Tentang Belanja Online yang Tidak Berhasil

Waktu itu tiba-tiba timeline rame dengan Ovomaltine. Eh kenapa? ternyata Ovomaltine dijual di website online shop Matahari Mall. Trus kenapa emangnya kalau dijual di sana? harganya 10ribu meeeen. Ovomaltine itu kan mahal, kalaupun dapat di toko-toko online itu paling banter dapat 50 ribu, itu juga biasanya tanggal expired nya udah mepet, hihihi. Tiba-tiba di timeline ada yang berseru bahwa di Matahari Mall ada yang harga segitu. Kayaknya semua orang langsung berlarian ke websitenya.

Saya bukan penggemar selai yang bersangkutan, tapi gimana-gimana jadi pengen juga, paling gak kan bisa jadi stok di rumah atau nawarin ke teman yang emang penggemar itu. Jadinya mau gak mau ikut buka websitenya. Hal pertama yang terjadi, loadingnya lamaaaaaaaaaa bahkan udah di-refresh berkali-kali.

Setelah agak sabar akhirnya bisa juga pesan satu dan masuk ke troli, ihiiiy. Itu ordernya cuma bisa satu loh ya. Asiiik, tinggal bayar dong. Walaupun musti beberapa kali refresh juga biar bisa masuk troli dan sampai ke tahap memasukkan alamat. Namun ketika tombol “bayar sekarang” dipencet…. jeng..jeng…

CObwzT0UAAAVN64.png large

Saya gak ngerti apaan arti kalimat itu suwer. dicoba berulang-ulang tetap begitu.

Akhirnya didemin dulu agak berapa jam. Dicoba bayar lagi….troli kosong. Baiklah. *banting pintu*

Bhay!

curcol

sangatlah tidaklah bijaksana jika kita menilai kerjaan orang dengan sinis padahal orang itu sebenarnya tidak dalam kondisi menikmati keadaanya. nikmatilah hidup kalian, saya mencoba menikmati hidup saya…sebisa mungkin membuat otak saya berjalan semestinya…

MUAK


kapan kau muak dengan semua ini? kalo aku sering…
seolah sesudah muntah,kujalani lagi. tak bisa melepaskan diri…

Ada apa dengan reality show..

Realiti show, itu acara yang lagi banyak2nya sekarang. Menjadi wabah beberapa tahun yang lalu. Kebetulan saya barusan melihatnya sesudah nonton berita yang tentu seperti biasanya akan saya langsung ganti lagi salurannya.

Oke lah buat siapa yang selalu merasa positif thinking dengan melihat bahwa kalo itu adalah benar2 reality show, atau yang merasa menghargai kreatifitas yang ada, tapi bagi saya kebohongan itu selalu terasa menyebalkan. Bolehlah para2 produser ada yang berargument bahwa dia melakukan semua ini untuk juga agar penonton mengambil hikmah dari tema yang diangkat ataupun produser ada yang bilang bahwa mereka mengharapkan cukup kreatifitas itu minta dihargai, tapi tetap bagi saya KEBOHONGAN ITU MENYEBALKAN!

Mari kita review beberapa bentuk2 realiti show (kita bahas juga didikan dari acara itu):

1. Acara yang detektif2an itu
Kaya’nya ini yang paling menarik buat penontonnya dan inilah pelopor acara2 realityshow yang sudah punya berbagai macam turunan itu. Tema acaranya seperti mencari sesorang yang hilang yang nanti ujung2nya ternyata jadi cewek simpanan siapa gitu atau seorang cewek yang mencari kekasihnya yang hilang ternyata selingkuh dari pacarnya.
Dan dimana ini unsur didikannya prod? (haiyah sok akrab). Belum lagi dalam logika saya kalo misalnya sesuatu yang memalukan kemudian sang punya acara minta izin buat menayangkan-kan katanya udah minta izin kepada pihak2 terlibat-itu, terus dia bakal ngijinin acara itu buat ditayangkan??! Gw rasa orang indonesia masih punya rasa malu yang tinggi dari pada mengharapkan embel2 uang itu.

2. Acara talkshow yang ngadu2 orang itu
Nah ini saya rasa meniru acara luar nih, hmmm kalo gak salah acara “jerry springer” itu ya. Yang maksudnya buat mengklarifikasi dan menemukan dua pihak yang bertikai. Adalah jadinya tuh di studio sampai tonjok2an (ah akting!) atau mengeluarkan sumpah serapah. Walopun mungkin ada acara semacam itu yang memakai topeng2an biar dikira agak beradab gitu. Tetep aja esensinya, bukan muka yang membuat malu tpi acaranya. Lagian topeng2nya gak niat banget dah.
Btw, saya pernah nonton nih acara, eh itu yang jadi salah satu pemainnya artis lo,walopun sering jadi figuran. Apa gak bisa cari artis dadakan baru. Saya gituh misalnya *sisiran.

3. Acara semacam cari orang baik dijalanan
Kalo yang ini bisa dikatakan agak mendidik, yang kurang adalah akting pemainnya agak payah. Saya percaya mungkin ada sebagian yang beneran reality show, tapi sebagian besar juga pasti tidak (kekeuh).

4. Acara cari jodoh yang berbagai macam
Naaaaaa ini paling parah nih, saya sama sekali tidak suka. Absolut! Selain kebanyakan bohong juga justru ini bukan malah mendidik tapi merusak. Ngajarin orang peluk2an, pake baju2 seksi diselingi berantem2an,cemburuan dan rebutan pasangan. Plis, give me 1 reason to watch this! Belum lagi pesertanya yang kebanyakan tidak-maaf-good looking. Nggg….. bukan apa2 sih, paling gak kalo ada yang cakep2 gitu kan bisa buat cuci matalah walopun acaranya gak mutu.

Baru inget segitu…apa lagi ya reality show??!!