Bagaimana Kalau Lagi Dapet?

Saya sedang membaca buku Quraish Shihab Menjawab tentang 101 soal perempuan yang wajib diketahui. Ada pertanyaan yang pas banget dengan pikiran saya ketika sekarang saya sedang lagi rajin-rajinnya mengaji, eh tau-taunya haid datang. Yah walaupun sepengetahuan saya sih tak apa-apa, tapi saya rasa kebanyakan perempuan merasa ada yang kurang saja ketika melakukannya karena merasa kurang “suci”.
Mumpung ketemu dalilnya nih ya, saya blog kan saja tentang bagaimana pendapat bapak Quraish Shihab menjawab ini.
Buku dipinjam dari sini 
Dalil yang dipakai adalah :
Janganlah Al-quran dipegang kecuali oleh yang suci ” (HR. Malik melalui Amr bin Hizam). Nah pendapat berbeda-beda mengenai ini.
Pendapat Imam Malik, Syafii. -> Memegang harus dalam keadaan suci yakni berwudhu.
Pendapat Imam abu Hanifah -> bersuci adalah “dianjurkan”.
Selanjutnya tentang membaca (tanpa memegang) mayoritas ulama membolehkan. Apalagi jika membaca itu udah jadi wirid. Walaupun ada juga ulama yang ketat melarang.
Demikian pendapat bapak Quraish Shihab. Kalau saya meyakini bahwa itu adalah anjuran, membaca tak apa-apa. Susah menghindarkan diri dari tidak membaca quran kan, terutama al-fatihah. Apalagi misalnya orang yang senantiasa “harus” membacanya, misalnya guru baca Al-quran, ya bisa cuti ngajar terus kalau seandainya musti gak dibolehin baca, ihik.
Tapi pak Quraish Shihab mengingatkan bahwa ini adalah kitab suci yang harus dijunjung tinggi dengan kesucian lahir bathin.
Ayo cit baca lagi biar khatam!! *pecut*

Belajar Bahasa Minang

Tadi kebetulan ngobrol-ngobrol dengan salah seorang bapak-bapak di kantor yang ternyata pernah ditempatkan di daerah Sumatera Barat dan juga ikut ngobrol bersama kami teman-teman yang lain beberapa orang. Dia bercerita pengalamannya selama di sana dan tentang Bahasa Minang, inilah kesimpulan dia tentang Bahasa Minang yang coba dia terangkan ke floor (halah floor), saya mah manggut-manggut aja dong. Berikut kutipannya :

Bahasa Minang itu gampang, yang penting tau clue-clue nya. Karena kita pasti tau Bahasa Indonesia maka tinggal merubah penyebutan kata belakangnya

Kata yang di akhir berbunyi -ap dirubah menjadi -ok, misalnya Atap -> Atok, Asap -> Asok

Kata yang di akhir berbunyi -us diubah menjadi -uih, misalnya Putus -> Putuih, Kurus -> Kuruih

 Kata yang di akhir berbunyi -ung diubah menjadi -uang, misalnya Gunung -> Gunuang, Hidung -> Hiduang

Begitu…
Demikian pelajaran Bahasa Minang dari orang yang bukan minang. Gampang kan? yaiyalah belum kata-kata yang aneh :))
Jika butuh pelajaran lebih mendalam, silahkan hubungi saya sebagai orang minang tulen dengan mengklik akun-akun pribadi saya yang linknya ada di bagian bawah blog ini (modus), jangan lupa ajak ngopi-ngopi.

Selamat Puasa hari pertama dan keduaaa… :*

Bagaimana Mudik Tahun Ini?

Selalu yang jadi problem saya menjelang lebaran adalah bagaimana cara mendapatkan tiket pesawat yang “agak” murah untuk mudik lebaran. Iya, selalu begitu, setiap tahun. Jadi masalah tiap tahun dan selalu tidak belajar dari pengalaman #selftoyor. Akibatnya seperti sekarang, saya sedang memikirkan kalau ada waktu luang tentang apa solusi-solusi tentang masalah saya ini.
Diomelin udah sering tentang ini, hahaha. ya bagaimana ya. Saya ini peragu, eh bukan peragu ding, agak susah dalam hal mengantisipasi persoalan semacam ini. Bahkan saya baru benar-benar tau kapan cuti bersama lebaran selang beberapa hari ini. Jadilah semacam khayalan tingkat tinggi jika mengharapkan mendapatkan harga tiket pesawat yang manusiawi.
Kadang juga bukan cuma harga tiket yang tinggi yang ditakutkan, tapi juga kehabisan. Maklum perantau minang yang sangat banyak membuat hal itu sangat mungkin.
Apa biasanya yang saya lakukan kalau begini?
Pasrah, dengan keinginan pulang kampung yang sangat tinggi saya kadang menempuh segala cara untuk mewujudkannya, termasuk menguras dompet. Bagaimana lagi… #ihik. Padahal dengan harga pesawat PP Jakarta-Padang ketika mudik itu bisa membuat saya bisa bolak-balik di hari biasa. Ah sudahlah ya….

Penerbangan ke Bandara Terdekat selain BIM. Ini pernah saya lakukan. Jadi saya melakukan penerbangan ke Pekanbaru. Sesampainya di Pekanbaru saya nyambung dengan darat ke PadangPanjang. Ini lumayan ngirit karena memang penerbangan Pekanbaru relatif lebih murah dari ke Padang padahal lebih jauh loh jaraknya. Tapi resikonya membutuhkan waktu relatif lama sampai di Kampung. Pekanbaru-Padangpanjang bisa memakan waktu 4-5 jam.

Naik Bus Pulang Basamo, ah ini kalau beruntung banget jika kebetulan ada yang nawarin buat pulang basamo. Biasanya mahasiswa-mahasiswa rantau Jakarta atau Bandung yang suka bikin acara ini. Dulu sih beberapa kali saya suka ikut, cuma seiring pergeseran waktu dengan wajah semakin tidak mahasiswa lagi, gak pernah lagi ikut. Juga karna dulu adik saya masih mahasiswa di Bandung sih, makanya sering diajak dan sekarang dia udah lulus..hiks.

Naik Bus Angkutan Umum, ini yang paling menantang, menantang punggung tepatnya. bihik. Tapi sebenarnya saya suka naik Bus Umum begini, saya suka memandangi jalanan dan daerah-daerah yang saya lewati. Kalau malam tinggal tidur karena toh sebenarnya saya tidur di bus nyenyak-nyenyak aja. Cuma yang bikin saya agak berfikir panjang adalah karena membutuhkan waktu yang lama sehingga membuat spare waktu di kampung lebih sedikit. Iyalah, di jalan itu kira-kira 36 jam atau 2 hari 1 malam. Padahal saya selalu tidak senang meninggalkan kampung cepat-cepat. Tapi biasanya naik bus ini saya pastikan dulu saya bisa cuti panjang alias ngeborong semua cuti yang ada biar waktu yang tersedia lebih lama.

Kadang saya mengkombinasikan, misalnya mudik naik pesawat, balik naik bus. Atau pulang lewat Pekanbaru dulu, balik naik pesawat. Pokoknya hal-hal yang memungkinkan bisa dilakuin untuk bisa lebaran dengan gembira di rumah.

