Mainan Tradisional

Senang sekali ke acara #MainNyok! yang kemaren diundang sama Rhesya, karena tema acara ini adalah mainan tradisional khususnya dari daerah betawi. Karena dalam rangka menyambut Ulang Tahun Jakarta juga, jadinya jajanan yang diberikan juga khas jajanan Betawi. Saya datangnya tetep bersama teman-teman yang eksis ini.
yang ikutan main

Bisa ngeliat cara membuat mainan tradisional tersebut misalnya bedil-bedil dari bambu, mobil-mobilan dan mainan suara dari pelepah kelapa (kalau gak salah), seru.

membuat bedil dari bambu
main mobil-mobilan
main bedil

Ohiya, kalau soalan makanan di sini ketemu makanan kayak Kue Ape, Uli dan Bir Pletok, dll.

Bir Pletok

Dan bawalah anak-anak, mereka akan sangat senang ke acara begini. *brb, bikin* #eh

Demikian… cauuuw!!

Semua Menu Brunch Favorit-mu, Ada di Sini

Bahagia sekali akhirnya bisa diundang ke Sunday Brunch at Graffiti Restaurant di Mercure Hotel, daerah TB Simatupang itu. Kenapa? Karena ini adalah tentang MAKAAAN! Pe-eR-nya sih musti pake pakaian Summer Sweet. Namun, karena pakaian-pakaian saya adalah untuk semua musim dan saya sudah sweet *dilepehin*, maka dengan pede saya rasa sudah boleh datang ke acara ini 😀
Ternyata yang ngundang memang tau banget kalau hari itu bakal panas, karena sesampainya disana gerahnya menggila. Untungnya saya disuguhi minuman ini, namanya Green Lime
Green Lime
sebagai penyuka yang asem-asem, jadi minuman ini juara banget. Asemnya pas, seger dan dingin. Itu daun jeruk loh itu, bukan daun mint. Tapi ada kekurangannya…anuuuh, porsinya kurang gede mbak… *seret-seret pitcher* #menurutngana
Chef Mustari lagi masak
Saya memang terlambat datang ke acara ini, tapi tidak terlalu terlambat untuk bisa melihat aksi Chef Mustari yang sedang memperlihatkan keahliannya memasak 2 makanan andalannya
Avocado and Shrimp with Mayo Wasabi Sauce
Avocado and Shrimp with Mayo Wasabi Sauce ini adalah semacam salad, Eh ya gak sih? 😛
Pokokmen bahan utamanya Alpukat yang dicampur udang disaos mayonaise dan diberi sayuran segar lainnya sebagai tambahan. Rasanya? Udangnya segar karna cuma dicelupkan ke air mendidih sebentar dan alpukatnya tentu saja segar dari sananya. 
 
Masakan Kedua adalah Fetucini Carbonara, memang terlihat seperti masakan Fetucini Carbonara yang lain, tapi bikinan Graffiti Restaurant tentu saja Istimewa.
Fettucini carbonara

Sesudah makan kita bisa nyicipin semua masakan bapak chefnya dong, sampai ludes malah. apalagi Avocado dan Shrimp nya jadi favorit di acara icip-icip ini.

Icip-icip napsu
Abis demo masak dan nyicipin masakannya, kita disuruh pindah ke bar buat demo bikin minuman favoritnya Mercure Hotel. Yang pertama disajiin minuman syariah dulu #halahSyariah. Namanya Strawbunny, semacam campuran Strawberry dan Yogurt. Yogurtnya berasa banget, bukan minuman seger sih menurutku tapi minuman sehat. Hidup Sehat!

Strawbunny

Nah, minuman kedua ini minuman yang seger tapi ada wine dkk. Namanya Sangria, yaitu Cocktail paduan bermacam-macam buah segar dan komposisi minuman yang spesial. Kenapa spesial? Karena ada takarannya. Kalau gak spesial pasti dituang-tuang aja kan? #Iniapasih. Tapi saya gak minum sih ini, kalau diliat dari wajah teman-teman yang minum semacam muka sumringah gitu deh 😀

Sangria

Oh iya satu lagi, saya suka sekali tempat buat event demo masak ini. Adanya di lantai 11, agak-agak open sky gitu terus ada kolam renang kecilnya. Cucok buat sok-sokan berjemur sambil minum cocktail gitu deeeh.

nampang di pinggir kolam

Sebenarnya sih yang di atas itu belum acara inti karena tentu saja acara intinya adalah makan-makan yang sesuai undangan yaitu BRUNCH-nya itu sodara-sodara. Jadi semua yang datang diangkut ke restoran buat dipamerin makanan. Tentu saja pamernya berhasil karena yang dipamerin gak tanggung-tanggung. Kita disodorin berbagai macam ragam menu brunch yang banyak, banyak yang benar-benar banyak. Banyak dari segi jenis dan banyak dari segi jumlah.
Tapi saya ini memang susah move-on dari menu brunch favorit saya seperti gambar dibawah ini *macak Pak Tino Sidin*

Omelet, Sosis dan Kentang Goreng
Semua tentu saja takjub dengan menu-menu yang ditawarkan. Berbagai macam menu sarapan ala indonesia sampai ala-ala tidak indonesia ada di sini (opoiki?). Dari makanan seperti nasi, kentang, ayam goreng, bihun goreng serta berbagai pasta, bubur, roti, salad bahkan dimsum. Juga sampai bakar-bakaran ala barbeque. Yang barbeque di restoran ini sungguhlah surga sekali buat yang suka bakar-bakaran. Saya masih terbayang-bayang dengan cumi bakarnya yang enak. saosnya juga tersedia berbagai rasa, ada lada hitam, saos padang dan satunya…ahhh lupa :p
Dilla lagi hunting makan
Appetizer-nya juga banyak. Disajikan dengan bentuk yang sangat mengguggah selera rakus. Silahkan diicip apa saja, takkan mengecewakan rasanya.
puding cokelat
dan lain-lain
Dan entah kenapa, selalu orang-orang ini yang memenangkan kompetisi, termasuk ketika Graffiti lagi bikin kompetisi siapa bisa plating terbaik dari brunch yang mereka gerayangi. Dapat voucher dan wine *tabokin satu-satu* (Dilla lupa difoto).
juara 1
juara 2
Inilah muka-muka sumringah kekenyangan itu. Bahagia sudah mencicipi menu-menu istimewa dan banyak dan berharap bisa menikmati lagi… #iniNgarep. Sungguh pengalaman makan yang gak bakalan lupa (masih ingat cumi bakar). Sekarang cuma berharap ya bisa diundang lagi gitu… *usap-usap tembok*
Muka Kenyang

Terimakasih Graffiti Restaurant
Terimakasih Mercure Hotel Simatupang
Sampai berjumpa lagi di piring-piring makan selanjutnya.

Selamat Senin, Manis… O/

Restoran Graffiti & SLAM 
@ Mercure Jakarta Simatupang Hotel
Jl. R.A. Kartini No.18, Lebak Bulus
Jakarta Selatan 12440
Tel: +62 21 75 999 777 

Berempat yang Lagi Jadi Tukang Poto-poto

Akhirnya, sudah sebulan saya bersama beberapa teman-teman yang terdiri dari +Dita Firdiana +Rudy Wahyudi dan +Ahmad Saiful Muhajir bikin postingan photoblog kolaborasi yang kami namakan #berempat. Proyek ini dipost di Tumblr, yang tentu saja dengan alasan lebih gampang mengoperasikannya, atau ada alasan lainnya ya? entah :p
Cara kerjanya sih dengan posting tiap hari dengan tema sudah ditentukan. Untuk tema sebulan yang sudah berlalu kemaren sih masih pakai tema orang lain yang ditemukan di internet *buka rahasia*, karena biar lebih gampang aja gak perlu mikir hihihi. Sekarang sudah memasuki bulan kedua, tema ditentukan oleh #berempat sendiri.
Contoh potingan Dita dengan tema Clothes, ini hasil karya dita di kampus. Keren kan? 🙂
foto +Dita Firdiana
Contoh foto Ipul dengan tema Nature, cantik ya…
Foto +Ahmad Saiful Muhajir
Contoh foto Rudy dengan tema Books, ini yang nge-likes lumayan banyak :p
foto +Rudy Wahyudi
Contoh foto saya sendiri dengan tema Favorite Color, Forza Milan!
Seru aja sih punya mainan kayak gini, biasanya saling todong-todongan kalau ada yang belum posting, juga bisa buat ajang pamer terselubung kali ya sekalian amal perbuatan dihapus malaikat, juga bisa buat belajar fotografi, menangkap dan memaknai sebuah gambar. Yah, masing-masing bisa mengambil hikmahnya sendiri. Kalau saya sih biar buat ada kerjaan saja, maklum selo. :p
Foto-fotonya ada di sini –> http://berempat.tumblr.com/ Silahkan untuk dilihat-lihat, sekalian Tumblrnya di follow aja #promosi, atau siapa tau ada yg tertarik sama salah satu foto bisa dicopy dan biar habis itu saya koar-koar di-plagiat-i dan saya jadi seleb *ditoyor*, atau siapa tau ada yang mau sewa fotografer dari personil #berempat. Eaaa.
Dan sekarang udah memasuki Berempat Season II dengan tema ke 4 yaitu “Favorite Place” walaupun belum ada yang posting ini.. *macak Admin*. Mudah-mudahan teman-teman tetap istiqomah memosting tiap hari sampai waktu yang tak berakhir.. #tsah
Oiya, salah satu personil berempat yaitu Dita punya konsep foto baru, gimana? liat sendiri aja… 😀
Selamat Soreee… Muaaah!

Penilaian

Kadang aku merasa kaget dengan pemikiran seseorang yang datang dari orang yang tak kusangka-sangka. Orang yang awalnya menurutku mempunyai pemikiran 180 derajat. Makanya ketika tiba-tiba  dia melontarkan isi kepalanya, aku menjadi takjub sendiri.
Memang, intuisi itu biasanya sangat berguna. tapi tetap waktulah yang bisa menilai sesuatu lebih teliti. Makanya aku tak mau lagi menilai seseorang dengan cepat. Harus me-nol-kan persepsi…
gambar diambil dari sini

30 September itu adalah…

30 September 2009 Gempa besar 7,6 SR di Padang, sudah menghancurkan banyak bangunan, banyak harapan yang dibangun, menghancurkan hati dari sebagian orang yang ditinggal, menghancurkan sebagian besar perasaan orang minang melihat daerah mereka porak poranda terutama Ibukota yang mejadi simbol negrinya.
Kebetulan ketika gempa itu terjadi saya sedang berada di Kota Padang, dan merasakan sendiri goncangan yang terjadi. Melihat sendiri bagaimana bangunan mulai hancur berantakan, melihat sendiri bumi bergelombang seperti karpet yg sedang disibakkan debunya, melihat sendiri kepanikan orang-orang yang berlari menyelamatkan diri dari potensi Tsunami, melihat sendiri titik-titik kebakaran, melihat orang berlarian masuk sungai demi menyebrang karna jembatan yang penuh orang, melihat sendiri bangunan yang bablas, melihat kepanikan orang-orang mencari keluarganya yang terpisah. Ternyatapun bahwa gempa ini memang memakan banyak korban. Gempa itu terjadi di sore hari, sehingga korban memang kebanyakan berada di pusat-pusat kegiatan, di hotel, di tempat les, di Mall.
foto diambil dari sini 
Kota Padang sudah bergerak lagi sekarang, semua sudah beraktifitas selayaknya. Tapi sisa-sisa dari gempa masih ada. Beberapa bangunan masih ada yang berdiri dalam kondisi puing, walaupun banyak juga yang sudah dibangun baru. Ada bangunan yang ditempati lagi tapi tak banyak juga yang ditinggalkan.
Sudah 3 tahun berlalu dari peristiwa itu, tepat tadi siang adalah peringatannya. Mengingat betapa kita sangat kecil dan lemah, padahal Sang Pencipta sedang menyuruh buminya bergoncang sedikit saja. Membuat kita harus lebih bersiap-siap lagi dengan semua yang akan terjadi. Menghadapi bencana yang memang akan selalu datang, karena pesisir Padang adalah daerah yang akan selalu terancam gempa karna pergerakan lempeng di sepanjang lautnya.
Saya cuma bisa berharap pemerintah benar-benar memikirkan tentang betapa pentingnya perencanaan konstruksi, eh bukan cuma pemerintah. Semua yang punya bangunan. Menginginkan Pemerintah benar-benar memikirkan infrastruktur untuk evakuasi ketika Gempa datang. Berharap punya tim tanggap darurat yang mumpuni. Berharap semua warga Sumbar selalu mawas diri, selalu punya kewaspadaan yang tinggi. Selalu berdoa kepada Yang Kuasa.
Semoga Allah selalu melimpahkan keselamatan dan keberkahan untuk Sumatera Barat, untuk bumi kita.
Semoga Bumi Minang selalu bangkit sesudah jatuh itu..

Grizzly

Aku memutuskan ke bandung untuk menikmati hari pergantian usiaku. Duduk di sebuah cafe, minum kopi dan menikmati kota yang berbeda.Itulah hadiah ulang tahunku untuk diriku sendiri.
Kemudian membeli sebuah boneka beruang cokelat. Aku suka boneka beruang, walaupun aku tidak mengoleksinya. Ah, seperti anak-anak ya, tapi gapapa kan sekali-sekali.
Sekarang dia ada di sini, menemani beruang buluk yang udah ada 🙂