Tukang Gorengan Depan Rumah

Gak banyak tukang gorengan yang memberikan kesan, tapi tidak dengan ibu penjual gorengan yang mangkal di depan tempat tinggal saya. Saya sih gak tau namanya, maklum agak suka gak perhatian buat ngobrol-ngobrol sampai masalah nanya nama orang. Tapi saya panggil saja “emak” seperti orang lain memanggilnya. Orang lain itu ya suami saya, tukang ojek depan, para sopir bajaj mangkal, dll.

IMG_20150930_131021
Emak yang pakai jilbab baju hitam

Kenapa dia adalah penjual gorengan yang berkesan? Pertama, gorengannya gede-gede dan harganya seribu. Iya, seribu… Memang masih banyak sih penjual gorengan yang menjual dagangan dengan harga seribu tapi gak sebesar dan seenak punya emak. Lagian pasaran gorengan di depan rumah saya ini udah gak ada yang seribu. Pokoknya punya emak paling murah lah. Dan lagi di tepung gorengannya banyak daun bawang. Saya selalu suka gorengan dengan daun bawang yang banyak di kulitnya.

Kedua,¬† kalau beruntung bisa dapat goreng tape. Walaupun jarang ada tapi kadang tersedia goreng tape yang saya sangat suka. Dan tentu lagi-lagi dengan ukuran yang besar. Sayangnya ada gak setiap hari karna katanya tapenya susah didapat, atau malahan belakangan udah gak pernah ada lagi. ūüôĀ

Ketiga, minyak goreng yang emak pakai adalah minyak goreng yang jelas asal usulnya, bukan dari minyak curah yang bisa saja minyak jelantah. Dan anehnya tetap enak (loh kok aneh? :)). Suami malah pernah mergokin emak habis borong minyak goreng kemasan dari giant yang ada di komplek tempat tinggal saya. Saya jadi agak merasa aman, walaupun gorengan di tempat lain yang minyaknya gak jelas tetap dimakan juga sih :p

Keempat, emak ramah, nanya apa aja pasti bakal diladenin. Terus pas kemaren kebetulan saya beli soto di tukang soto di sebelahnya dan ketika tukang soto gak punya duit kembalian, jadilah dia nanya ke emak minta tukeran duit kecil, emak menjawab : “Ada nih, banyak kok”. Waaaa…jarang loh ada penjual yang ketika diminta tukeran duit kecil, dengan ikhlas ngasihin. Yang sering saya liat malah ngakunya gak punya.

Sekian review tentang emak, penjual gorengan di depan tempat tinggal saya.

Selamat Kamis, Manis…

Jalan-jalan Naik Commuterline di Sabtu Pagi

Minggu kemaren saya dengan riang gembira merencanakan mengadakan jalan-jalan pagi yang kebetulan acaranya diadakan oleh Starbucks, mereka bermaksud buat ngajak kita naik kereta dari Stasiun Manggarai ke Stasiun Kota. Karena saya emang suka jalan-jalan jadinya emang semangat, walaupun cuma dalam kota buat plesiran kecil-kecilan. Karena niat dari awal pengen naik kendaraan umum aja dari rumah buat ke Stasiun Manggarai, maka setelah dipikirkan secara matang sampai gosong, akhirnya kita pilih naik metromini kemudian nyambung kereta dari Stasiun Kemayoran Ke Stasiun Manggarai.

Berhubung jalan-jalannya di hari sabtu jadi kereta lumayan masih lowong walaupun setengah perjalanan dari Stasiun Kemayoran sampai Stasiun Manggarai saya gak dapat duduk. Perjalanan yang sedikit ini cukup memberi kesan kepada saya karena dalam kereta itu saya barengan dengan rombongan anak-anak pramuka yang kayaknya satu sekolahan. Mereka kayaknya lagi melakukan perjalanan ke Bogor bersama pembinanya. Dan mereka membiarkan mbak-mbak hamil yang perutnya lumayan gede ini berdiri cukup lama. Sebagai mantan anak pramuka, saya mereasa miris sekali. Bahkan mereka duduk di bangku prioritas yang tentu saja harusnya itu jatah orang-orang seperti saya. Tapi gak bisa disalahkan, lha wong pembinanya yang ada di sana aja gak mencontohkan, gimana anak-anak binaannya. Kasihan anak pramuka jaman sekarang, cuma diajarin ngumpul-ngumpul gak jelas doang kali. Karena saya alhamdulillah kuat, jadi ya cuek aja. Paling cuma lirilk-lirikan miris sama suami yang juga bekas anak pramuka tulen :p

Sesampainya di Stasiun Manggarai dan berhubung belum sarapan (sengaja ya cit?), sambil nunggu teman-teman seperjalan, kami disuguhin makanan kue kepang enak iniii, dan sekalian boleh pesen-pesen minum. Kue kepang ini bernama Vanilla Chocolate Twist Danish.

