Saya Suka Sekali LSA Polda Metro Jaya

Mau semalas apapun sama birokrasi dalam mengurus dokumen yang berhubungan sama kependudukan atau kepemilikan barang (yang musti dipajakin), toh tetap harus dijalani juga. Mengurus KTP, NPWP, bayar pajak, apalagi ya? Yah banyak lah. Berhubung kendaraan di rumah dibeli pakai KTP saya, maka sayapun harus ikut serta mengurus pajak dan perpanjangan kepemilikannya. Dan kebetulan juga perpanjangannya sudah telat lebih dari setahun :p

Awalnya saya dan suami (dan ditemani anak bocah) memutuskan akan membayar pajak kendaraan ini di Kantor Samsat yang ada di Mall Gandaria City. Sesudah nungguin kantornya buka, selanjutnya kita bisa mengisi formulir pendaftaran yang diisi dengan lengkap dan dilengkapi fotokopi STNK, BPKB dan KTP. Ketika memasukkan berkas ke dalam box yang ada di depan bapak petugasnya, jangan lupa dilampirin STNK, dan KTP asli. Urutan dokumen dalam box adalah urutan antrian. Jadi, gak ada nomor antrian dan silahkan tunggu panggilan dengan pengeras suara dari petugas.

Ketika akhirnya dipanggil petugas tidak cukup lama, ternyata dianya cuma bilang “ini musti dibayar di kantor pusat karena telat lebih dari setahun. Ke loket SKP ya”. Sambil ngasih tulisan di formulirnya “LOKET SKP” pake spidol merah. Ahelaaaah ternyata salah tempat, padahal udah antri gini dyeeeh, walaupun ngantrinya gak lama. Untungnya formulir yang dipakai sama aja di semua kantor Samsat, jadi kayaknya kita gak perlu ngisi-ngisi lagi.

Dan saya bertiga cuuuus ke Komdak, Markas Polda Metro Jaya. Yang untuk kepengurusan begini punya kantor Pelayanan Satu Atap, jadi kita langsung tau kantor yang dituju.

Memasuki kantor ini kita akan diperiksa barang-barangnya, termasuk berkas yang akan kita urus juga bakal langsung disuruh perlihatkan. Kayaknya untuk meminimalisir calo untuk hal-hal seperti ini.

Saya langsung ke lantai loket SKP untuk mendapatkan Surat Ketetapan Pajak. Karena telat bayar, kena denda dong yaaaa. Loket ini juga sekalian dengan pembayaran asuransi Jasa Raharja. Saya baru ngeh kalau Jasa Raharja itu wajib dibayar. Lha wong kwitansinya pembayarannya aja dicetak di sana, jadi gak bisa di-skip. Tapi gapapala, buat kebaikan kita juga sih yang namanya asuransi. Abis petugas Jasa Raharja bikinin kwitansi, silahkan lanjut ke kasir pembayaran, presented by Bank DKI. Ingat ya, kalau gak punya atm card bank DKI, maka bawalah uang tunai yang banyak karena mereka gak terima gesek selain bank itu. Saya sampai nyari duit selipan dimanapun biar cukup bayar. Karena kebiasaan apa-apa digesek jadinya gak pegang duit banyak. Antri di bagian ini gak terlalu lama, cepet aja karena yang ngantri memang gak banyak dan petugas juga gak menunda-nunda pekerjaan. I love it.

Setelah lunas bayar untuk Surat Ketetapan Pajak bisa langsung ngurus perpanjangan STNK di lantai 4. Antri dulu dengan cara memasukkan dokumen pengurusan seperti sebelumnya. Tinggal nunggu dipanggil untuk dibuatkan kuitansi pembayaran perpanjangan. Setelah dipanggil, bayar sesuai yang ada di kuitansi di kasir Bank DKI (dengan lagi-lagi mengais-ngais dompet mencari uang tunai), bayar dan tunggu dipanggil oleh loket selanjutnya.

Gak perlu memasukkan dokumen ke loket manapun, karena loket pembayaran akan langsung meng-forward dokumen ke petugas selanjutnya yang akan menerbitkan STNK baru. Dan tidak menunggu lama lagi, loket di sebelah loket kasir itupun memanggil dan menyerahkan STNK yang dimaksud sambil berkata “sudah selesai, silahkan pulang”. Makasih Paaaak, you are rock! \m/

Karena birokrasi yang gak terlalu ribet, saya mengapresiasi Layanan Satu Atap di Polda Metro Jaya ini. Tidak perlu menunggu lama dan sebelum jam makan siang udah selesai. Jadinya saya bisa main ke mall dulu sebelum pulang ke rumah #apeu.

Tips and tricks :

  1. Bawalah pulpen sendiri untuk mengisi form yang harus diisi, biar gak perlu mengantri pulpen dengan para peserta antrian perpanjangan STNK yang lain. Mempercepat waktu pastinya.
  2. Persiapkan dokumen asli yang dibutuhkan yaitu KTP, STNK, SKP dan BPKB
  3. Fotokopi masing-masing dokumen asli tersebut yang akan dilampirkan bersama formulir isian.
  4. Bertanyalah kepada petugas setiap sesudah mengikuti tahapan yang dilewatin, biar gak nyasar dan gak bengong.
  5. Jika bukan nasabah Bank DKI, bawalah uang tunai. Yang banyak jika ternyata gak tau bakal bayar berapa alias belum cari tau dulu.
  6. Jangan sampai telat bayar pajak motor, biar gak ribet dan bisa perpanjang STNK di kantor Samsat terdekat, gak perlu ke kantor pusat.
  7. Jangan pakai calo karena sesungguhnya pengurusan ini gampang banget dan gak ribet. Petugasnya juga ramah dan responsif.

Demikian pengalaman saya mengurus pembayaran pajak kendaraan dan perpanjangan STNK. Mudah-mudahan sharing ini bisa jadi info yang berguna.

Selamat senin!