Menikmati Keklasikan

Isenglah saya dan suami nyari hotel buat ndusel-ndusel di weekend yang belum ada planing kemaren. Berbekal aplikasi traveloka dan melihat review-review di tripadvisor, akhirnya kita memilih Hotel Salak The Heritage buat nginep kali ini. Itupun hasil dari berjam-jam scrolling aplikasinya loh, karena bingung antara mau nginep dimana dan apa aja kelebihan yang pengen kita dapatin dari hotelnya. Alasan pertama saya pengen nginap di Hotel ini karena ada unsur “heritage”-nya mengingat belakangan ini saya lebih sering nginap di hotel yang “pop”. Jadi pengen sekali-sekali nyobain yang beda.

Kelebihan pertama dari hotel ini adalah lokasi. Dekat dengan stasiun, paling cuma 10 menit berjalan kaki. Juga berseberangan dengan lokasi kebun raya bogor, pas di seberang pagar istana presiden dan di sebelah balai kota. Jangan heran kalau banyak orang yang nginap karena bisnis trip di sini. Kalau kita nyebrang jalan hotel ke pagar istana, maka bisa ngasih makan rusa-rusa yang ramah itu.

Kesan pertama melihat hotel ini emang kental dengan nuansa klasiknya. Bangunan dengan pilar beton gede dan jendela besar khas bangunan jaman dulu. Pintu lobi juga beda, gak seperti lobi hotel biasanya. Ketika baru masuk disuguhi musik instrumen live oleh mas-mas yang lagi niup saxophone. Tapi sayangnya lobinya kurang luas. Cuma ada 2 meja dan beberapa sofa yang mengitarinya. Jadinya sebagian orang yang tidak bisa duduk ketika menunggu proses check-in memilih menunggu di area kolam renang.

20160326_130018

Nah, area kolam renang ini juga aneh menurut saya. Memang berada di tengah-tengah gedung tapi bersebelahan dengan jalan akses masuk ke hotel dari arah lobi, dan bersebelahan juga dengan restoran. Buat saya sih agak kurang nyaman karena kolam renang harusnya sedikit agak private, biar enak aja buat dipakai. Tapi karena kolamnya cetek dan kayaknya cuma dipakai anak-anak, jadi masih rame aja sih. Di area kolam renang ini ada berbagai macam aktifitas. Bertepatan saya nginap kemaren, yang berarti  malam minggu, ada live musik dari sebuah grup band. Hotel ini juga kids friendly banget deh, mereka menyediakan kids club (mbuh apa itu) dan nonton bareng film kartun populer. Saya juga melihat kalau disediakan pop corn dan sosis panggang untuk aktifitas ini, wah boleh juga ya. Di area ini juga ada kolam ikan, jadi kalau mau kotemplasi sambil denger air mancur dan kecipakan ikan, ke sini aja.

Salah satu unsur yang penting dari sebuah pelayanan hotel yaitu proses check-in. Entah kenapa kemaren kayaknya hotelnya ada trouble untuk urusan ini. Saya datang memang di waktu belum mulai jadwal check-in, jadinya saya registrasi dulu (proses registrasi ini penting ternyata). Ketika jam 14.00 sesuai jadwal, saya pun check-in tapi ternyata kamarnya belum ready dengan alasan lagi bersih-bersih. Laaaah. Oke, saya tunggu lagi. Ketika ngantri untuk yang kedua kali bersama pengantri yang lain yang udah banyak, ternyata kamarnya belum ready juga. Oalaaaah. Akhirnya saya gak pergi dari meja resepsionis, saya tunggu aja di sana. Akhirnya dapat kamar juga barengan dengan pengantri yang lain, diselingi dengan protes dulu karena kamar dikasih duluan ke yang sedang dapat giliran antri padahal saya sudah menunggu di depan resepsionisnya cukup lama. 😀 Untungnya staf yang ngelayanin saya cukup ramah, jadi sedikit terobati dengan sikapnya.

Akhirnya dapat kamar juga.Walaupun bukan kamar dengan view yang kita mau mengingat view terbagus adalah untuk kamar eksekutif. Rapopo yang penting bisa ndusel! Ciri khas hotel klasik ada di sini, berkarpet, berwarna coklat karena didominasi kayu, lift yang kecil (jadul atuhlah) dan furniture klasik.

20160326_142400

Ketika pertama kali buka pintu kamar “hmmm lumayan luas”, tapi menurut saya sih sesuai lah sama bintang hotelnya. Jangan samain dengan bintang 3 lah ya. Kamar mandi juga relatif oke, walaupun saya kecewa tidak disediakan sisir, sewing kit dan cutton bud. Hotel bintang 3 aja ada loh yang menyediakan ini. Tapi tetap ada hair dryer dan…setrikaan! Jadi gak usah khawatir kalau sebelumnya ngepak barang buru-buru sampai gak sempat nyetrika dulu. 20160326_142413 20160326_151036_LLS

20160326_151008

20160327_082502

Secara umum, nilai plus kamarnya adalah nyaman, luas dan hangat karena efek warna coklat dan broken whitenya. Kamar mandi relatif luas dan bersih dengan bathtub dan wastafel air panas-dingin. Hotel menyediakan air layak minum jika kita butuh masak air di ketel, tinggal telpon aja. Ini pelayanannya keren banget deh. Kadang saya butuh bikin kopi atau coklat panas di malam hari. Maklum saya suka minum, jadi agak keberatan kalau air mineral komplimen dipakai buat yang lain. #perhitungan.

Minusnya, beberapa bagian karpet terlihat kurang maksimal dibersihkan, bagian kaki lampu bahkan debunya masih terlihat. Satu lagi yang penting yaitu chanel tivi yang banyak diacak sepertinya gara-gara gak dapat sinyal, jadi gak nongol gambarnya. Padahal channel yang tersedia standar-standar aja. Juga pihak hotel sepertinya harus me-replace bedcover deh. Udah agak tua jadi kesannya lepek dan gak empuk lagi. Padahal semua orang pasti ingin tidur di hotel dengan bedcover yang kelihatan fresh dan empuk, ya kan?

20160326_145348

Setiap melihat review hotel, saya selalu fokus ke breakfastnya. Buat tukang makan kayak saya, ini ya penting. Unsur yang pertama apakah variannya banyak dan yang kedua apakah masakannya enak. Nah untuk kedua kriteria ini dikasih nilai “lumayan”. Gak bisa dibilang banyak juga sih. Poin tambahan ternyata restorannya menyediakan jeruk peras fresh di sini, bukan kayak hotel lain yang kayaknya jus jeruk pabrikan. Ada coctail buah dan kolak pisang juga. Kalau bufet utama isinya standar seperti sosis, kentang goreng, sayur, dll. Andalan hotelnya yaitu ayam goreng tradisional jangan lupa dicoba ya. Kalau bubur ayam kok agak hambar ya, untung yang makan si bocah, jadi oke-oke aja buat dia.

Segitu dulu reviewnya. Mudah-mudahan bisa nginep lagi di sana dengan pelayanan yang lebih oke. Babaaaaaaaaaaay!

Nb: oiya, hotel ini juga lagi renovasi. Jadi akan ada suara ketukan di beberapa waktu.