Muhammad Zahid Wazini

[![](https://i1.wp.com/4.bp.blogspot.com/-XsWVndIhuhk/T-GGJDAP3XI/AAAAAAAAJhM/O2tzzGheK-o/s320/1333364052700.jpg?resize=320%2C180)](https://i1.wp.com/4.bp.blogspot.com/-XsWVndIhuhk/T-GGJDAP3XI/AAAAAAAAJhM/O2tzzGheK-o/s1600/1333364052700.jpg) [![](https://i2.wp.com/4.bp.blogspot.com/-spOr69_cNVg/T-GKvhDBWNI/AAAAAAAAJhY/hca_BCHqMeI/s320/1333364356132.jpg?resize=320%2C180)](https://i1.wp.com/4.bp.blogspot.com/-spOr69_cNVg/T-GKvhDBWNI/AAAAAAAAJhY/hca_BCHqMeI/s1600/1333364356132.jpg)
Dia adalah anaknya kakakku yang berarti adalah anakku juga 🙂
Dia berumur 2 tahun lebih beberapa bulan walaupun dengan berat badan yang ringan.
Dia sangat aktif, tidak bisa berhenti dan diam.
Dia tidak suka makan nasi, kalaupun dia makan harus pakai strategi yang mumpuni.
Dia orangnya ekspresif, kalau senang dan tidak bisa kelihatan dari mukanya. Walaupun dia belum jelas bicara.
Dia punya kebiasaan aneh, kalau marah suka menjedugkan kepalanya sendiri, menurutku itu strategi darinya biar kita memenuhi apa maunya.
Dia sangat menyukai aku, selalu menempel kemanapun diriku ada di dekatnya.
Dia punya bibir kecil yang dingin yang kalau mencium pipi suka bikin geli.
Aku, selalu merindukannya.