2013

Sudah 2013, tahun baru, harapan baru, senyum baru, tapi saya masih saja belum menulis di blogger sampai akhirnya tulisan ini ingin saya tulis. Saya belum ada ide mau menulis apa, tapi ya gitu, akhirnya bertekad buka “new post” dan mulailah mengetik :p
Sebenarnya dari akhir tahun kemaren saya udah ingin menulis, membuat semacam kaleidoskop, kemudian memang akhirnya tak ada tulisan yang launching di penghujung tahun itu. Sebenarnya sih lebih kepada tak ada motifasi menulis, entahlah karena tak ada ide, atau kaleidoskop-versi-saya dirasa sendiri kurang menarik. Kemudian akhirnya berfikir, yaudah nanti aja di awal tahun membuat semacam “pukul gong” menyambut 2013, membuat semacam harapan-harapan yang ingin dicapai di tahun ini, lagi-lagi semuanya terlewat begitu saja. Sampai akhirnya mau ditulis sekarang semua terasa basi.
Sebenarnya saya punya semacam “medium blog” di tumblr, beberapa orang mungkin mengetahuinya. Itu semacam menulis kecil-kecilan tentang ide yang terlintas selain pikiran terlintas yang saya tulis di twitter. Sebagian orang menganggap itu kegalauan saya, padahal kadang saya memposisikan diri sebagai orang lain yang saya tau ceritanya, atau memang murni imajinasi saya sendiri. Tapi itu memang cendrung tentang sesuatu yang lebih dramatis #halah.
Tapi belakangan saya juga tak terlalu rajin menulis di sana. Saya sebenarnya lagi menyibukkan diri dengan hal lain, misalnya membaca atau menonton dvd atau melamun saja ūüėÄ
Saya ingin rajin menulis, mungkin lebih baik membuat schedule atau semacam itulah. Mungkin itu yang harus saya lakukan di 2013 ini.
Belakangan saya gampang bosan….

 

Ada Apa dengan Saya dan Kamera

Saya sih bukannya mau jadi fotografer profesional juga ya, tapi memang saya suka memfoto sesuatu. Maksudnya buat dokumentasi saja. Itu terbukti dari sering fullnya memori hp. Makanya salah satu benda yang selalu saya ingin punya adalah kamera. bahkan sekarang dalam tahap yang mengidam-idamkan sekali.
Bukannya belum pernah punya, pernah kok. Tapi selalu ada saja drama di antara saya dan kamera.
Jadi sekarang saya mau bercerita tentang kisah saya dan kamera-kamera saya. Ini tidak termasuk kamera jaman masih di kampung dulu yang masih pake roll film gitu, itu udah lupa saking lamanya.
Nah, Kamera Digital yang pertama saya punya adalah Casio Exilim seri apa ya? lupa euy. Ini saya belinya benar-benar ketika masih pakai gaji pegawai rendahan, walaupun sekarang masih rendah aja *mematut-matut diri di kaca sampil pegang meteran*. Tapi beneran, makanya dieman-eman gitu memakainya. Tapi yang namanya setiap benda itu ada ajalnya, akhirnya rusak juga kamera itu. Sekarang dalam kondisi gak bisa ditutup lensanya. saking desperado-nya sampai udah ditekan-tekan dengan paksa biar ketutup tetap aja gak bisa.

Kualitas kamera ini seadanya. Tapi yang penting sih bersyukur aja, masih bisa punya. Apalagi waktu itu belum punya hp berkamera oke, jadi ya benar-benar mengandalkan itu untuk memfoto sesuatu.
Selanjutnya drama yang kedua adalah dengan kamera Nikon. Namanya Nikon Ixy 105. Kamera ini saya titip teman yang ke Jepang, karena harganya di sana rada miring. Saya memiliki kamera ini kira-kira semalam. Sore hari kameranya berpindah tangan dari teman ke saya, besok siangnya kecopetan di metromini 24 jurusan Tanjung Priok – Senen. Bentar doang kan, perih gak tuh? ūüėÄ Pernah bikin sedikit postingannya di sini –>¬†http://goo.gl/fNzXN

Kalau hasil kameranya sih udah bagus, sempat mencoba beberapa objek, tapi ya bentar doang, baru objek-objek yang deket aja. Layarnya sentuh dan filternya oke. Ah, lumayan lah…Kehilangan kamera ketiga ini yang nyesek banget. Karena apa? Ya karna saya merasa kameranya udah keren aja dan foto-foto yang hilang bersamanya juga seru-seru banget :p Kalau kamera yang ini hilang bersama jalan-jalan saya ke Pulau Tidung yang ini –>¬†http://goo.gl/S6O79
Hilangnya kenapa? Karena kemalingan. Di homestay yang merupakan rumah penduduk asli sana sih sebenarnya. kejadiannya ketika saya bersama teman-teman seperjalanan yang lain sedang tidur. Saking nyenyaknya karna lelah habis snorkling, kita ampe gak ada yang terbangun ketika malingnya masuk rumah padahal kamera itu berada dekat posisi tidur kita. Ah buset bener, padahal di dalamnya juga udah banyak foto-foto bagus. Yang paling ingat foto meloncat dari Jembatan Cinta-nya Pulau Tidung, karena moment itu di kamera teman-teman yang lain gak ada dan hasilnya mantap beneeer. Belum lagi foto-foto seruan ketika snorkling. Tapi inti dari semua kesedihan itu, karena nabung lama buat belinya. Kamera yang sudah cukup mahal menurut standar saya *nangis*

Hasil kameranya, oke banget. Pokoknya sudah memenuhi mau saya atas kamera yang diidam-idamkan. Belum terlalu eksplore juga sih karena itungan ilangnya juga cepet dari waktu belinya, tapi saya serius bener-bener mempelajari kameranya.

Sesudah kehilangan itu saya kadang tercenung (halah, tercenung), apa saya memang ditakdirkan untuk tidak punya kamera, kenapa ini terjadi kepada saya. Kenapaaaa… *insert meme why god why*
Namun sekarang saya benar-benar menginginkan kamera lagi, iya. Kepinginan selain punya Tablet, jalan-jalan snorkling lagi dan pergi ke Belanda #eh #apalah.
Begitulah sekelumit kisah tragis dari perjalan hidup saya dan kamera #pret, doakan saya ya teman-teman untuk mewujudkan mimpi mempunyai kamera lagi. Semangat!

Tulisan ini terinspirasi karena hari ini banyak yang nge-twit tentang kamera, jadinya ingat. hu hu hu

Oiya, saya suka jadikan foto-foto saya jadi bahan postingan di blog ini misalnya. Atau untuk postingan saya di tumblr¬†http://kamumakanapa.tumblr.com/¬†dan flickr¬†http://goo.gl/ZDi2h¬†Cieeee, malah promosi…

Bye, Selamat Selasa :*

30 September itu adalah…

30 September 2009 Gempa besar 7,6 SR di Padang, sudah menghancurkan banyak bangunan, banyak harapan yang dibangun, menghancurkan hati dari sebagian orang yang ditinggal, menghancurkan sebagian besar perasaan orang minang melihat daerah mereka porak poranda terutama Ibukota yang mejadi simbol negrinya.
Kebetulan ketika gempa itu terjadi saya sedang berada di Kota Padang, dan merasakan sendiri goncangan yang terjadi. Melihat sendiri bagaimana bangunan mulai hancur berantakan, melihat sendiri bumi bergelombang seperti karpet yg sedang disibakkan debunya, melihat sendiri kepanikan orang-orang yang berlari menyelamatkan diri dari potensi Tsunami, melihat sendiri titik-titik kebakaran, melihat orang berlarian masuk sungai demi menyebrang karna jembatan yang penuh orang, melihat sendiri bangunan yang bablas, melihat kepanikan orang-orang mencari keluarganya yang terpisah. Ternyatapun bahwa gempa ini memang memakan banyak korban. Gempa itu terjadi di sore hari, sehingga korban memang kebanyakan berada di pusat-pusat kegiatan, di hotel, di tempat les, di Mall.
foto diambil dari sini 
Kota Padang sudah bergerak lagi sekarang, semua sudah beraktifitas selayaknya. Tapi sisa-sisa dari gempa masih ada. Beberapa bangunan masih ada yang berdiri dalam kondisi puing, walaupun banyak juga yang sudah dibangun baru. Ada bangunan yang ditempati lagi tapi tak banyak juga yang ditinggalkan.
Sudah 3 tahun berlalu dari peristiwa itu, tepat tadi siang adalah peringatannya. Mengingat betapa kita sangat kecil dan lemah, padahal Sang Pencipta sedang menyuruh buminya bergoncang sedikit saja. Membuat kita harus lebih bersiap-siap lagi dengan semua yang akan terjadi. Menghadapi bencana yang memang akan selalu datang, karena pesisir Padang adalah daerah yang akan selalu terancam gempa karna pergerakan lempeng di sepanjang lautnya.
Saya cuma bisa berharap pemerintah benar-benar memikirkan tentang betapa pentingnya perencanaan konstruksi, eh bukan cuma pemerintah. Semua yang punya bangunan. Menginginkan Pemerintah benar-benar memikirkan infrastruktur untuk evakuasi ketika Gempa datang. Berharap punya tim tanggap darurat yang mumpuni. Berharap semua warga Sumbar selalu mawas diri, selalu punya kewaspadaan yang tinggi. Selalu berdoa kepada Yang Kuasa.
Semoga Allah selalu melimpahkan keselamatan dan keberkahan untuk Sumatera Barat, untuk bumi kita.
Semoga Bumi Minang selalu bangkit sesudah jatuh itu..

Binatang Peliharaan, Kenapa dan Bagaimana.

Sebenarnya saya sih suka binatang, maksudnya ada kepengenan buat memelihara juga. terutama ikan dan kucing. tapi karna merasa belum bisa tanggung jawab jadinya selalu mengurungkan niat untuk memeliharanya. 
foto diambil dari sini
Di kantor juga pernah melihat meja seorang teman kerja yang di atasnya ada akuarium kecil yang selalu disinari lampu, wah sungguh tergoda sekali untuk punya. Membayangkan saya punya suatu benda bergemerisik suara air, dengan ikan-ikan lucu di dalamnya. dengan hiasan hijau-hijau adem di dalamnya, ntar kalau haus tinggal nambahin selang #eh. Tapi setelah dipikir-pikir, saya jadi mempertimbangkan banyak hal.
Punya sifat kurang telaten, padahal mungkin katanya justru memelihara sesuatu itu untuk mengasah jiwa telaten, tapi ya piye ya. Misalnya ntar kepikir bakal gak telaten ngasih makan rutin lah buat ngurus makan sendiri saja saya malas, trus mikir membersihkankannya bakalan ribet karna musti rapi. atau apalah..apalah… Pernah sekali miara kaktus aja mati, padahal kaktus kebutuhannya apa sih? disiram sekali seminggu aja cukup *nunduk*
Sibuk, saya semacam ngakunya Sosialita Nanggung (apadeh), ini hoax tapi ya memang saya suka nongkrong kemana-mana. Pulang kerja pergi ngopi dulu, atau pergi nonton dulu, atau ngurus suami kerjaan pritilan dulu, baru pulang. Kebayang aja siapa yang ngasih pets ini makan, duh.
Sering tidak di rumah, dan saya adalah anak kost yang berarti ketika saya ndak di rumah, kamar saya gak bisa di akses siapapun. Jadi kalau saya pergi beneran gak bakal ada yang bisa ngasih makan piaraan. Kenapa saya sering gak di rumah? karena punya adiknya nenek yang sering saya kunjungi, jadi praktis saya memang weekend ndak di kost. Belum lagi kebiasaan suka jalan-jalan yang membuat ada alasan lagi musti pergi-pergi.

