Belanja Online yang Semakin Menggoda

Sejak punya anak dan gak terlalu bebas lagi kemana-mana, tiba-tiba saya jadi pelanggan online shoping yang sekarang banyak berjamuran. Biasanya sih yang saya beli masih seputaran keperluan anak karena memang itu yang lagi perlu-perlu sekarang. Jadi selain tab social media dan dashboard blog dan tab kerjaan, tab yang sering kebuka di browser berisi website-website toko online semacam Lazada, Tokopedia, Bukalapak, dll.

Sebenarnya ini agak kualat karena dulu saya sering menganggap orang yang sering belanja online adalah orang yang gak bisa mengontrol diri, ternyata seiring perkembangan keadaan saya harus mengakui bahwa saya butuh juga. Tapi belanja online saya lakukan untuk barang-barang yang jelas bentuk, ukuran dan udah ngerti banget penampakannya. Untuk barang semacam baju atau sepatu terlalu beresiko untuk dibeli online apalagi buat merk yang belum kenal sebelumnya.

Sejauh ini belanja yang saya lakukan seputar beli botol susu bayi, keperluan-keperluan di rumah dan sambel (ini sih kerjaannya suami yang gila pedes), karena secara umum beli online dan offline efeknya sama aja. Malah kadang kita bisa dapat harga bersaing.

PHOTO_20150511_095530(2)

Selain itu, membuka website online shop biasanya buat perbandingan harga. Misalnya untuk barang-barang yang udah saya rencanakan dan akan saya beli di toko offline terlebih dahulu saya cek harganya di toko online. Jika sesudah dibandingkan ternyata toko online lebih murah maka saya akan pulang saja ke rumah dan beralih, kalau gak ya berarti lanjut aja belanja di toko itu 😀 Itupun saya bandingin dari beberapa toko online yang ada, saya hitung dengan ongkos kirim tambahan trus dari totalnya ambil paling murah.

Yang perlu diperhatikan dari belanja online adalah memilih toko yang terpercaya. Misalnya lazada, Zalora atau Blibli itu cendrung bisa terpercaya secara keseluruhan, kalau tokopedia dan bukalapak punya sistem yang bikin duit kita gak pergi ke tangan yang gak bertanggung jawab.

Oke, beli apa lagi kita kali ini?