The Green Hornet, masih kurang menyengat...

The Green Hornet adalah cerita yang ingin saya tonton di Februari ini, tentu saja karena digadang-gadang akan menjadi film yang sangat menarik, dimana film merupakan adaptasi dari serial televisi yang sangat populer jaman dulu banjeet. Walaupun sejujurnya saya tidak mengikuti sejarah The Green Hornet ini, mengingat produksi film itu udah lama cuuy 😀
[![](https://i1.wp.com/3.bp.blogspot.com/_ft2guLgJppw/TUuiKEv1a8I/AAAAAAAAAho/3mh9kY9keAs/s320/green-hornet-tv.jpg?w=780)](http://3.bp.blogspot.com/_ft2guLgJppw/TUuiKEv1a8I/AAAAAAAAAho/3mh9kY9keAs/s1600/green-hornet-tv.jpg)
Beberapa hal yang saya ketahui dari film adalah bahwa pemeran Kato dulunya pernah diperankan oleh Bruce Lee yang akhirnya berhasil mengangkat popularitasnya di Holywood. Juga bahwa film ini memerlukan proses yang panjang dan berliku sehingga akhirnya dapat tersaji dengan manis di tahun ini.
 
Kesan saya sesudah menonton ini adalah “tak terdefenisikan” hueheheue penilaian yang *gak jelas* banget ya. Tapi ya bagaimana yaa, walaupun saya menonton dengan semangat, tetapi selalu merasa ada yang kurang di setiap aksi, jadi selalu merasa tidak terpuaskan. Seperti ada kalimat : “udah, segitu aja?!” di setiap scene.
[![](https://i1.wp.com/4.bp.blogspot.com/_ft2guLgJppw/TUuiKAo62TI/AAAAAAAAAhw/6iGBn-JaPSE/s320/Green-Hornet-Film.jpg?w=780)](http://4.bp.blogspot.com/_ft2guLgJppw/TUuiKAo62TI/AAAAAAAAAhw/6iGBn-JaPSE/s1600/Green-Hornet-Film.jpg)
Diperankan oleh Seth Rogen sebagai Britt Reid/The Green Hornetyang katanya juga ikut menulis naskah film ini, Reid adalah seorang “superhero dadakan” #halah, anak dari Pemilik perusahaan Media kaya-raya yang mendapat warisan harta berlimpah dari ayahnya yang meninggal tiba-tiba karna didiagnosa alergi sengatan lebah (ada yah alergi begitu).
Reid yang digambarkan seorang pemuda yang suka bersenang-senang dan tidak memiliki tanggung jawab, akhirnya berpikir untuk mewujudkan harapan waktu kecilnya untuk menjadi pembela kebenaran dan ingin punya eksistensi diri gitu. Si Reid ini digambarkan berwatak pecicilan orangnya suka ngomong, cerewet, ngalor ngidul.
Berteman dengan Kato yang diperankan oleh Jay Chou (penggemar drama asia pasti tau nih :)), kalo yang ini orangnya cool, gak banyak ngomong. Dia merupakan mekanis handal yang mampu menciptakan peralatan-peralatan yang dperlukan untuk mendukung aksi-aksi mereka.
 
Berlaku sebagai *pahlawan yang penjahat*, mirip-mirip Batman gitu kali yah. Yang keberadaan mereka menghakimi penjahat-penjahat jalanan kadang tidak disukai oleh sebagian kalangan. Hal ini juga dikarenakan ada aksi mereka di awal, yang menyebabkan mereka* terlalu berandalan* untuk di anggap pahlawan.
Cerita ini juga ditambah dengan semacam kisah intrik-intrik gitu deh. Ada beberapa bagian yang musti sedikit dipahami agak serius, pas bagian yang melibatkan kekorupan aparat negara, ada yang #menggayus gitu istilahnya 😀
 
Baru ini nih yang saya rasakan saya cinta sama pendampingnya superhero daripada superheronya sendiri. Entah kenapa, ada yang kurang dari Seth Rogen. Seperti kurang berkharisma atau kurang apa yah. Lucu sih, bikin ketawa, tapi tetap aja “kurang” :D.
Agak berbeda dengan Kato, yang walaupun di sini cuma berperan seperti *Robinnya Batman *dan kemampuan bahasa inggrisnya yang masih rada aneh**tapi justru karakternya lebih hidup, ditambah lagi dengan mempunyai skill yang lebih baik dari pada reid sendiri, Kato punya keahlian bisa beladiri, bisa bikin peralatan keren-keren dan bisa bikin kopi enak #ihik.
 
Sebenarnya satu hal lagi yang membuat ekspektasi saya berlebihan adalah, Sang Pemeran Antagonisnya yaitu Christoph Waltz yang berperan sebagai Benjamin Chudnofsky. Waltz yang sudah memberikan penampilan ciamiknya di Film Inglourious Basterds yang mendapat pujian dan penghargaan, agak mengecewakan di sini karena menurut saya karakter yang diberikan tidak terlalu kuat, seperti semacam pemain figuran karena kurang mendapatkan porsinya, malah dengan aksi-aksi konyol yang bikin *gubrak!.* walaupun sebenarnya aktingnya sudah cukup baik loh, masih dengan gaya nyebelin sok cool gitu.
 
*Cameron Diaz berperan sebagai apa cit?* aksesoris! yah cuma pemanis doang sih. Dan juga untuk menambahkan unsur cerita cinta segitiga antara Reid, Lenore dan Kato yang akhirnya jadi penyebab konflik yang akan menguji persahabatan Si Green Hornet ini dengan Pendamping setianya itu. Selepas itu, ya gak punya peran yang berarti, mungkin maksudnya buat nambahin yang bening-bening, bosen juga kali liat film isinya cowok semua 😀
 
Mudah-mudahan film ini nanti akan tersaji lebih nikmat, lebih ngena, karakter Ried dan Katonya lebih memikat serta bisa lebih memuncul karakter-karakter lain yang menarik. Dan terutama cerita yang ditampilkan bisa lebih bikin greget. Dan mudah-mudah bisa bikin kita bertepuk tangan sesudah menontonnya… The Green Hornet, kamu pasti bisa.. aku padamyyyu..