Jadi, lebaran sekarang mudiknya gimana ya? *gigit-gigit kuku*

Preman Angkutan Umum

Jika ke Padang, datang di Bandara Internasional Minangkabau dan keluar dari pintu kedatangannya, hal yang pertama akan kamu temukan adalah calo. Calo angkutan umum atau taksi atau travel. Baik angkutan yang resmi atau tidak. Selanjutnya akan diberondong dengan pertanyaan “mau ke mana?”, “taksi?”, “ke Bukittinggi?”atau “udah ada yang jemput?”. Dan jika dijawab sekali pun itu akan belum cukup, satu pertanyaan akan diberondong dengan pertanyaan lain. Jika tertarik dengan taksi pun, jangan berharap kamu akan mendapatkan taksi resmi dengan argo karna itu berarti taksi dengan harga borongan.
Di Padang sudah ada taksi blue bird, yang tentu saja taksi resmi dengan argo standar. Semua orang yang pergi ke suatu daerah yang baru didatangi tentu saja mengharapkan taksi dengan kondisi begini karna setidaknya tidak perlu tawar menawar yang bisa saja dengan resiko dibohongi atau menawardengan harga ketinggian.
Tapi jangan berharap dapat taksi seperti ini di Bandara Minang Kabau, karna taksi bluebird dilarang menaikkan penumpang dari bandara. Itulah arogansi dan kepremanan para sopir dan calo taksi-taksi “nembak” ini.
Alkisah kemaren adik saya bercerita bahwa ada seorang supir taksi digebukin oleh preman bandara karena kebetulan ketika sesudah dia menurunkan penumpang ternyata ada calon penumpang lain yang tiba-tiba masuk ingin menumpang di mobilnya yang memang belum sempat dikunci. Padahal si sopir taksi sebenarnya tau banget aturan tak tertulis di bandara itu kalau dia tak boleh menaikkan penumpang di sana. Tapi karna lagi apes, ya akhirnya dia diserbu oleh gerombolan preman-preman tukang keroyok itu.
Saya cuma bisa miris mendengarnya. Makanya memang daerah ini susah banget maju kalau sudah berkaitan dengan urusan semacam ini. Membuat pangkalan taksi resmi di bandara BIM selalu jadi wacana dari dulu. Bahkan buat beberapa daerah juga saya pernah mendengar hal yang sama.
Entah bagaimana cara mengatasainya….

Tips : jawaban terbaik menjawab calo itu adalah dengan bilang “ada yang jemput” dan menjauh dari pintu kedatangan. Dan saran dari dewi yang ada di komen 🙂

Ctt : foto dipinjam di sini

Leher Tengeng.. Teng…What?

Apa itu tengeng? Nah, ini istilah baru yang saya dapatkan di rantau jakarta ini. Jadi tengeng adalah istilah sakit di leher yang membuat susah menggerakkan kepala yang diakibatkan salah bantal. Gara-gara urat ketarik sih kali ya. Nama ilmiahnya sih saya gak tau, nanti kita tanyakan ke @blogdokter :p
Kalau leher pegel abis bangun tidur sih saya sering, ya paling selang beberapa jam udah gak berasa lagi. Tapi entah kenapa dapat sialnya ini bisa tengeng 2 hari gak sembuh-sembuh. udah dioles-oles sama Counterpain tetap gak sembuh juga. Sakit ini pun menyebabkan saya merasa gak usah ngantor #alesyan. Eh tapi bener   ganggu banget nih sakit. Sampai-sampai pergerakan udah kayak robot saking susah buat noleh.
Saya sih parnoan sama sakit, kalau dapat sakit apapun gitu mikirnya ke diagnosa macam-macam. Terjadilah woro-woro di milis-yang-saya-ikuti buat bantuin mikir penyakitnya musti diapain. Itung-itung dapat advice gratis. Nah beberapa saran yang saya dapatkan dari teman-teman milis dan juga hasil gugling tentunya.
Linda  ngasih saran untuk memakai Voltaren. hmmm saya pernah dengar Voltaren, ada iklannya di tv kalau ndak salah. Tapi karna katanya Voltaren itu sejenis dengan Counterpain yang kebetulan saya punya, maka saya gak mau pake ini deh. Eh tapi sebenarnya cuma karna malas gara-gara mager keluar nyari obatnya aja :p
Mas Mikow ngasih saran buat dikompres. Dikompres pake air anget, jangan pake air panas katanya, ntar melepuh #MenurutNganaaa. Atau bisa juga pake cuka yang ditetes ke kapas trus dikompres ke leher.
Jadinya saya memang mengkompres pake air hangat, karena tentu saja gak punya cuka. anak kost boww. Lumayan enak sih, yang hot-hot itu memang enak ya *ditoyor*. Tapi gak memberikan perubahan signifikan sesudah di kompres masih berasa lagi. Lagian susah banget buat ngompres leher belakang gitu, saya kan orangnya gak sabaran. 🙁
Imam ngasih saran buat diurut, semua pasti mikirnya gini. Cuma ya nyari tukang urut itu yang cucah cekali kakaaaak, karna saya kan bukan penduduk asli sini gitu. Katanya juga cari tukang urutnya juga musti hati-hati, jangan sampai salah. Takut juga kena malpraktek sih. #lebay
Putri  ngasih saran sebuah obat apa gitu namanya yang katanya ada di swalayan. Semacam obat buat bikin relaksasi di leher dan pundak. Kayaknya oke, tapi nyarinya musti besok-besok deh 😀
ini foto putri dan tangannya 😀

