Trotoar 

Jadi pedestrian di Jabodetabek itu berat sekali tantangannya. Gak semua jalan di di sini ada trotoarnya. Kalaupun ada, 2/3 tahun dalam setahun akan kena macam-macam proyek. Perbaikan gorong-gorong, penggalian sarana di bawahnya seperti listrik dan air, perbaikan trotoar itu sendiri, penataan tanaman di atas trotoar, imbas pembangunan sarana di dekatnya seperti JPO atau jalur bus, dll. 

Itu adalah hal-hal yang berurusan dengan pemerintah sebagai pengelola jalan, belum lagi karena urusan lain. Misalnya saingan sama pohon yang besar (walaupun hal ini perlu juga), saingan sama pedagang kaki lima, saingan sama motor yang pengen cepat sampai, saingan sama parkir mobil yang gak punya tempat parkir. Apa lagi ya? Ada yang mau nambahin?

Salah satu trotoar yang paling sering saya lalui adalah trotoar ke arah stasiun Pondok Ranji. Jalan dari trotoar ini juga merupakan jembatan di atas jalan tol. Jalan ini sangatlah ramai, dikarenakan langsung bertemu perlintasan kereta api. Belum lagi ini juga merupakan akses yang penting menuju Ciputat yang punya banyak sekali pusat keramaian. Tapi cobalah liat gambar di atas, itulah trotoarnya. 

Pondok Ranji itu stasiun yang menampung banyak orang. Karyawan kantoran Jakarta banyak tinggal di Bintaro, jadi bisa dibayangkan berapa banyak orang yang lewat jalan itu. Ditambah lagi kondisi pagi hari orang mengejar kereta, biasanya terburu-buru. Tapi jangankan mau buru-buru atau menyalip, bisa jalan dengan tenang dan nyaman aja udah syukur.

Kalau kebetulan di depan kita ada orang renta yang jalannya pelan, atau ibu-ibu yang lagi kerepotan bawa anak maka bisa dipastikan kita harus menunggu di belakangnya dengan sabar. Atau malah tambah miris lagi, dari kejauhan taunya kita melihat kereta yang kita tunggu sudah datang sambil gigit jari  X)

Satu lagi yang kadang bikin bete, sudahlah kita merana karena jalan di jalan yang kecil itu dan harus pelan-pelan, di sebelah motor klakson-klakson dengan galak. Situasi yang selalu macet dan banyaknya pangkalan ojek bikin suasana sering panas di sini. Klakson dari motor yang meraung-raung di belakang kita itu bikin keder juga, ditambah takut kesengol. Padahal kita jalan udah mepet-mepet sama pagar. Pokmen bikin bete deh.

Sekian. Curhat salah seorang pedestrian. Selamat jumat! Horeee liburaaaaan 💃

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *