Hilma's notes

(curhat) Tentang Bahasa Inggris

Punya suami yang jago bahasa inggris membuat saya seorang istri yang gak bisa pasif berbahasa inggris jadi gak punya malu lagi bertanya tentang kata atau kalimat yang bahkan merupakan pertanyaan begok sekalipun. Lha mau malu gimana, doi udah tau banget kok, gak usah ditutup-tutupin lagi. hahaha. Untungnya dia sabar aja buat jawab, udah biasa kali ya jadi mukanya lempeng aja. Udah jadi pertanyaan rutin buat dia mendengar celetukan saya “Ini ngucapinnya gimana siiiih?...

Kol Orak Arik yang Praktis

Dari sekian banyak jenis tumisan, saya paling suka dengan tumis kol orak-arik. Selain gampang bikinnya dan rasa sayuran juga menjadi lebih gurih ketika ditambahkan dengan telur itu. Biar gaya, saya mau blog kan aja ya :p Ini karena saya biasanya bikin buat berdua doang, jadinya bahannya dikit aja biar gak mubazir. Buat yang bikin banyak silahkan disesuaikan. Bahan : Kol 1⁄2 Buletan Wortel 1 buah Telur Ayam 1 butir Ebi 1 sendok makan (sesuai selera) Bawang putih 1 siung geprek aja....

Gugling, Try and Taste

Sebenarnya untuk beberapa masakan standar saya sudah bisa, masakan standar itu seperti bikin lauk-lauk balado, gulai, oseng-oseng, tumisan dan beberapa hal yang saya temukan di meja makan keluarga. Selain memang saya sudah terbiasa nemenin nyokap di dapur kalau pulang kampung, saya juga tau bumbu-bumbu dasar untuk membuat itu. Tiap hari saya biasakan memasak 2 masakan, satunya yang ada lauk utama seperti ikan, ayam atau telur dan satu lagi resep sayur. Maklum Tuan Suami suka sayur....

Mr Perfect & Mrs Messy

Ketika dua orang telah memutuskan untuk menikah, maka yang ada selanjutnya adalah satu. Satu keluarga. Satu kebahagiaan. Satu kesedihan. Satu kesempurnaan. Satu kekacauan. Semuanya tersaji dalam satu piring, piring rumah tangga. Ada masanya di mana isi blog ini dituliskan hanya oleh satu orang. Dan sebagaimana sudah dibaca sebelumnya isinya adalah tentang pernikahan dan tetek bengeknya. Dari satu sisi. Kini acara pernikahan itu telah usai. Dan seiring usainya acara satu sisi tadi telah melebur dengan satunya lagi....

Madu dan Lebah

(judul apa itu?) Honneymoon memang ga penting, tapi penting untuk modus jalan-jalan. Hahaha. Eh, honeymoon penting ding, pokoknya penting aja… kapan lagi bebas nduselin suami secara di kos gak seru. Pokmen buat newly-wed, kosan itu gak akomodatif banget deh :p Nah, saya sudah merencakanan ke Bali bersama iPul. Kenapa ke Bali? Karena duitnya gak ada sebenarnya mau ke London atau Venesia (cuih!) cuma ternyata saya belum ngurus passport juga. Iya..iya..saya wacana doang mau bikin dari kapan tau....

Tentang Foto Post-Wedding

Saya memang tidak berniat untuk foto pre-wedding, selain sibuk (pret!) juga karena Bokap agak gak seneng kayaknya, saya juga gak minat sih :p Jadinya saya melakukan hal yang lain yaitu…tadaaa…Foto Post-wedding. Sebelumnya kita sempat ngomongin mau foto-foto abis nikah biar lucu aja. Terus memikirkan bagaimana fotonya akan diambil. Ipul sih yang mengingatkan terus tentang ini. Ketika ipul bilang pakai sepeda, saya baru ingat bahwa sepupu punya koleksi sepeda ontel beberapa biji....

The Tuxedo

Nah, sekarang saatnya ipul bikin jas, memang urusan jas adalah urusan paling gampang dari semua tetek bengek nikahan ini. Udahlah urusan paling gampang karna yang namanya jas kan gak seribet kebaya ya, trus dapat tempat bikinnya juga yang paling praktis. Ini juga dapat referensi dari internet. Nemu tempatnya http://busana-pria.com/ yang adanya di Metro Pasar Baru. Sesampainya kita di Pasar Baru langsung disambut mas-mas tailornya. Tempatnya dipenuhi kain buat bahan pria pada umumnya, walaupun ada juga beberapa gelondong bahan kain perempuan....

Segala Rupa tentang Paket Baralek

Katering adalah hal yang paling horor menjelang sebuah resepsi, ya gak? mengingat bahwa yang bakal diingat di kawinan itu adalah bisa-tidaknya tuan rumah menyajikan masakan yang okeh buat tamu, bahkan kadang penganten kalah pamor dengan si katering ini. Saya udah berpengalaman waktu ngurusin pernikahan kakak perempuan saya dulu dan tau banget gimana pusingnya masalah katering. Waktu itu memang nyokap cuma memakai jasa tukang masak dan peralatan yang dipinjam ke PKK dan kepunyaan sendiri, dan walhasil saya migren dibuatnya....

Bagaimana Penataran Pra-nikah Itu?

Pada tau gak kalau mau nikah itu ada yang namanya “screening” di KUA tempat kamu akan mencatatkan pernikahanmu itu nanti? Saya udah tau dong… *naikin kerah. Screening atau penataran pra-nikah ini saya lakukan sehari sebelum akad nikah, beda sama calon pengantin yang lain yang melakukannya biasanya seminggu sebelumnya. Maklum anak rantau yang datang ke tempat nikah udah mepet hari, hehehe. Sebenarnya masalah nikah ini agak drama juga, gara-gara pas hari yang sudah direncanakan (pun sudah dituliskan di undangan) yaitu tanggal 3 Januari tenyata bertepatan dengan Hari Amal Bakti Kementrian Agama yang menyebabkan KUA yang juga berada di bawah naungan Kementrian ini musti menunjukkan bakti kepada Instansinya dengan upacara ke kantor daerahnya (adanya di Batusangkar) dan melakukan anjang-sana-sini ke beberapa lembaga sosial, sehingga mereka maunya pernikahan saya dimajuin jadi tanggal 2 Januari, sehari sebelumnya....

Menjemput Panduko Rajo

Manjapuik marapulai adalah acara menjemput calon pengantin pria ke rumahnya oleh keluarga calon pengantin wanita untuk besoknya dipersandingkan di pelaminan. Ini adalah salah satu acara yang sangat penting sebenarnya dalam rangkaian acara baralek-resepsi di Minang Kabau. Biasanya kalau ada yang bilang “laki-laki” dibeli di beberapa daerah di minang, maka di acara inilah “transaksi”nya berlangsung (kasiaaan deh :p), untungnya di daerah saya gak ada acara beli-belian pengantin laki-laki begitu. Karena ipul jadi menantu seorang yang masih mikirin acara adat yang penting ini, mau tak mau dia musti mengikuti acara ini....