Selamat Jalan Bapak AM Fatwa

Alkisah, saya tidak pernah berniat nyoblos ketika pemilihan anggota dewan kecuali di satu waktu ketika saya liat ada wajah AM Fatwa di lembar sosialisasi pemilu anggota fraksi DPD Jakarta. Iya, saya liat mukanya di lembar pemilihan dan saya coblos dia. Sesudah dan sebelum itu tak pernah.

Innalilahi wa innailaihi rajiun, akhirnya beliau pergi menghadap Yang Kuasa. Semoga perjuangan dia untuk Indonesia mendapat balasan-Nya.

Mengenang masa reformasi ada 3 orang yang selalu saya ingat, walaupun saya tidak mengecilkan tokoh yang lain dan para mahasiswa yang berjuang waktu itu, yaitu Pak Amien Rais, Pak Abdilah Toha dan Pak AM Fatwa. Mereka adalah orang yang menurut saya sangat berintegritas, mungkin itu sebabnya saya mengaguminya, bahkan sampai sekarang. Buat yang tau Pak Fatwa bakal tahu betapa tanpa kenal lelah dan tanpa rasa takut dia menyuarakan apa yang menurut dia patut disuarakan. Dengan senapan dia tidak takut apalagi cuma sekedar dijebloskan ke penjara.

Banyak cerita-cerita beliau yang sudah dikisahkan, dan pula dibukukan. Semoga itu akan menjadi pengingat buat orang-orang tentang betapa gigihnya beliau menyuarakan amar ma’ruf nahi mungkar. Selamat Jalan wahai Bapak sang Pemberani. Semoga amalnya diterima Allah…