Vanilla chocolate twist danish

Enak dan mengenyangkan, pas lah buat sarapan. Untung tadinya gak sarapan di luar dulu, jadinya bisa menikmati kue ini lebih khusuk.

Ketika sudah pada ngumpul rame-rame teman seperkeretaan, kita dikasih kue mangkok lagi buat dibawa-bawa. Namanya Trio Cupcakes. Ada 3 biji cupcakes dalam satu kemasan. Karena sayang buat dimakan kuenya dieman-eman dulu :))

 

salah satu dari trio cupcakes

Nah ini bekal jalan-jalan yang paling penting, Kopi! Kita dikasih kopi Starbucks yang emang diperuntukan buat situasi kayak gini, Gampang diseduh dan bisa dibawa kemana aja. Namanya Starbucks VIA Ready Brew. Emang Ready Brew banget, cuma tinggal seduh air panas langsung jadi. Kali ini dikenalkan 2 varian rasa Caramel Latte dan Coffe Mocha. Cocok untuk se-tumbler standar starbucks itu loh. Karena suami tadinya udah mesen Caramel Machiato buat sarapan yang pastinya udah ikut saya recokin, maka buat jalan-jalan ini saya nyobain seduh Caffe Mocha. Buat saya yang suka kopi yang kentel kayaknya perlu mengurangi sedikit airnya dari takaran satu tumbler biar pas, maklum lidahnya udah kena kopi item kentel ya gini :p

Starbucks VIA Caffe Mocha

Stt..Ajeng Nyetarbak di Commuterline

Akhirnya kita naik kereta juga untuk¬†mencoba kemeriahan berkereta di sabtu pagi. Tentu saja menyenangkan, karena naik kereta di saat tidak rame selalu menyenangkan. Buat yang belum pernah mencoba boleh loh sekali-sekali. Naik kereta terutama Commuterline sekarang itu lebih adem karena tersedia AC, tempat duduk dengan busa yang nyaman, lebih bersih karena gak ada yang berjualan maupun makan dan minum (walaupun kita membekali diri dengan kopi setumbler ūüėÄ ), gerbongnya lebih bagus dan rapi dan seperti kita tahu sendiri kereta itu lebih menyenangkan karena kurang guncangan, relatif lebih cepat jalannya dan smooth gak bikin capek. Buat yang udah biasa malah berdiri gak pakai pegangan aja bisa¬†loh. Saya sih dapat duduk jadi lebih menyenangkan lagi, walaupun teman-teman yang lain pada berdiri. Tapi berdiri kan enaknya bisa bergerombol ngobrol rame-rame.

Berikut sharing tips naik kereta menurut pengalaman saya :

