Wisata Budaya.. Keren gak sih?!

Akhirnya jadi juga saya mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah. Direncanakan sebagai kopdar, kopdar yang cuma berlima yang untungnya ada dimas novriandi sang momod kopdarjakarta “si pembela sisir” sehingga menyebabkan secara murni dan konsekwen serta de jure dan de facto, kopdar ini punya nilai hukum yang tinggi di mata masyarakat.
 
Siapakah para calon peserta Amazing Race edisi culun ini? tak lain dan tak bukan : selain Dimas sebagaimana tersebut di atas, adalah juga Umenumen sang juragan jelantah, Eka sang pujangga kimia, Rudy si teman kantor dan saya sendiri Icit orang paling hits menurut ponakan saya.
Dengan berbekal semangat yang tinggi dan kaki yang dianugrahkan Allah ada dua ini, kami menjalani areal taman mini yang konon ukuran luasnya 150 hektar (yang sesungguhnya saya ndak tau itu berapa besarnya) dan dicetuskan oleh ibuk tien soeharto itu.
Bagaimana rute kendaraan umumnya kesana? silahkan japri saya saja yak.. #pakarangkot.
Dan dengan uang Rp. 9000, kita sudah bisa memasuki tempat ini dengan bangga -karena sudah bayar,gak lompat pager-.
 
Apa saja yang bisa kita temui disana? mari ikuti perjalanan kami #emang_situ_oke?
hal pertama yang kami lakukan adalah menaiki kereta api Titihan Samirono (ini bahasa apa ya?) atau bisa disebot Aeromovel Indonesia. Kereta ini memanfaatkan tenaga dorong hisap udara, unyu gak siiih :p
 
 
Selanjutnya kami juga mengunjungi anjungan-anjungan tiap propinsi, menikmati rumah adat seluruh indonesia yang beraneka ragam dan indah-indah itu, patung-patung kebudayaannya dan juga bahkan pagelaran tari daerah, karena jika kita kesana, bisa saja kebetulan ada latihan seni atau pagelaran yang sedang tampil. Tiap Rumah adat juga berfungsi menjadi semacam museum kebudayaan, jadi kalo mau mengetahui atau belajar tentang Indonesia, bisa di sini.
 
Oiya, di areal ini juga nemu satu toko alat buku langka. menarik sih, cuma ya gak bisa lama-lama. mau buru-buru mengunjungi tempat lain 😀
 
Selain melihat anjungan kebudayan suku-suku di Indonesia, kita juga bisa wisata museum. Museum yang ada di sini buaaanyaaakkk sekali, jadi kalo mau datangi semua bakal gile aje kitee. Sehingga kami menentukan skala prioritas tentang museum apa yang akan dimasuki. Pilihannya jatuh kepada Museum Pusat Peragaan IPTEK!! Sungguh tidak rugi masuk kesini, dan cocok dengan umur yang masih muda belia dan serba ingin tahu ini #hoaxditektit. Bermodalkan “bayar lagi” Rp. 16.500,- maka akan mendapatkan tiket terusannya (emangnya dufan!).
 
Di sini adalah tempat bermain sambil belajar. banyak alat-alat praktek sederhana tapi informatif serta simulasi-simulasi yang bisa dicoba langsung oleh pengunjung. Setiap percobaan disertai keterangan yang menerangkan fungsi dan mekanisme percobaan tersebut. Pokoknya saya aja yang udah udah seumuran segini, banyak mengetahui fenomena-fenomena baru di sana (ya dasar elu aja yang oon ciiit…). Ilmu-ilmu yang diperlihatkan di sini hampir melingkupi semua bidang sains seperti Fisika, Kesehatan, Ilmu bumi, dan Kimia..eh kimia gak keliatan syih :p
 
Sesudah mengunjungi ini dan capek jalan-jalan nyobain semua alat-alat peraganya, maka perjalanan museum ini pun diakhiri. tapi ternyata e yaaa ampuuun, udah sore! udah gak bisa lagi deh kayanya ngunjungi museum yang lain. Wisata budaya ini ditutup dengan makan indomie rebus di areal Anjungan Jogjakarta hahaha.
 
Demikian lah jalan-jalan capek nan bersahaja tapi berguna ala kami Google V
Bagaimana? Kapan anda kesana? 😀

5 Comments

  1. ish ishhh…kalian mainannya kok Taman Mini sih? Mbok ya singapur gitu!! *cari perkara* *lha kamu kan yang punya usul Umeeeeennnn!!!* :p Hehhehe….

    Eh tapi Rudy itu statusnya masih temen kantor ya? Kirain sudah resmi…. #sebargosip :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *