Pulang dan Makan

Masakan minang adalah masakan paling enak di dunia, kata siapa? kata saya :)) Tapi cobalah cari-cari di internet, banyak ditulis bahwa rendang adalah makanan paling enak di dunia. Padahal sebenarnya banyak yang lebih enak lagi kan?  Setiap pulang kampung saya selalu diperhamba makanan, apalah daya. Makanan yang disodorin emang yang enak-enak gitu kalau di kampung, apalagi ketika lebaran, segala macam yang “paling” pasti nongol. Saya kebanyakan memfoto makanan, maklum alay. Maksudnya postingan ini mau ngasih liat.
Dendeng Kering

 

Itiak lado Mudo
Gulai Ikan

 

Terong Lado Mudo

 

Sambalado

 

Bada Balado

 

 

Anyang

 

Jariang lado Mudo (jariang = jengkol)

Tambunsu adalah usus sapi yang diisi dengan telur dan santan, ini istimewa. Biasanya dibikin jadi gulai, tapi ini varian baru dibikin pakai cabe ijo.

Tambunsu

Cangkuak adalah masakan khas dari daerah saya, panyalaian. Beberapa daerah di sumbar gak mengenal masakan ini. Cangkuak itu dibikin dari air rebusan nasi yang dimasak bersama cabe, kentang, bawang, teri, dll. Bisa juga ditambahkan kerupuk kulit (karupuak jangek).

Cangkuak

 

Karupuak Jangek
Pical

 

Rendang

 

Gulai tunjang

Menikmati makanan ini sebaiknya pakai tangan dan duduk bersila 🙂

Slruuupppp… Pulang lagi po?

Belajar Bahasa Minang

Tadi kebetulan ngobrol-ngobrol dengan salah seorang bapak-bapak di kantor yang ternyata pernah ditempatkan di daerah Sumatera Barat dan juga ikut ngobrol bersama kami teman-teman yang lain beberapa orang. Dia bercerita pengalamannya selama di sana dan tentang Bahasa Minang, inilah kesimpulan dia tentang Bahasa Minang yang coba dia terangkan ke floor (halah floor), saya mah manggut-manggut aja dong. Berikut kutipannya :

Bahasa Minang itu gampang, yang penting tau clue-clue nya. Karena kita pasti tau Bahasa Indonesia maka tinggal merubah penyebutan kata belakangnya

Kata yang di akhir berbunyi -ap dirubah menjadi -ok, misalnya Atap -> Atok, Asap -> Asok

Kata yang di akhir berbunyi -us diubah menjadi -uih, misalnya Putus -> Putuih, Kurus -> Kuruih

 Kata yang di akhir berbunyi -ung diubah menjadi -uang, misalnya Gunung -> Gunuang, Hidung -> Hiduang

Begitu…
Demikian pelajaran Bahasa Minang dari orang yang bukan minang. Gampang kan? yaiyalah belum kata-kata yang aneh :))
Jika butuh pelajaran lebih mendalam, silahkan hubungi saya sebagai orang minang tulen dengan mengklik akun-akun pribadi saya yang linknya ada di bagian bawah blog ini (modus), jangan lupa ajak ngopi-ngopi.

Selamat Puasa hari pertama dan keduaaa… :*

Padusi

“Padusi”, dalam bahasa Minang berarti “Perempuan” atau panggilan lain untuk “Istri” juga bisa. Dan sebagaimana diketahui kalau adat minang yang Matriakad membuat garis keturunan ditarik dari garis Padusi #sekilasinfo :p

Beberapa waktu yang lalu beruntungnya saya ketika akhirnya bisa menonton yang namanya Teater Padusi yang tiket masuknya dikasih oleh Wenny *kecup kecup*, dimana tentu saja saya menonton Teater ini dengan penuh antusias. Terutama karena latar belakang budaya Minangnya. Karena baru kali ini saya menonton pertunjukan Minang di event lumayan besar seperti persembahan dari Djarum ini.

Ine Febriyanti dan Jajang c Noor
eh ada aralle

Bagaimana kesannya? Bagus! Senang sekali bisa melihat tarian minang yang rancak bana itu, gerakannya yang tangkas dan gesit. Saya sukaaaa…… Tepuk tangan yang riuh untuk sutradara, penulis dan kareografernya. Juga terutama musik pengiringnya, yang bikin saya jadi kangen pulang.

pelaminan minang, ceritanya
Tariannya

Cerita dari teater ini adalah merupakan medley dari cerita yang sudah ada di Sumbar sendiri, dan disajikan beserta tarian-tarian. Dengan pemain-pemain yang sudah biasa bermain di teater-teater yang sudah ada. Yah walaupun eksekusi di akhir agak kurang memuaskan saya secara pribadi, namun terlepas dari itu acara keseluruhannya bagus dan indah… Inti dari cerita sendiri sih tentang kekuatan seorang perempuan, gitu-gitu deh.
Mudah-mudahan ada lagi seniman Indonesia bikin acara seperti ini, dan saya bisa nonton gratis lagi.

Sutradara, Penulis dan Penampil

Selamat Menari  🙂

Tempat Ngopi di Kota Padang

Hallooooo, bagaimana Longweekend nya?? saya mau review tempat ngopi ah. Tempat ngopi di Kota saya, Kota Padang.
Oooo kemaren pulang kampung, senang dong?? ya iyalahyaaa…
Kemudian saya sempat ke Kota padang sebagai ibukota tempat saya kuliah menuntut ilmu :p
Nah di sini saya ketemu tempat kopi yang lumayan cozy, namanya Rumah Kopi Nunos. Adanya di daerah Mangun Sarkoro, itu daerah yang biasanya dilewati Buskota kampus kalo dari Pasarraya.
Saya senang sekali sama tempat ini. Karena apa? Karena saya suka suasananya, udah itu aja sih. Di Jakarta sih banyak, di Padang hmmm yang saya tau baru ini.
Tempatnya enak buat “berdiam”. Temaram, tenang, ada Wifi lumayan kenceng, mejanya yang tidak banyak dan interior yang nyaman.
Pilihan kopinya pun banyak, dan saya kemaren nyobain kopi Sidikalang. Rasanya, ya seperti kopi sidikalang, enaak. Tapi disajikan di cangkir yang kecil jadinya lebih kental dari kopi sidikalang yang biasa saya minum, seperti yang ada di Sabang 16 misalnya 🙂
Dan Katanya, warung ini sekarang jadi kayak tempat even-even ngehits gitu #halah. Stand-up Comedy yang  sedang populer itu katanya kalo mau “comic” ngadainnya di sini. Oooo ternyata ini cafe gaul toh :p
Eh di sini saya ketemu celengan Coin of Chance loh, hambuhlah siapa yang narok. Siapa ya? Ada yang tau?
Ah betapa enaknya jadi warga Padang sekarang, ada tempat nongkrong yang ngenakin gitu. andai dulu pas saya kuliah udah ada yaaa. (halah, padahal dulu ora ada duittt eee).
Buat pengunjung yang mau wisata ke Sumatra Barat mungkin kurang terlalu menarik ya, karna biasanya pelancong lebih prefer nyarinya warung-warung tradisional. Tapi ya ini alternatif aja sih *nyengir*
Sekalian dulu ya posting kecil-kecilannya, biar blognya cerah dikit 😀