Selamat Datang Kembali Bu Sri!

Menteri di era Pak Jokowi berganti lagi, untuk yang kedua kalinya. Ini gambarnya, saya ambil dari detik.com ya :0b712f91-823e-478f-b155-780b941eb504

Kesan saya? lumayan berkesan. (Testimoni uwopoo iki)

Saya memang gak terlalu peduli dengan huru-hara Pilpres, Pilkada, tapi selalu antusias dengan pergantian menteri. Mungkin karena pada beberapa hal langsung kena ke kehidupan sendiri. Karena biasanya kebijakan mereka cendrung lebih praktis. Pas nonton siaran reshuffle di tv, di kepala seperti ada yang nyautin presiden lagi manggil menterinya : “Yay” “Nay” “Yay””Yay” “Nay”. Ah tapi biarlah, rakyat gaboleh protes, ntar dibilang haters.

Buat saya, Anies Baswedan masih terlalu bagus untuk cepat diganti. Walaupun ada beberapa kebijakan dia yang masih dipertanyakan keefektifannya, tapi secara umum masih memuaskan. Dan diantara menteri yang diganti, dia yang menurut saya terlihat komitmennya buat memajukan instansinya. Masalah ada yang setuju dan gak setuju,yah namanya juga hidup.

Satu lagi yang mengecewakan saya buat diganti adalah Rizal Ramli. Bisa dibilang saya ini penggemar beliau. Orang lain mah pada suka dengan pergantiannya, karena katanya suka bikin gaduh. Mehehehe. Saya senang aja kalau ada yang punya track-nya sendiri seperti dia. Biar dunia ini gak “gitu-gitu” aja isinya :p

Yang paling bikin saya happy keluar dari kabinet adalah Yuddy Crisnandi. Para pegawai negeri pasti paling ngerti lah perasaan saya ini, hahahahaha.

Yang paling fenomenal dari reshuffle ini tentulah dengan kembalinya Ibu SMI. Pro dan kontranya buanyaaaaaaak banget. Tapi saya selalu mengapresiasi orang jenius ini. Yang saya harapkan dari dia adalah bisa ngabisin hutang negara, bukan nambahin. Semoga ya bu…semogaaaaaaaa…. (nyanyi lagu Kla)

Luhut, Wiranto, Puan (yang masih kokoh itu), Archanda Tahar, Sudirman said…ah sebenarnya saya punya kesan dari mereka masing-masing. Tapi karena urusan saya dengan boss dan kerjaan di kantor juga ribet mulu, biarkan lah saja mereka dengan urusannya.

Yaudahlah bapak-bapak dan ibu. Selamat bekerja. Buat kami merasa senang mendapatkan kalian dalam susunan orang-orang penting itu ya. Jangan keseringan paka i vooridjer kalau cuma buat urusan pulang kantor doang, nyebelin tauuuuk. Biar kita merasa sehati, sama-sama macet.

Selamat bekerja..kerja…kerja!