, tepat tadi siang adalah peringatannya. Mengingat betapa kita sangat kecil dan lemah, padahal Sang Pencipta sedang menyuruh buminya bergoncang sedikit saja. Membuat kita harus lebih bersiap-siap lagi dengan semua yang akan terjadi. Menghadapi bencana yang memang akan selalu datang, karena pesisir Padang adalah daerah yang akan selalu terancam gempa karna pergerakan lempeng di sepanjang lautnya.
Saya cuma bisa berharap pemerintah benar-benar memikirkan tentang betapa pentingnya perencanaan konstruksi, eh bukan cuma pemerintah. Semua yang punya bangunan. Menginginkan Pemerintah benar-benar memikirkan infrastruktur untuk evakuasi ketika Gempa datang. Berharap punya tim tanggap darurat yang mumpuni. Berharap semua warga Sumbar selalu mawas diri, selalu punya kewaspadaan yang tinggi. Selalu berdoa kepada Yang Kuasa.
Semoga Allah selalu melimpahkan keselamatan dan keberkahan untuk Sumatera Barat, untuk bumi kita.
Semoga Bumi Minang selalu bangkit sesudah jatuh itu..

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *