Yang Mana Gula Asam Pilihanmu?

Saya suka sekali dengan gula asam, baik disajikan dingin pakai es atau panas-panas. Salah satu tempat favorit saya menikmati minuman ini adalah di Cafe Tjikini di daerah Cikini sana.

image

Jadinya saya ceritanya membandingkan 2 macam gula asam kemasan ini. Ini kebetulan lagi ada di kamar kos,  jadi bisa ngebandingin langsung.

image

Gula asam sebelah kanan itu keluaran Ultra Jaya, saya seringnya coba yang versi ini karena kebetulan swalayan kantor jual yang ini. Yang Ultra Jaya punya ini terasa seolah beneran bikinan tangan karena saya masih ngerasain rasa serbuk atau ampas sisa seduhan asamnya. Sedangkan yang sebelah kiri keluaran ABC sama sekali gak ada ampasnya. Jadi beneran serasa minuman pabrikan.

Untuk rasa secara umum sama, tapi saya tetap memilih yang kanan karna terbiasa saja.

Demikian review hari ini. Caaaauuuu :*

Pre-menikahnya Ranume

Banyak dari kita (kita?!) suka melihat berbagai hal mengenai prosesi pernikahan. Apa saja mengenai tetek-bengeknya. Baju akad nikahnya, baju resepsinya, makanan-makananya, seserahannya, sampai ke konsep pestanya. Siapa yang tidak tau Ranume Sahabat selebritas (halah) yang baru saja melepas masa lajang dengan istilah #belahRanum (sumpah apabanget ini hesteknya… *masuk jurang*). Sehari sebelum pesta pernikahannya saya sempat mampir untuk menengok tempat pestanya, dan…saya sukaaa…
Pelaminan
Pesta pernikahan Rume bukan di gedung-gedung yang disewakan itu tapi rumah sendiri, jadi dia memakai lahan di depan rumahnya yang kosong. Baru saya nyampe sana udah ada tenda yang gede dan tinggi dengan pelaminan yang juga gede dan terlihat cantik juga. Berwarna pastel hijau dan krem, sepertinya ini warna kesukaannya Nume. Ukuran panggung pelaminannya cendrung lebih besar dari yang saya lihat ditempat lain.
Banyak dihiasin dengan lampu kristal berbagai bentuk. Sepertinya juga berkonsep semi-garden party ya, jadi beberapa batang pohon “dihijaukan”, mungkin juga memanfaatkan tempatnya yang terdapat beberapa bonggol pohon yang gak perlu ditebang. Justru tambah bikin unik. Oiya, di beberapa tempat ada rimpel kain yang dibentuk sedemikian rupa buat menambah tenda menjadi tambah cantik.
Lampu Kristal

Ini yang waktu itu calon pengantin lagi ngobrol rusuh sama teman-teman

Oiya, waktu mampir disuguhi makanan khas daerah itu, tradisional-tradisional gitu deh. Rasa dodol yang unik. Mbuh apa namanya.
Apalagi yang menarik di sana? Ada photo corner, ada banyak bunga dan pohon, ada 2 cermin di pelaminan, ada banyak kursi untuk tamu, ada banyak yang unik-unik. Gak semua difoto, takut kena royalti sama yang punya acara. 😀
Selamat Menikah Ranume, Selamat sudah halal.
Semoga Panjaaaang semua yang diharapkan. Cinta dan kisah cintanya maksudnya…
Maafkan justru saya gak datang di hari H nya ya 🙂

Padusi

“Padusi”, dalam bahasa Minang berarti “Perempuan” atau panggilan lain untuk “Istri” juga bisa. Dan sebagaimana diketahui kalau adat minang yang Matriakad membuat garis keturunan ditarik dari garis Padusi #sekilasinfo :p

Beberapa waktu yang lalu beruntungnya saya ketika akhirnya bisa menonton yang namanya Teater Padusi yang tiket masuknya dikasih oleh Wenny *kecup kecup*, dimana tentu saja saya menonton Teater ini dengan penuh antusias. Terutama karena latar belakang budaya Minangnya. Karena baru kali ini saya menonton pertunjukan Minang di event lumayan besar seperti persembahan dari Djarum ini.

