Dua buku itu

Kiri punya tuan, kanan punya nyonyah…

Di sini saya merasa sedih… 😢

Saya bisa memahami bahasa inggris, tentu saja…tapi….lama.

Alkisah, karena ini buku bagus, tentu saja kita pengen punya. Terutama saya, yang memang impulsif kalau urusan beli buku (suami kalau ke BBW aja kayaknya). Jadilah kita punya buku yang sebelah kiri itu.

Tapi ketika akhirnya dibikin terjemahannya di dalam negeri, kekeuh jadi pengen beli lagi. Alasannya karena penasaran isi bukunya maka saya ingin membaca sampai habis, dan kalau dalam Bahasa Indonesia tentu akan bisa menyelesaikan lebih cepat. Ya kan? Iyain aja dong.

Awalnya suami kurang setuju. Doi terus mendorong agar tetap dibaca dalam bahasa aslinya, terutama biar saya tambah jago english-nya. Tapi akhirnya manut aja dengan alasan saya yang sekian juta itu banyaknya. Pengen nyium jadinya. Eh.

Apakah sekarang udah kelar bacanya? Ya belum laaa….