The Boy in The Striped Pajamas

[![](https://i1.wp.com/3.bp.blogspot.com/_ft2guLgJppw/TUjs5CqI_HI/AAAAAAAAAhg/ejAY5g6Aayc/s320/boy_in_the_striped_pajamas.jpg?w=780)](https://i1.wp.com/3.bp.blogspot.com/_ft2guLgJppw/TUjs5CqI_HI/AAAAAAAAAhg/ejAY5g6Aayc/s1600/boy_in_the_striped_pajamas.jpg)
Film yang merupakan adaptasi dari sebuah buku yang populer karya John Boyne, berdasarkan kepopuleran bukunya lah saya ingin menonton fillmnya. Namun karna belakangan diberodong oleh film-film box office, saya pun sempat melupakannya walaupun akhirnya berhasil menonton film ini dengan sempurna.. #halah.
[![](https://i2.wp.com/4.bp.blogspot.com/_ft2guLgJppw/TUjsmCENfZI/AAAAAAAAAhY/OzXzwGxTnWY/s320/478_872.jpg?w=780)](https://i0.wp.com/4.bp.blogspot.com/_ft2guLgJppw/TUjsmCENfZI/AAAAAAAAAhY/OzXzwGxTnWY/s1600/478_872.jpg)
Film ini mengisahkan tentang seorang anak berumur 8 tahun bernama Bruno di zaman rezim pemerintahan Hitler, dimana disini diceritakan bahwa dia adalah anak dari seorang komandan pasukan nazi yang dipindahkan untuk bertugas menjaga sebuah kamp penampungan tahanan Yahudi. Bruno yang tidak mengetahui tentang apakah tujuan dari kamp penampungan itu, berpersepsi bahwa bangunan yang selalu dia lihat dari jendela kamarnya itu adalah semacam pemukiman penduduk petani. Tentu saja sang anak dijaga dari semua fakta-fakta perang tersebut oleh kedua orangtuanya.
Ketidaktahuannya terus berlanjut seiring dengan keinginannya untuk berpetualang dan mencari teman selepas kepindahannya dari kota asalnya, sehingga petualangannya berakhir di batas pagar kamp penampungan tersebut dan menyebabkan dia bertemu dengan shmuel si anak laki-laki berpiyama garis-garis. Shmuel menjadi satu-satunya teman akrabnya, pertemanan itu dilakukan dengannya dengan sembunyi-sembunyi karena sikap protektif ibunya.
Kita bisa merasakan betapa di benak Bruno selalu berkecamuk berbagai macam pertanyaan, tentang apa yang terjadi di balik pagar kawat kamp itu, juga tentang apa yang ayahnya lakukan dalam pekerjaannya, walopun ayahnya selalu menekankan tentang tugasnya membela negara, serta tentang kenapa shmuel selalu memakai baju piyama bergaris-garis.
Film ini juga diselingi cerita-cerita tentang dilema-dilema, antara apakah seseorang harus mengikuti hati nuraninya atau mengikuti tuntutan lingkungan. Juga mengetengahkan tentang cerita kekejaman jaman perang yang menelan banyak korban dan betapa anak-anak tidak bersalah sering juga menjadi korban. Juga tentang betapa fatalnya akibat dari ketidak tahuan.
Endingnya lah yang menjadi raja dari film ini, disinilah sentuhan yang tak terlupakan dan emosi anda akan di obok-obok dengan tak terkira. betapa sesudah menontonnya, saya sempat tercenung dan speechless.. Touching bangeet deeeh.. (jangan spoiler cit..jangan spoiler ciittt..).
Silahkan ditonton saja, agar anda bisa merasakan rasanya dan tidak rusak oleh cerita-cerita saya 😀
Film ini saya nilai 5/5. Dari segi cerita, akting-akting pemainnya dan lain-lain dan lain-lain..
So, selamat menikmati 😀