Ine Febriyanti dan Jajang c Noor
eh ada aralle

Bagaimana kesannya? Bagus! Senang sekali bisa melihat tarian minang yang rancak bana itu, gerakannya yang tangkas dan gesit. Saya sukaaaa…… Tepuk tangan yang riuh untuk sutradara, penulis dan kareografernya. Juga terutama musik pengiringnya, yang bikin saya jadi kangen pulang.

pelaminan minang, ceritanya
Tariannya

Cerita dari teater ini adalah merupakan medley dari cerita yang sudah ada di Sumbar sendiri, dan disajikan beserta tarian-tarian. Dengan pemain-pemain yang sudah biasa bermain di teater-teater yang sudah ada. Yah walaupun eksekusi di akhir agak kurang memuaskan saya secara pribadi, namun terlepas dari itu acara keseluruhannya bagus dan indah… Inti dari cerita sendiri sih tentang kekuatan seorang perempuan, gitu-gitu deh.
Mudah-mudahan ada lagi seniman Indonesia bikin acara seperti ini, dan saya bisa nonton gratis lagi.

Sutradara, Penulis dan Penampil

Selamat Menari  🙂

Bober, yang ingin nongkrong 24 jam di Bandung

Ternyata tidak banyak juga kafe yang buka 24 jam di Bandung, kalo yang sampai jam 12 malam sih banyak. Tapi kebetulan kemaren saya ketemu tempat ini. Namanya Bober, konsepnya homy. Kayaknya rumah yang dialih fungsikan menjadi kafe. Adanya di jalan Martadinata. Pokokmen, telusuri aja jalan Riau dari BIP teruuuuuuuuuuussss…..nah dianya ada di sebelah kiri kalau dari arah jalan Riau itu.
Tempat duduknya Bober banyak, dengan jenis yang berbeda-beda. Ada sofa yang buat 2 orang, ada sofa buat rame-rame, ada meja panjang dengan bangku-bangku banyak, ada meja kecil dengan 2 kursi doang, bahkan ada meja untuk yang mau ngopi sambil bersila, lebih akrab kan. Nah, kemaren saya sempat ngeliat satu rombongan yang pake meja lesehan ini bertransformasi dari yang awalnya main kartu kemudian ngobrol-ngobrol doang sampai akhirnya semua terkapar pada ketiduran, kasian..pasti mahasiswa :)). Jadi jangan takut bakal gak kebagian tempat duduk ketika ke sana.
Di kafe ini banyak tv, ketika saya di sana sedang ada pertandingan Liga Champion, jadinya malah tambah betah. Saya juga melihat ada tempat proyektor tergantung di langit-langit kafenya, jadi kayaknya juga sering dipakai untuk nobar gede gitu deh.
Bober menyediakan makanan macam-macam, yang western ada yang khas indonesia juga ada bahkan juga yang cirikhas bandung sendiri. Ini yang saya liat di menunya sih, tapi ketika saya pesan kemaren penganan bandung yang jajanan tradisional itu katanya udah habis, mungkin karna saya kemalaman ya. Akhirnya saya cuma memakan cemilan seperti yang di atas. Lumayan murah, itu yang porsi biasa, juga ada porsi giantnya. Oiya, sebenarnya Bober itu selain mengandalkan kopi ada juga Sheesa, jadi di sini juga banyak yang duduk-duk sambil ngisep Sheesa *ngisep ini konotasinya gimana ya.. :))*.
Eh ini menarik, tempat ngecas hape. kotak-kotak kecil yang dipasangin gembok biar aman. Lucu ya. Bober emang punya desain interior yang oke. Saya suka sih. Apalagi material yang dipakai kebanyakan kayu, bikin suasananya jadi hangat. Oiya, ada panggung kecil buat live gitu. fotonya mana ya?  sek… *nyari nyari*. nahhh ini dia…
dih, gak bagus juga fotonya. ah yaudah lah ya.. pokoknya gitu deh.
Selamat senin kawans. I love you pokoknya deh 🙂