  1. Pakailah Duit elektronik. itu lebih gampang dan tidak mempengaruhi kita kalau naik-mau turun di mana aja. Sistem tiket elektronik sekarang dipakai commuterline emang lebih menggampangkan dari karcis sobek sebelumnya, tapi tetap aja ngantri buat belinya. Dan tiket elektronik juga dari awal harus dipastikan kita akan turun dimana dan harus sesuai dengan tiket yang tadinya kita beli. Kalau kita keluar dengan tiket yang gak sesuai dengan yang kita beli katanya sih kena denda. Kalau dengan duit elektronik hal-hal seperti ini sih gak ada. Kalau duit elektronik saya adalah Flazz, membuat praktis kemana-mana. Bisa dipakai untuk Comuterline maupun Transjakarta.
  2. Kalau ingin menikmati perjalanan, ketahui jadwal-jadwl padat kereta. Jadi kita bisa naik di jadwal kebalikannya biar jalan-jalan lebih nyaman.
  3. Kenali kereta yang akan dinaiki. Jika harus transit, waspada di stasiun-stasiun transit agar gak salah saat turun dan naik. Jangan malu buat bertanya daripada nyasar ke stasiun yang salah atau kebablasan stasiun atau malah salah transit. Di tiap stasiun dan kereta punya peta jalur kereta, bisakan untuk membaca karena sangat membantu.
  4. Biasakan menyandang tas di bagian depan badan untuk meminimalisir aksi copet.
  5. Kalau udah mau turun, mendekatlah ke pintu agar keburu turun sebelum kereta jalan lagi. Tapi gak usah buru-buru juga sih ntar jatoh.
  6. Kalau ibu-ibu hamil, atau membawa anak, atau lansia atau difabel biasanya akan ada orang yang memberikan duduk. Tapi amannya dekatilah kursi prioritas karena itu peruntukkannya udah khusus. Kalau orang di sana gak mau berdiri, sewotin aja ūüėõ

Sayangnya jarak dari Stasiun Manggarai ke Stasiun Kota gak terlalu jauh, jadinya jalan-jalannya gak terlalu lama. Tapi cukup mengobati keinginan jalan-jalan naik kereta, apalagi buat sebagian teman-teman seperjalan yang ternyata baru pertama kali naik Commuterline. Udah cukup memberi kesan kan? Eh senangnya ketemu Tika dan gadis-gadis kecilnya yang emang tadinya kepisah commuterline sama kita karena mereka telat. Saya selalu suka ketemu bocah-bocah ini karena mereka pinter-pinter dan lucu.

Rhesya dan Sabaix dan Sabai dan Adeline

Sesampainya Stasiun Kota kita ngumpul-ngumpul lagi deh di gerai Starbucks. Disuguhi makan lagi. Lhaaa piyee, kok makan terus, kan jadi senang :))

Peach Tart

Selagi kita ngobrol-ngobrol melepas lelah datang lagi makan siang karena memang udah waktunya makan siang juga sih, berupa Beef and Egg Bagel. Waah makanan aneh ini, baru kali ini saya coba makanan kayak gini.

Beef and Egg Bagel

Karena namanya bagelan kali ya, jadi rotinya gak lembut kayak sandwich biasa¬†walaupun disajikannya seperti begitu, lapisan atasnya agak-agak kriuk-crunchy gitu. Enaaaak. Suami sih gak makan, dia gampang kenyang dan ngerasa udah kebanyakan makan. Kalau saya kan di perutnya ada black hole jadi… ya hajar aja >_<

Ternyata semua makanan yang disodorin sama kita dari sebelum berangkat adalah menu baru Starbucks yang bakal launcing buat holiday akhir tahun nanti. Wah jadi bisa ngerasain duluan nih. Lumayan beruntung juga nih. Selain ngerasain 2 Starbucks VIA ready brew tadi.

Akhirnya setelah makan siang dan ngobrol kesana-kemari, berakhir sudah perjalanan buat saya. Saatnya pulang buat rebahan. Walaupun beberapa teman masih melakukan jalan-jalan atas inisiatif sendiri yaitu ke Petak Sembilan yang sebenarnya menggoda juga. Namun apa mau dikata, kaki perlu istirahat juga ternyata, gak bisa terlalu diforsir abis ūüėÄ

Pregnancy Buat Panduan Harian Kehamilan

Karena baru hamil anak pertama dan belum berpengalaman jadinya saya suka nanya-nanya tentang kehamilan ke orang-orang yang udah pengalaman. Terutamanya nyokap dan sodara-sodara sih, apalagi punya tante bidan jadi seperti dilimpahi keberkahan tersendiri. Tapi sebagai anak two-point-ow saya tentu harus punya aplikasi sendiri di perangkat teknologi yang saya pakai yaitu handphone. Kalau masalah ini sih gak bisa nanya ke sodara-sodara, jadinya saya nanya ke new-mommy yang two-point-ow juga yaitu Eka.

Awalnya eka memberi tahu aplikasi yang bernama Mommychi yang dia tulis sendiri di sini. Tapi ternyata belakangan dia ngasih tau aplikasi yang bagus yaitu aplikasi Pregnacy dari Babycenter. Ternyata memang bagus dan saya langsung klop. Aplikasi ini akan menampilkan artikel-artikel yang akan mendampingi kita tiap hari sesuai step perkembangan kehamilannya.

1 (4)QuickMemo+_2014-10-16-15-04-07

 

Tiap hari dia bakal ngasih tau fakta-fakta tentang perkembangan kehamilannya, memberi masukan dan saran dan tips-tips yang bakal nolong banget, apalagi buat saya yang gak tau sama sekali gini. Dia juga ngasih warning hal-hal yang perlu diperhatikan di saat-saat tertentu, ada notifikasinya segala kok. Di email juga dikasih tau, jadi kita bisa memantau dari sana juga. Misalnya saya hari ini dikasih tau buat dengerin musik dan bergoyang mengikuti irama musiknya, karena katanya bayinya udah bisa dengerin dan dapat merasakan gerakan kita. Gitu-gitu deh contohnya. Yang paling sering emang ngasih pengetahuan tentang kesehatan dan makanan, apakah ini baik atau tidak, daaaan sebagainya.

Di aplikasi ini juga ada tab yang menampilkan checklist perminggu buat dicentangin apakah list-list nya udah dikerjain atau belum. Membantu banget buat mengingat hal-hal yang siapa tau terlupakan. Gak semuanya penting-penting juga sih, misalnya dia kasih list “go to bed early” atau “do somethng nice for yourself”. Emang pengingat-pengingat kecil, tapi kalau gak diingetin ya bakal lupa aja kan? ūüėÄ

1 (1)

 

Ada lagi pemantau tendangan bayi, jadi biar kita bisa tau dia nendangnya berapa sering dan berapa aktif. Bisa buat antisipasi ketika bayinya tiba-tiba mogok nendang dan jadi acuan buat diperiksa ke dokter. Karna bayi saya nendang sering banget saya sih gak setiap kali memantau sih, dicatet sedapetnya aja.

QuickMemo+_2014-10-16-15-03-39

 

Adalagi yang namanya Product Search yang buat saya sih gunanya untuk liat-liat keperluan apa saja yang bakal disiapin menjelang kelahiran, walaupun saya belum mulai bikin list sih. ihik. Biasanya product search ini nge-link ke jualan produk sih. Ya gak mungkin beli juga kan, dagangan orang luar ini. Mending beli di sini aja. :p

Satu lagi buat yang suka narsis ada “bumpie”. Aplikasi buat ngambil foto perut yang njedul. Biar rapi dan terorganisir dengan baik. Bagus juga buat liat perkembangan besar kandungannya,

 

 

Segitu deh review tentang aplikasi yang saya pakai. Bagus sih ya… Mau liat-liat websitenya juga oke.

Selamat mencoba buat yang mau coba. Muaaaah!

 

Dre’s Kopitiam : Warung Kopi Baru di Jalan Sabang

Biasa, saya tongkrongannya emang di Jalan Sabang. Dari jaman masih belum menikah sampai sekarang itu kalau udah clueless tempat jalan ujung-ujungnya pintong kesana. Biasanya saya nongkrong di sebuah warung kopi di sana.

Nah ketika kemaren saya pengen nongkrong ke ‘tempat biasa’, kebetulan karena belum shalat dan jalan ke¬†mushala di sekitar jalan sabang juga, eh malah ngeliat tempat ngopi baru ini. Namanya Dre’s Kopitiam. Awalnya sih ragu-ragu buat masuk, karena yang namanya nemu tempat baru ya untung-untungan. Bisa-bisa malah ilfil. Tapi yoweslah, coba aja.


Continue reading »

Locke : Ketika Semua Permasalahan Harus Dihadapi Berbarengan

Kamu suka film eksyen, thriller dengan tempo cepat, pergerakan antar lakon dan dialog tatap muka? maka saya pesankan jangan tonton film ini! Karena semua yang kamu inginkan tidak ada disini.

Bagaimana menikmati film ini? nikmati dialog-dialognya, rasakan perasaan pemeran utamanya, amati perubahan mimik mukanya¬†dan imajinasikan keadaan yang cuma bisa kamu dengar tapi tidak kamu lihat dari lawan bicaranya. Rasakan juga perasaan dilematis dari Mr. Locke ini. Seorang yang sayang keluarga tapi sudah membuat sebuah ‘kekhilafan”, yang menimbulkan perubahan besar bagi dirinya dan orang-orang ¬†disekitarnya.¬†Serta juga¬†menimbulkan konsekuensi-konsekuensi sampingan yang juga besar yang harus dia hadapi di saat bersamaan. Termasuk keadaan tidak bisa menonton tim bola kesayangan lagi bertanding. #penting.

