The Nightingales yang Merdu

Monita Tahalea adalah penyanyi mantan Indonesia Idol. Gak Juara 1 sih, tapi ya taulah Indonesia Idol itu gimana ya :p. Info tentang bahwa dia finalis idol-idolan itu aja saya baru tau karena kebetulan pengen liat profilnya dia sebelum nonton yang namanya Serambi Jazz di Goethe Institute.

Yang namanya Jazz kalau lagi live pasti keren, cuma yang saya gak tau bagaimana dengan yang dibawakan Monita ini. Wah ternyata penampilannya memang membuat terpana, tidak rugi bela-belain datang. Suaranya yang bening dan ketahuan udah kena latihan yang banyak karena udah punya teknik menyanyi yang oke (sok ngerti).
Sang Penyanyi
Judul acaranya Monita Tahalea and The Nightingales, apa itu Nightingales? itu nama burung-kata Monita-yang suaranya merdu. Hasil baca-baca saya Nightingales itu simbol dari para penyair, utamanya penyair klasik. Banyak penyair yang mengibaratkan puisinya ke burung ini. Dan iseng saya terjemahkan ke google translate,Nightingale adalah burung Bulbul. oooooooo.
Oke, kembali ke Monita and the Nightingales dimana Monita menyanyi diiringi oleh pemain yang gak kalah kerennya.

Dikasih kesempatan juga ngeliat penampilan Monita duet dengan sang Guru yaitu Indra Lesmana yang katanya menemukan dan mengasah kemampuannya. Begitulah..
Beberapa video saya unduh, silahkan diliat penampilannya yang bening. Bening suaranya dan juga orangnya #ihik.
Ngomong-ngomong, bajunya keren ya, berbatik. Bikin Monita tambah cantik.

Mudah-mudahan diberi kesempatan melihat penampilannya dia lagi. Baik sekali buat konsumsi kuping.

The Corrs yang Memorable itu…

Saya anak milenium..hahaha. iya, saya merasakan euforia pergantian abad 20 jadi 21. Pake baju-baju warna silver metalik, pokoknya kalau pake warna begitu berarti ngetren, ngikutin perkembangan jaman. Eh sebenarnya postingan ini bukan mau ngomongin tren 2000an sih, tapi ngomongin music yang happening banget tahun-tahun segitu. Yaitu the Corrs. 
Siapa sih orang seumuran saya yang gak tau banget lagu The Corrs. Don’t Say You Love Me, Only when i sleep, Runaway daaaan lain-lain. Suara Andrea dan musiknya yang Easy Listening, bikin musik ini selalu nempel di kepala. Sebenarnya Album The Corrs justru paling ingat itu ya yang tahun 90an, album yang ada Runaway dan Only when i sleep-nya. Walau yang terbit tahun 2000 itu tentu saja juga tetap suka. Tapi gak sememorable album sebelumnya. Pokmen lagu yang sebelumnya juga gak pernah terdengar basi di telinga, walaupun udah ada album barunya. Nah kesininya dari album 2000 malah gak terlalu ngeh, entah kenapa, mungkin udah beda tongkrongan ya. 

Grup ini juga selalu kompak ya, gak pernah ganti personal. Sibling sih.. :p trus alat musik yang dipegang personilnya juga beragam, gak standar. Ah pokoknya gitu deh (ora ngerti pegangannya anak Band) :p
Kenapa saya ingat mau posting ini? karena beberapa hari ini saya dengerin musik ini terus. Walau kadang diselingi musik yang lain. 
Ini video youtube yang versi Unplugged, videonya udah lama sih, tapi versi unplugged selalu enak didengar.

 
http://youtube.googleapis.com/v/1ov6USLXwGA&source=uds
 
Pada pakai baju merah dan cakep-cakep gini nih cewek-cewek. *lap iler* #soundswrong.
Udah ya…saya mau denger musiknya lagi…. 
Bye..Mwaaah!

Band Gaek yang Berjiwa Muda

Beruntungnya saya kemaren ketika ke Solo, bertepatan dengan akan diadakan konser sebuah Band Legendaris yang bernama Sentris. Dengan Judul konser “The Story Began From Solo” yang katanya merupakan penggambaran awal dari band ini yang mulai berdiri di Solo yaitu terdiri dari mahasiswa-mahasiswa  lingkungan UNS.
nampang dikit
Sebenarnya sih awalnya saya belum tau pertunjukan apa yang akan saya saksikan, cuma sekedar “Slow Rock Consert” gitu deh ancer-ancernya. Itupun cuma dengar dari selentingan pembicaraan teman-teman Rumah Bloger Indonesia. Akhirnya bermodal #muree saya bersama Ajeng datang Ke RRI Kota Surakarta dimana pertunjukkannya diadakan. Dengan voucher berupa stiker seharga Rp. 10,000,- dan itupun dikasih gratis oleh Pakde Blontank Poer, kita akhirnya melenggang masuk ke ruang pertunjukan keren ini 😀
 
Sampai disana ternyata judul acaranya adalah “Progresive Art Rock Concert” dimana tulisan terbesar band pendukungnya adalah “Sentris“, di sinilah saya jadi tau menu utamanya adalah band ini. Dari hasil perkenalan oleh MC lah yang membuat sedikit tahu dengan sejarah mereka, bahwa ini adalah sebuah band yang bermula dari solo, bahwa tadinya berasal dari lingkungan kampus UNS, bahwa lagu-lagu yang mereka bawakan adalah lagu-lagu Band Genesis dan ternyata ini adalah konser mereka setelah 25 tahun vakum.
Sebelumnya sih disuguhin sama 3 band lain, yang Alhamdulillah oke banget penampilannya. Saya sih bukanlah penggemar fanatik musik rock, tapi untungnya saya bisa menikmati semua jenis musik. Nah band-band ini niat abis. Musiknya bagus, soundsystemnya bagus dan vokalnya juga oke. Lagu-lagu yang dibawakan pun lagu-lagu yang sedikit saya tau, ada Dream Theater, Rush, Queen, apalah lagi tuh banyak… #perkaraUsia.
                     band pendukung : Java Rock
 
                               band pendukung : SOP
 
Walaupun personil Sentris ini gaek, tapi kemampuan mereka masihlah sungguh yahud. Penampilan musiknya seperti anak muda. Semua instrumen yang dipakai juga dimainkan dengan sempurna dan vokalisnya punya suara sedikit mirip Phils Collins emang. #disama-samain :p Bahwa bisa menggebuk drum dan bernyanyi dengan suara rock untuk lagu yang cukup banyak itu aja udah cukup diacungin jempol, toh?
Para penggemar mereka juga ternyata lumayan banyak, walaupun juga sudah senior-senior sih. Kayaknya memang penggemar yang mengikuti band mereka dari awal. Semacam ultras. Saya jadi melihat bahwa Solo sangat keren dalam berkesenian, dan dari dulu.
Sungguh tidak rugi akhirnya saya mantengin band ini sampai selesai.
                                        Band utama : Sentris
 
Semoga band ini tetap eksis dan semoga banyak band-band lain yang seperti ini. Bermusik dengan serius dan langgeng.

Sebuah pengalaman kebetulan yang menyenangkan 🙂

Surat Cinta Perahu Kertas

Melihat video klip OSTnya film Perahu kertas ini :

Tentang Kugy yang menulis surat di kertas yang dia bikin menjadi perahu kertas dan dia lepaskan ke sungai atau laut (kalau gak salah) , saya jadi teringat dulu di jaman cinta monyet waktu kuliah. 

Jadi saking cemennya nge-gebet teman kuliah beda jurusan gak pernah berani untuk memperlihatkan, eh memang dianya gak kenal sih. Trus sekali kejadian pernah ketika kebetulan jalan-jalan ke daerah asalnya yang pantainya bagus lalu saya bikin surat gitu, dimasukin ke dalam botol dan dilepas ke laut. hahaha. Duduk di pantainya yang berkarang sambil ngelamun-ngelamun gitu.
Cemen cit cemeen…
Sesampainya di kampus, tetap begitu. Ketika dia lewat, diam seperti patung…
 
……
Perahu kertasku kan melaju membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila, tapi ini adanya
Liriknya manis ya…
Cinta?? #ngoks :p

Totally Brass, Musik Yang Beda

Saya mengerti musik cuma sebatas “ini enak” dan “ini gak enak” saja, ya demikianlah adanya telinga buta seni tapi banyak maunya ini. Jadi ketika kemaren saya akhirnya menonton sebuah pertunjukan di Gedung Goethe Institut Jakarta yang berjudul Totally Brass yang sebenarnya saya tidak tau tentang apa konsep acaranya selain bahwa ini adalah konser musik instrumen logam, yang benar-benar belum pernah saya liat sama sekali sebelumnya. Akhirnya bersama Putri-yang ngajakin, akhirnya saya menonton pertunjukan ini dengan tanpa ekspektasi.
Ternyata sesudah pertunjukkan dimulai, saya baru tau bagaimana sebenarnya alat instrumen musik logam ini. Pertunjukkan ini sebenarnya dipersembahkan oleh Sekolah Amandeus Jakarta yang katanya mengajarkan mata pelajaran ini, sekalian promosi gitu bahwa sekolahnya akan mendatangkan guru baru dari Jerman untuk musik dari alat ini. Alat musik yang dimainkan adalah Trumpet, Horn, Trombone dan Bass Trombone. Dan saya tidak menyangka bahwa saya sangat menikmatinya. Selain menikmati wajah pemainnya yang cakep-cakep juga (dangkal cit..dangkal..).
Mereka bergantian memainkannya, ada yang Horn-nya saja, ada yang Trombone-nya aja dan ada yang dibawakan bersama-sama. seru deh pokokmen. Yang denger sih seru, tapi liat mereka niup-niup itu sih kasihan juga, pasti capek *puk puk*
Kira-kira pertunjukan selama 1,5 jam ini bisa saya nikmati dan semua penonton juga sepertinya terhibur dan memberikan apresiasi yang baik.
Oh iya, katanya bulan September tahun ini Amandeus akan mengadakan konser lagi untuk Alat musik ini, jadi kalau penasaran mbokya ditungguin aja. Kalau gratis, saya bakal nonton lagi sih. #mureeee.
Selamat selasa, ini postingan sambil menunggu waktu berbuka O/
Nb: saya baru tau kalau Brass itu artinya kuningan, mehehe