 

Saran teman Kantor yang ujluk-ujluk sms adalah menikah, katanya kalau udah kawin mah gak mungkin salah bantal karena bantalnya gak bakal sempat kepake. Sumprit banget dah tuh orang :))
Menelpon nyokap buat ngedoain, ini pemikiran saya ya. Buat saya doa ibu penting banget. makanya saya nelpon buat didoain. #IcitAnakYangBerbakti :’)
Hasil Gugling akhirnya saya menemukan sebuah obat namanya Asam Mefenamat, intinya ini adalah obat pereda nyeri dan terkesan instan. Ah tapi gapapa lah, mau instan juga. Dengan menghilangkan semua kemageran saya, akibat perasaan desperado akhirnyapun saya menyambangi toko obat terdekat. Deg-degan aja takut tokonya gak jual. Eh ternyata ada, cuma Rp.3000 aja plus juga beli koyo buat ganti kompres. hehehe dasar males. Akhirnya beginilah keadaan saya sekarang, sudah meminum obat, memakai koyo dan memblogkannya hihihi. Seperti ada perubahan terasa di tempat yang sakit, tapi sebaiknya kita lihat sampai besok pagi ya. Mudah-mudahan benar-benar sembuh.

duh, kok kebalik gini sih fotonya. gak bisa dirotate lagi. Yaudah, gitu deh bentuk obatnya. kalau kurang jelas, laptopnya dibalik aja ya. (҂’̀⌣’́)9
Begitulah beberapa cara untuk mengatasi salah bantal a.k.a tengeng. Terimakasih kepada teman-teman atas saran-sarannya. Doakan saya ya agar cepat sembuh karena tengeng ini benar-benar menyiksa. :'(
Selamat Malam Jumat O/

Beli tiket kereta dimana?

Saya sekarang sering ke Bandung, dikarenakan kakak yang tadinya di kampung pindah ke Bandung karena ikut suaminya. Nah sebagai tante yang disayangi ponakan #pret! saya harus memenuhi keinginan mereka untuk selalu ingin bertemu saya.
Oleh karena itu makanyaaaa, kebutuhan saya terhadap transportasi Jakarta – Bandung menjadi meningkat. Dan transportasi yang selalu saya pilih adalah Kereta Api, karena saya lebih merasa nyaman dan di kereta bisa membaca tanpa pusing, bisa tidur lebih nyaman, bisa makan, bisa melihat pemandangan, dll. Kecuali saya butuh cepat atau hal-hal lain yang membuat saya jadinya milih travel.
 
Belakangan saya memesan kereta di tiket.com, karena lebih gampang. Iya pakai tambahan biaya administrasi sekitar Rp. 7500,- sih, tapi worth it lah. Pembayarannya pun bisa pakai kartu kredit, BCA dan kartu ATM yang lain. Caranya juga gak susah, gak perlu login dan cara-cara ribet lainnya. Paling nanti ketika membayar kita dikasih jumlah pembayaran yang unik aja sebagai kode. Sesudah dibayar, isi form yang udah disediain. Kelar. Ntar tinggal tuker aja tiketnya di stasiun.
Oiya, kita bisa milih seat juga, asik kan. Karna saya suka milih seat di kursi yang di belakang sendiri itu loh. Biar tenang gak ada yang ganggu 🙂
Horeeeee, jumat ini saya mau ke Bandung O/

update : Oh iya, untuk menukarkan bukti pembelian dengan tiket di stasiun sih gampang aja, ikut ngantri sama yang lagi beli tiket aja 😉 Jadi mesti diingat harus ngasih space waktu, jangan mepet dengan waktu keberangkatan. Kalau ndak salah dia bilang sejam sebelum keberangkatan, tapi pengalaman saya sih yg penting keretanya belum berangkat aja, masih bisa ditukar. Kemaren ke bandung saya dapat tiketnya 10 menit sebelum keberangkatan, itu akibat ngantrinya sih 🙂