Karena memang film ini cuma berisikan satu orang, jika ada orang lain maka itu adalah cuma suara yang berasal dari telepon, jadi wajar saja jika ada yang bosan. Terutama jika kamu tidak penyuka jenis film drama seperti ini.  Akhirnya pun ketika saya menonton film ini, ada penonton yang memilih meninggalkan bioskop padahal setengah jalan cerita aja belum sampai.

Hal-hal yang saya garis bawahi dari film ini :

  1. Ini adalah iklan BMW (?) :
  2. Locke adalah seorang insinyur sipil, bekerja di proyek bangunan. Bidang keahliannya struktur. Its cool! Semua yang berbau sipil keren pokoknya. :p
  3. Saya punya gelang yang sama dengan Locke. hahaha.

    32LOCKEMAIN1504A

    itu loh gelang yang silver itu

  4. Jangan pernah bawa dokumen kantor ke rumah, karena ketika kamu bolos¬†dadakan, orang lain jadi susah ngerjain kerjaanmu…
  5. Tom Hardy kok bisa jadi charming banget gitu ya?
  6. Menamakan orang yang gak disenangi di kontak telpon dengan nama “Bastard” kayaknya lucu juga.

Oiya, lagi-agi tentang eksekusi akhir. jangan berekspektasi. Nikmati saja jalan ceritanya.

Yang paling berkesan bagi saya adalah ekspresi mukanya ketika menerima telpon yang terakhir. Seolah semua yang terjadi sebelumnya jadi tak ada nilainya

Demikian…. Selamat menonton \o/

 

NB: ¬†Bukan, ini bukan review film beneran. Maaf ya penonton…

Garang Asem Yang Nendang

Ketika kemaren sedang ke Pasar Baru dan kelaparan, saya mendatangi sebuah tempat makan bernama “Bakul Daun”. ¬†Adanya di deretan toko seberang Metro Pasar Baru. Sebenarnya saya pernah ke sini sebelumnya tapi agak-agak lupa tempatnya. Sesudah ketemu tempatnya ya masuk aja deh karena lapar, daripada makan fastfoood, mending ini sajalah.

Yang saya pesen tentu saja Garang Asem, karena saya emang suka. Biasanya sih saya kalau kepengen Garang Asem ya ke Warung Tekko, karna gampang nemu warungnya aja :p

IMG_20131116_145014_307

 

Saya kasih 8/10 buat Garang Asem ini. Mantap beneeer. Kuahnya nendang, asin, asem dan pedesnya mantap. Sebenarnya ini melewati batas level pedes saya, tapi karna keunggulan rasanya saya jadi coba mengabaikannya. Konsekwensinya saya jadi kepedesan begok karenanya. Dagingnya juga empuk, sedikit berlemak yang justru bikin tambah enak. Nasi saya habis ludes.. *cubit cubit perut*

Di sini ada menu lain kok, kayaknya sih enak-enak. Eh bentukan menunya lucu ya, kayak koran. Ada beberapa artikel juga di dalamnya tentang Bakul Daun. Kisaran Harganya sekitar 30ribu – 65ribu buat makanan. Kalau harga minuman sih standar aja, bervariasi.

IMG_20131116_144821_244

 

Selain makanan yang bercitarasa tradisional ada juga yang agak modern dikitlah. Kayak Nasi Sapi Lada Hitam gitu.

IMG_20131116_144740_555

 

Tempatnya lumayan cozy, seperti tempat-tempat makan sejenis lainnya. Bernuasa coklat kayu dan dapurnya ada di depan terbuka. Sudah computerize jadinya ada nilai plusnya.

IMG_20131116_144851_637

 

Jadi kalau lapar dan posisi lagi deket Pasar baru, datang aja ke tempat ini dan saya rekomendasikan Garang Asem untuk menunya.

Selamat Makan \o/

Alamatnya :

IMG_20131116_195719_545