Hilma's notes

Nr8 : A Friend

Saya akan bercerita tentang teman SMA saya. Namanya Hakim. Dia adalah teman dekat saya selain Fikri, teman saya yang satunya. Sebenarnya Hakim ini pernah satu SD dengan saya, tapi entah karena dia (atau orangtuanya) visioner, dia akhirnya pindah ke SD yang lebih ke kota dan lebih favorit. Kenapa visioner? karena tentu saja dengan pindah ke SD di kota itu akan membuat dia gampang melanjutkan ke SMP favorit di kota itu juga....

Nr7 : The Best Mile

The best mile? Mungkin buat saya, bisa melalui ujian seleksi beasiswa Bappenas dan bisa selesai kuliah tepat waktu adalah pencapaian terbaik sejauh ini. Sangat biasa ya? :))) Saya ini tidak punya impian yang bombastis dan muluk-muluk. Bisa terus nambah pendidikan saja sudah senang. Mungkin di lain waktu ada niat lagi mau lanjutin S3, kalau ada kesempatan. Makanya bisa menyelesaikan S2 kemaren adalah “best mile” buat seorang perempuan tidak ambisius seperti saya ini....

Nr6 : A Family Member

Hmm….menceritakan A Family Member? Siapa ya? Mungkin kakak saya saja. Kakak saya satu-satunya. Dari kami berempat bersaudara, kakak atau yang biasa saya panggil Uni ini adalah sosok yang paling sering berantem dengan saya di waktu kecil. Kalau dengan si adik, saya lebih ke berdebat, kalau sama si uni, berantem abiiiiz. Saya dan dia itu berjarak setahun doang, kebayang kan posisi saya itu seolah bayangan saja. Baju saya dan dia selalu kembar, kalau gak ya lungsuran :)) Saya selalu berada di sekolah yang sama dari TK sampai Tsanawiyah....

Nr5 : Childhood Memory

Mungkin saya bercerita garis besarnya saja, apa memori waktu kecil yang masih berkesan. Keluarga saya, yah seperti keluarga biasa kebanyakan saja. Bapak PNS guru. Yang namanya PNS jaman orba sih gaji sangat pas-pasan. Beberapa bulan sesudah dia diangkat pegawai, dia pun dipindahkan ke daerah yang agak pelosok. Di daerah pelosok ini, walaupun sangat kampung tapi berkesan sekali buat saya. Bapak sebagai guru sekolah tapi juga guru agama di mesjid, sangat populer....

Nr4 : The Best Vacation

Sesudah dewasa ini, setiap liburan terasa sama saja. Mungkin karena sekarang jalan-jalan itu menjadi hal yang gampang. Yang penting keluar rumah dan tidur di kasur yang beda dari rutinitas, ditambah dengan aroma khas hotel, itu saja sudah cukup. Tapi liburan yang berkesan buat saya adalah di waktu masih kanak-kanak. Dan yang terbaik adalah sewaktu diajak kakek ke Jakarta untuk pertama kalinya. Sepertinya waktu itu saya masih TK atau SD kelas 1, tapi kesannya masih ada sampai sekarang....

Nr3 : A Reading Spot

Rumah saya imut-imut dan bisa dikategorikan minimalis. Pengertian minimalis menurut KBBI adalah berkenaan dengan penggunaan unsur-unsur yang sederhana dan terbatas untuk mendapatkan efek atau kesan yang terbaik. Dengan kata lain, ya gak punya ruangan lebih aja sehingga harus pakai barang yang multifungsi atau tidak menyiakan-nyiakan ruang yang ada karena gak punya space lagi X)) Saya memakai space di bawah tangga sebagai tempat untuk meletakkan sebuah meja dan menata box-box yang berfungsi sebagai rak buku....

Nr2: Spouse

Pas banget topik ini sekarang karena baru beberapa hari yang lalu kita anniversary pernikahan. Tapi bingung juga mau cerita apa sih X)) Saya hampir tidak pernah cerita tentang dia. Posting tentang dia di Socmed juga paling kalau lagi anniversary aja. Langsung deh jebret, foto dia bermunculan. Selain itu ya jarang. Mari lah cerita tentang PakSuami, tentang apa-apa yang bisa diceritakan saja, ehehe. Saya dan suami ini berbeda suku, saya Minang dia Jawa Timur....

Let's..

Let’s start a challenge Mungkin di kemudian hari akan ada modifikasi topik, tapi tujuan utamanya satu posting dalam satu minggu. Doakeun!...

Kaleidoskop Ala-Ala

Hai hai…berjumpa lagi di blog ini. Udah 3 bulan berlalu dari postingan terakhir. Sebenarnya pengen update beberapa hal kemarin-kemarin, tapi karena bingung sama platform baru yang dipakaikan suami buat blog ini, urung deh #ngeles. Abis nonton film di Netflix dengan judul Death to 2020 bikin jadi pengen cerita tentang 2020 saya juga. Omong-omong tentang film ini, ini film dokumenter tapi fiksi. Maksudnya gimana? tonton aja deh, lucu kok. Januari awal tahun 2020, saya ditemani suami yang libur akhir tahun....

Work From Home Mom

Kadang mungkin banyak yang berpikir selama work from home akan santai dan banyak waktu luang untuk mengerjakan hal-hal lain. Tapi tidak akan pernah begitu untuk ibu-ibu, percayalah. Bangun pagi udah langsung memikirkan sarapan keluarga. Sesudah itu ngurus segala yang berkaitan dengan sekolah jarak jauh anak. Sambil mikirin task kantor. Hal tersebut berlanjut biasanya sampai menjelang jam makan siang. Syukur-syukur kalau bapaknya bisa jadi tandem, seperti saya. Menjelang makan siang ya mikirin menu makan siang....