Tip : New Experience with Youtube Speed Setting

Awalnya gara-gara liat video Isyana Sarasvati di video rekomendasi youtube, terus penasaran pingin mendengarnya. Video yang ini loh…aduh mbaknya bening juga ya. #salahfokus

Kemudian liat komen-komennya, iseng ceunah. Ternyata di top komen ada yang nyaranin kayak gini.

UntitledIseng berlanjut dan nyobain, taunya bener loh, lagunya jadi asik. Lebih nge-groove. Isyana terkesan lebih riang gembira. Yah walaupun yang asli juga gak jelek kok.

Kayaknya bisa dicoba lagu-lagu lain, siapa tau juga terdengar lebih asyik.

 

Selamat Minggu. Selamat datang Desember. Ayo liburaaaaaaan!!!

Bermalam Minggu di Indonesian Jazz Festival 2015

Kemaren saya berkesempatan ke Indonesia Jazz festival yang seperti tahun kemaren tetap bertempat di Tenis Indoor Senayan. Tidak seperti tahun kemaren dimana saya berfestival ketika belum punya anak, kali ini bawa bocah cowok umur 6 bulanan yang orangnya sangat antusias ­čśÇ Karena membawa bayi tentu saja gak bisa ke sana tanpa persiapan, jadinya berangkat perlu mempersiapkan banyak hal tentang makanannya, baju ganti dan peralatan perang lainnya. Jadinya gak ngotot mesti datang on-time, sesiapnya semua keperluan bayi kelar aja. Walaupun kita ada planing ancer-ancer datang pas jadwal Ina Kamari karena memang pengen liat penampilannya, agak telat sih tapi untungnya masih sempat nonton. Cuma karena panggungnya dia hadap-hadapan sama panggung depannya, jadi saya merasa kurang menikmati. Rada tabrakan gitu deh soundnya.

IMG_20150829_172635

Artis lain yang bisa saya tonton lagi adalah Soul Vibe. Adanya di panggung utama jadi soundnya berasa lebih oke. Menonton di panggung utama memang selalu lebih baik karena banyak bangku buat duduk, kalaupun mau nonton ala  festival lebih nyaman karena lebih adem mengingat di dalam ruangan dan tentu aja ada AC-nya.

Buat saya tentu saja tak akan melewatkan Syaharani. Untungnya Syaharani langsung tampil sehabis magrib maka kita langsung bisa menontonnya. Dia kali ini juga tampil di stage utama jadi nontonnya lebih syahdu. Seperti biasa, mbak ini penampilannya sangat prima, penasaran dia makannya apa gitu ya sampai punya suara yang sangaaaaaaaaat oke dan stamina yang gak kaaaaalaah oke.

IMG_20150829_184315

Yang menyenangkan dari konser yang gak terlalu rame adalah, kamu bisa bergoyang mengikuti lagunya dengan bebas, bahkan sambil gendong bayi. Sungguh menyenangkan. Ngomong-ngomong tentang bawa bayi, ngikutin konser sejenis festival gini memang lebih memungkinkan karena kita bebas menclok dimana aja, ada tempat makan buat rehat sambil nyuapin anak dan juga bisa pindah-pindah jikalau merasa panggung yang satu tidak cocok dengan kuping si bayi. Cuma saya sarankan bawa semacam penutup kuping untuk mengurangi intensitas suara masuk ke kuping dia. Biar kita gak terlalu milih-milih sama lagu yang terlalu keras buat bayi dan biar dia lebih nyaman aja.

Di IndoJazz ini sudah tersedia tempat makan semacam food court gitu, jadi jangan khawatir kalau kelaparan. Juga tersebar booth-booth makanan dan minuman yang lumayan menarik seandainya kelaparan, sayangnya sih saya tidak  karena lebih memilih makan di mall di sebelahnya sih, mehehe. Juga yang berkesan buat saya, tidak ada yang namanya parade smartphone selama konser. Paling ada satu-dua orang yang memoto ke arah panggung tapi udah, sebentar saja. Kalaupun ada yang merekam biasanya mereka memakai kamera biasa beserta tripod yang tentu saja tidak mengganggu. Kalau konser kayak gitu jadi enak liatnya ya.

IMG_20150829_185329

Karena udah lewat jauh dari jadwal tidur si bayi, maka tidak memungkinkan buat kita nyelesain nonton konser musik ini sampai kelar. Setelah duduk sebentar sambil dengar musik di sana-sini kita memutuskan keriaan ini diakhiri dulu. Bye Maliq, bye Extra Large, bye Gerald Situmorang, bye Eva Celia (ini penasaran liatnya), bye Dian PP, ┬ábye Tesla Manaf, bye The Groove, bye Gugun Blues Shelter, bye semuaaaa….Mudah-mudahan saya bisa nonton lagi tahun depan.

