Tak Berdaya

Salah satu problematika domestik rumah-rumah di Jakarta adalah merajalelanya mencit atau tikus. Dan salah satu problematika saya adalah jika melihat ulat bergerak dan tikus dalam kondisi mati. Selain itu juga geli liat cicak, kadal, lintah, cacing (jiah banyak banget). Kalau tikus yang berlarian di pinggir jalan itu masih bisa saya tolerir.
Alkisah itu yang terjadi di rumah beberapa hari kemaren, ada tikus hampir mati yang sepertinya disebabkan nenek lagi kalap menyemprotkan baygon yang banyak ke udara sehingga sang tikus tak bisa bertahan dalam udara beracun. Dia terkapar pingsan hampir mati di ujung karpet di kamar, ciyan. Kejadiannya tengah malam, ketika saya sedang asik-asik di kamar tempat saya tidur mendengar nenek berteriak dari dalam kamarnya karena melihat makhluk berbulu amit-amit itu.
Apa yang kami lakukan? Tak berdaya. Nenek tak berdaya karna badannya tak kuat lagi buat mengambilnya dan matanya yang tidak bisa melihat persis kondisi tikusnya, dan saya yang tak berdaya karna melihatnya saja merinding blingsatan. Akhirnya kami cuma berdiri di ujung karpet satunya memikirkan kemungkinan-kemungkinan apa yang musti dilakukan. Walaupun saya sadar bahwa nenek sedang berfikir betapa cemennya saya.
Akhirnya dengan sedikit tega saya menggedor-gedor kamar om yang tentu saja sudah terlelap tidur dengan resiko menghadapi muka kusutnya sambil megangin pengki dan saya kabur ke kamar lagi.
Selanjutnya tertegun menghadapi kegagalan saya sebagai perempuan perkasa.
Drama habis. End.
[![](https://i0.wp.com/lh4.ggpht.com/-X-gdWt1Wfxs/Uefzq289Y1I/AAAAAAAAhfE/_YaKibhmAzY/s640/9k%25253D-1.jpeg?w=780)](https://i2.wp.com/lh4.ggpht.com/-X-gdWt1Wfxs/Uefzq289Y1I/AAAAAAAAhfE/_YaKibhmAzY/s1600/9k%25253D-1.jpeg)