Tentang Kehamilan Ini

Iya, saya sedang hamil. Alhamdulillah udah masuk kandungan 6 bulan. Ketika awal-awal kehamilan sebenarnya saya punya banyak pikiran random. Senang bahwa ternyata saya punya calon bayi dalam dalam perut ini. Memang saya senang dengan anak kecil, suka ngeladenin tingkah mereka, cendrung sabar ngurusin keperluannya dan menikmati berinteraksi dengan anak kecil. Tentu saja ini pengalaman dengan sepupu yang kecil dan ponakan-ponakan saya yang banyak.

testpack

Ketika pertama kali tes kehamilan sendiri, saya sangat takjub. Takjub akhirnya saya bakal dikasih kepercayaan sebesar ini. Bahwa ada makhluk kecil dalam perut dan dia akan mendompleng di sana 9 bulan ke depan.

Juga deg-degan tentang apakah benar-benar bisa saya mengatasinya, apakah ketika saya mengurus anak sendiri saya akan setangguh itu. Beda dengan ngurusin ponakan. Kalau ngurus ponakan saya masih bisa santai karna toh status saya adalah “bantu-bantu”, tanggung jawab sepenuhnya tetap sama emak-bapaknya. Tapi ketika saya udah punya bayi sendiri tentu jadi tanggung jawab saya dan suami 100%. Pikiran saya dipenuhi tentang  bagaimana kesehatannya, pendidikannya, kondisi emosionalnya dan lingkungannya yang tentu saja ditentukan oleh kondisi kami berdua. Ngeri gak sih? :p

Bagaimana nanti pendidikannya, apakah saya bisa memenuhi semua yang dia butuhkan. Bagaimana nanti teladan yang akan saya berikan, apakah sesuai dengan tuntunan. Bagaimana pengajaran yang saya berikan, apakah sesuai perkembangan jiwanya. Bagaimana semua kebutuhan hidupnya, apakah bisa saya penuhi dengan optimal. Bagaimana perkembangan psikologisnya, apakah sesuai yang diharapkan. Semuanyaaaaa pokoknya.

Galaunya? ada. banyak. Sudah setua ini saya memang masih dihinggapi pikiran ingin berkelana kemana-mana. Bisa bebas impulsif  pakai kaos, jeans dan sneaker kemudian jalan ke suatu tempat. Menikmati segala hal tanpa perlu mikir apapun. Pokoknya apapun atas nama hura-hura #halah. Pun ketika punya suami saya merasa lebih ada privilege untuk jalan-jalan ke tempat yang akan nyaman jika ada temannya. “Aduh pengen jalan-jalan ke sana deh” adalah celetukan yang sering keluar dari mulut saya. Biasanya suami cuma nyautin* “iya nanti kita jalan-jalan bertiga”. *Untungnya dia udah paham dengan saya, jadi kayaknya jawabnya udah semacam template aja :p

Itulah yang saya rasakan ketika tau hamil, Intinya campur aduk. Tapi tetap saja keinginan untuk melihat dia lahir itu mengalahkan perasaan apapun. Dan saya bertekad bahwa kami akan menjadi orang tua yang keren. Saya sudah tidak sabar melihat dia lahir. Nanti saya akan berusaha ajarkan dia banyak hal, saya akan ajak jalan-jalan keliling dunia, saya akan ajarkan mengaji, saya akan limpahkan dengan banyak buku, saya akan ceritakan kepadanya tentang orang-orang bersejarah, saya akan membuat dia penasaran dengan banyak hal, saya akan biarkan dia mengekspolari alam. Iya. Saya pasti gitu. Kami pasti jadi orang tua yang keren. kepal tangan ke udara

Doakan semua lancar dan dia sehat ya teman-teman 🙂

catatan :  postingan pertama tentang kehamilan 😀