Lifehack ala Ponakan

Saya punya 4 orang ponakan yang rentang umurnya deketan. Paling gede baru 5 tahun dan kelakuan tiap mereka beda-beda, lucu-lucu dan banyak tingkah. Mereka semua dekat, baik antar ponakan dengan sepupu-sepupunya, ponakan dengan tante-omnya, pun sama kakek neneknya. Tapi kita semua punya rumah yang terpisah dan jauh. Kakek dan nenek termasuk Omnya ada di kampung, satu keluarga di Bandung, satu keluarga lagi Di Kota Padang dan Saya sekeluarga di Jakarta. Membuat sarana chating lewat smartphone jadi alat andalan buat keep-in-touch keponakan-ponakan dengan para tante-om-nenek-kakek mereka yang tersayang  ini.

Keponakan saya yang nomer 2 berumur 4 tahun orangnya sangat perhatian, semua hal dia ceritakan dan tanyakan, “Ande lagi ngapain?” “Hisyam udah bobok belum?” “Ikram punya mainan Angry Birds baru nih”. Membuat dia anak yang paling sering memakai aplikasi whatsapp buat chit-chat. Tapi tentu saja dia gak bisa mengetik apa yang dia mau sampaikan, padahal dia sangat ingin ngobrol selain ke ibu dan ayahnya. Hal yang dia lakukan adalah memencet tombol voice di sebelah papan ketik (((papan ketik))).

Screenshot_20150915_094314Akibatnya kami semua juga terpaksa membalas dengan suara. Pun ponakan yang lain juga jadi ikut chating dengan suara. Jadi rame dan seru malahan. Coba aja kalau kita texting sesudah dia chat pakai suara, bakal diprotes “pakai sawara laaaah Andeeee” :))

Begitulah lifehack ponakan mengenai kebutuhan chattingnya. Tambah pinter ya bocah. *kiss* *kiss*