Tentang Cita-cita

Memasuki tahun baru adalah berarti merayakan anniversary pernikahan mengingat saya dan suami menikah di awal tahun. Dan tahun 2015 ini adalah aninversary yang pertama. Ihiiiiy.

???????????????????????????????

Dan mumpung masih bulan Januari dan masih tanggal belasan, pengen nulis tentang tahun baru kayak orang-orang.

Rasanya tahun ini pikiran bakal banyak cabangnya. Kalau dulu cabangnya ke urusan kegalauan #pret. Sekarang banyak hal real yang mesti dipikirin. Belum lagi keinginan-keinginan yang ingin dicapai, semacam cita-cita kecil.

Mikirin calon bayi, yang insyaAllah bakal lahir akhir bulan ini atau awal bulan depan. Banyak hal yang terpikirkan tentang dia sampai muter-muter terus di kepala. Tapi dalam waktu dekat ini targetnya pengen liat dia lahir dengan sehat aja dulu udah, walaupun sesudahnya bakal dihadapi dengan pemikiran lain yang serta merta datang. Tapi yang belakangan sedang dicoba tepis aja. Ntaaar ajaaaa mikirnya entaaaaaar…..

Pengen nambah skill yang kayaknya bisa bikin fikiran sedikit fresh. Sekurang-kurangnya memantapkan Autocad atau kemampuan menggambar teknik yang lain yang selalu ketunda belajarnya. Saya memang pemalas sih. Oiya, juga kemampuan bahasa inggris yang masih gitu-gitu aja.

Pengen mikirin rumah, pengen punya dulu abis itu mengelola isi-isinya. Mbuh duitnya dari mana hahahaha. Yah namanya juga cita-cita. Berdoa aja bisa punya duit lebih dan rejeki tahun ini datang aja di depan pintu. Yakali. Pengen banget deh ngedisain rumah kayak di artikel-artikel properti gitu walaupun tau itu mah ujung-ujungnya duit, tapi sambil dipikirin siapa tau bisa terwujud, ala-ala DIY aja. Boleh minta aminnya sodara-sodara? Amiiiiiiinnnnnnn!

Sedikit punya dedikasi ke kantor boleh juga kali ya. Setelah selama ini ke kantor kayak mau ketemu tukang kredit, gak ada semangat-semangatnya, Selama ini ke kantor ngerjain kerjaan semacam ngelepas utang doang. kerjaan kelar trus pulang. Tapi tahun ini mungkin bisa dipikirkan apa goal yang bisa dicapai. yah sekurang-kurangnya bisa memanfaatkan kantor buat keperluan diri sendiri. Eh gimana? Yah maksundnya sambil kerja sambil meningkatkan kemampuan apa gitu. Siapa tau dikasih diklat yang bisa nambah-nambah ilmu. Ini semacam hayalan tingkat tinggi juga sih, tapi ya namanya juga keinginan.

Sekolah lagi mungkin akan jadi keinginan beberapa waktu ke depan. Tahun kemaren pernah iseng coba ikutan tes-tes program beasiswa gitu, tapi karena ikut tes nya dadakan tanpa persiapan jadinya tanpa usaha maksimal. Semoga tahun ini pemerintah yang baru gak menghapus program-program beasiswa yang udah ada jadinya bisa fokus ke situ dan mudah-mudahan kantor juga mendukung sih. Kalau enggak, tauk deh.

Sekian postingan di awal tahun. Selamat tahun baru. Semoga tahun ini kita tetap bahagia dan rahmat tuhan berlimpah. Babaaaay!