Terimakasih Kang Caplang for the tikets ­čśÇ

As Pentatonix’s Fans Newbie

Saya sedang sangat menggemari band acapella Pentatonix. Sebenarnya dari dulu sering muter lagunya kalau pas ingat, tapi baru sekarang selalu ada di playlist selain Imagine Dragon dan looping terus menerus. Sebenarnya sebagai fans apapun, saya gak pernah kaffah sampai tau detail mengenai bandnya.  Nama-nama personilnya sih tau, tapi ya sebatas nama aja. Saya paling ngefans sama Avi Kaplan sebagai Bass, suaranya enak banget didengar.

Sebagai fans abal-abal dimaklumi lah ya kalau mereka konser di Jakarta kemaren aja saya  juga gak tau, udah taunya pas mereka ngetwit aja :p

Pengen banget sih nonton tapi memang gak memungkinkan, jadinya bisa ngiri aja sama yang udah nonton. Mungkin lain kali, dan mudah-mudahan mereka langgeng terus jadi band.

 

Pecah di Goethe

Sudah lama tidak ke Goethe Haus menonton pertunjukan kebudayaan di sana. Nah kebetulan kemaren ada waktu sepulang kantor untuk menonton konser dari Amadeus School Music Jakarta. Sudah beberapa kali saya menonton Konser Amadeus di Goethe dan tidak pernah mengecewakan. Judul konsernya Brass and String dengan penampil New Acapella Amadeus and Amadeus Brass.

12400125-STANDARD

Awal pertunjukan disuguhkan suguhan biola dari New Acapella Amadeus, mengesankan. Biola never failed me (halah). Musiknya disuguhkan secara bersama-sama, maupun kuartet dengan pengiring dan solo dengan pengiring. Keren pokoknya. Musik yang dibawakan juga musik-musik yang udah dikenal kepunyaan komposer ternama jadi memang familiar.

Banyak aransemen dibawakan dengan sempurna. Saya gak habis pikir kenapa dawai…eh senar bisa mengeluarkan nada-nada indah begitu. (((DAWAI)))

IMG_20140320_194911 (1)

Amadeus juga menampilkan grup alat musik tiupnya yaitu Amadeus Brass. Ini sudah yang kedua kali saya nonton Amadeus Brass, karena awal dibentuk dulu Amadeus melakukan pertunjukan pertama juga dilakukan di Goethe juga dan saya berkesempatan menontonnya. Saya pernah nulis di sini

IMG_20140320_204950

Sekarang Amadeus brass lebih banyak personil dan jenis alat musiknya. Semakin berkelas kelihatannya. Mereka juga menambahkan perkusi dalam musiknya.

Di penutup konser New Acapella Amadeus dan Amadeus Brass melakukan pertunjukkan bersama-sama dengan mengaransemen lagu tema James Bond. Pecaaaaaah. Sayangnya saya gak bawa kamera yang proper buat mengabadikannya ­čÖü

Bravo Amadeus, semoga tambah keren aja dengan pertunjukan dan murid-murid berbakatnya. Terimakasih Goethe Haus yang selalu menyuguhkan musik bermutu…..dan gratis. Sebagai “kelas menengah ngehe” saya merasa terbekati, hahaha. Saya nantikan konser selanjutnya.

Selamat Jumat \o/

Mendengarkan Musik Klasik

Kamu penyuka musik klasik? saya suka walaupun bukan dikatakan penggemar. Sesekali mendengarkan terutama kalau jenuh dengan musik yang itu-itu saja. Tapi saya suka musik klasik yang temponya cepat, semacam karya Mozart gitu.
Nah kebetulan di Sekolah Musik Amandeus Jakarta ada guru alat tiup yaitu Benjamin Fischer yang kemaren mengadakan konser bersama saudara perempuannya Evamaria Fischer yang pianist. Sayapun punya kesempatan untuk menontonnya.
Sayangnya saya tidak mengabadikan dengan kamera yang memadai, tapi berhasil saya rekam 2 lagunya. Ini bukan termasuk lagu dengan tempo cepat seperti yang saya suka itu, tapi tetap enak didengar. Ketika ada musik yang lebih saya sukai, batrai kamera saya malah habis ­čÖü
Silahkan didengarkan…
http://youtube.googleapis.com/v/gK1FI5U_7PQ&source=uds
Alat musik yang dibawakan Benjamin Fischer adalah Oboe dan English Horn yang sayangnya saya tidak melihat dengan jelas perbedaan alatnya hahaha (dasar buta musik). Oiya tak lupa, masnya cakep.. mbaknya juga sih :p
Kalau ingin tau mencoba dengar musik dia yang lain, beberapa videonya saya temukan di Youtube tapi ya tidak banyak ­čÖü