5 Lagu Karaoke Wajib Versi On The Spot

Lagi tren tuh katanya bikin list-list-an. Jadi karena pengen update blog, mending saya ikutan bikin list juga haha.
Dan gara-gara karaokean sore ini (bukannya tarawih cit, hih!) jadi saya ada ide bikin list ini aja, yang sesuai judul ini loh. Yaitu tentang lagu apa saja yang sering saya nyanyiin kalau karaokean #pentingbeudh. 
  1. Starlight – Muse. Ah, siapapun yang sering karaokean sama saya pasti tau kalau saya suka nyanyiin lagu Muse, nah Starlight inilah lagu yang paling sering saya nyanyiin. Paling kalau berturut-turut karaokean dengan teman yang sama, saya kombinasikan sama “Unintended” atau “Time is Running Out”. Nyanyiin lagu Starlight itu bikin suara lepas, jiwa juga. Pokokmen bikin enak gitu sambil teriak-teriak, cocok buat lepasin stress, hehe. 
  2. Karma – Cokelat. Menurut saya nih, saya cocok nyanyiin lagu-lagu Kikan #hoek. Mungkin ya gitu, cocok buat saya yang senengnya lagu pake vokal kenceng, Kenceng ya bukan tinggi. Kalau tinggi macam Nicky Astria mah saya angkat tangan. Karma adalah lagu paling sering saya nyanyiin. Beatnya pas, tekniknya buat saya enggak susah. Eh, emang gak pernah mikirin teknik segala sih kalo nyanyi :p. Dan terutama juga karna saya emang penggemar Cokelat (Cokelat yang ada Kikan nya). Biasanya alternatif lagu Cokelat yang lain ya “Jauh” atau “Segitiga”. 
  3. I’m With You –  Avril Lavigne, basiclly saya suka lagu Avril, semua. terutama lagu di albumnya Complicated. Walopun kadang susah ya dipaksain aja gitu, namanya juga kerokan. kan yang penting hati senang walaupun suara ancuuur m/. Sayangnya saya gak ngikutin lagu-lagu barunya, paling banter taunya “Wish You Were Here”, nah yang ini lumayan sering saya nyanyiin. Paling seneng ngucapin “Damn…damn..damn..” itu deh yaaa. #dasar.
  4. Beraksi –  Kotak, ini bisa terbilang lagu yang gak sukses saya nyayiin tapi tetap dengan pede melakukannya, semata-mata karna bisa teriak-teriak aja, hahaha. lagu Kotak yang lain juga asik dinyanyiin. Sayangnya, dengan cuma sekali-sekali aja denger radio dan dibilang hampir gak pernah lagi nonton TV, lagu Kotak yang saya tau cuma terbatas. Padahal harusnya bisa menambah perbendaharaan playlist karaoke dengan lagu mereka. Besok-besok deh ya coba donlot :p
  5. Lagu apa aja – Evanessence. Ini lagu-lagu susah, sumpah. Amy Lee kan punya suara dahsyat yang menakjubkan bujubuneng. Tapi lagunya asik-asik, ya gak sih. Jadi ya itu, modal nyanyinya ya pede aja gak tau malu. Paling sering saya lakukan tuh, pencet lagu Evanessence apasaja, cobain sampe batas maksimal, trus pencet “next”. hahaha. Pokoknya kalo belum nyanyiin lagu ini tuh kurang puas aja. 
Karna bikinnya cuma 5 ya cuma segitu deh lagu yang bisa ditulis, tapi itu udah top 5 banget. Memang saya kalau karaoke gak terlalu pilih-pilih lagu. dangdut juga pernah kalau tau lagunya, lagu-lagu evergreen gitu sering banget, Ska boleh, 90an apalagi. Jadi mau masuk geng karaoke apasaja hayuk hajar sajalah :p
Karaokean adalah salah satu yang bikin saya #mureee kalau diajak. Gak pake mikir pasti mau aja.
Jadi, Karaokean dimana kita weekend ini?
Selamat hari selasa, selamat berpuasa O/