Bosenan, saya suka bosen sama suatu benda, takutnya ntar hangat-hangat cirit ayam, diawal semangat banget terus saya tinggalkan. Padahal kan sama bintang gak boleh gitu. masak habis dipiara, trus jual lagi tukar tambah dengan piaraan lain. Padahal mungkin aja kenyataannya ntar kalau sayang terus malah bakal susah ngelepasinnya. bisa aja gitu sih…


Jadi ya gitu deh, alasan saya kenapa saya memutuskan tidak punya binatang piaraan.


Tapi kan belum dicoba cit, masasih udah nyerah aja?
Oiya ya… hmmm. Yaudah deh, abaikan saja tulisan di atas tadi deh..
*ditimpuk*


Selamat senin kawan! deuh, bentar lagi ngantor…

Surat Cinta Perahu Kertas

Melihat video klip OSTnya film Perahu kertas ini :

Tentang Kugy yang menulis surat di kertas yang dia bikin menjadi perahu kertas dan dia lepaskan ke sungai atau laut (kalau gak salah) , saya jadi teringat dulu di jaman cinta monyet waktu kuliah. 

Jadi saking cemennya nge-gebet teman kuliah beda jurusan gak pernah berani untuk memperlihatkan, eh memang dianya gak kenal sih. Trus sekali kejadian pernah ketika kebetulan jalan-jalan ke daerah asalnya yang pantainya bagus lalu saya bikin surat gitu, dimasukin ke dalam botol dan dilepas ke laut. hahaha. Duduk di pantainya yang berkarang sambil ngelamun-ngelamun gitu.
Cemen cit cemeen…
Sesampainya di kampus, tetap begitu. Ketika dia lewat, diam seperti patung…
 
……
Perahu kertasku kan melaju membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila, tapi ini adanya
Liriknya manis ya…
Cinta?? #ngoks :p

Kenapa Semua Pada Naik Sih??

gambar dipinjam dari sini
“Hari ini semua harga-harga naik”, begitulah celetukan di sebuah kantor pegawai negri sipil di bilangan Kemayoran Jakarta Pusat (maksudnya “kantor saya”, #bahasainfotainment banget dah elu ciit)..
Celetukan ini hadir ketika sedang terjadi adegan makan siang diselingi dengan tontonan berita di Tvsatu. Bagaimana tidak, rentetan beritanya berendengan, mulai dari riuh rendahnya berita harga cabe yang ampun-ampunan, BBM yang sudah kita ketahui sendiri harganya emang udah mau naik, terus emas yang harganya berapaan tuh ya…400ribuan kali yak, terus rokok yang karena cukainya naik maka naik jugalah harganya.
Berbagai macam reaksi dari masyarakat (#tsaah) mengenai fenomena ini. Di kantor saya, dan juga di twitter.
“ini pasti karena remunerasi pegawai negri bocor ke masyarakat”, begitulah celetukan lanjutan dari teman kantor yang tadi. Yah namanya juga pegawe, parno aja sama harga-harga kebutuhan. Padahal remunerasi kagak pake bocor-bocor lah, emang dikasih tau terbuka sama pemerintah. Emangnya remunerasi diinfoin secara rahasia, kaya’ wikileaks itu?? ūüėÄ
Kalo harga emas naik, salah satu teman malah girang, kayanya dia punya emas banyak deh.. kirim tuyul ke rumahnya aaaah… *eh.
Kalo saya sih mikirnya, kenapa dia gak tunggu terus sampe harga emas sejutaan gitu misalnya. siapa tau harganya naik terus sampe gak turun-turun lagi #ngimpi. Tapi cenderung harga emas ini gak terlalu bikin dunia persilatan gonjang ganjing, yahh mungkin karena mayoritas orang-orang memang tidak berinvestasi melalui emas.

Nah kalo masalah harga rokok yang bakal naik, ini sepertinya banyak pro dan kontra. yang pro tentu saja para penggiat-penggiat anti merokok, yang sangat setuju kalo rokok dimusnahkan dari dunia *ngikik*, serta para pengecam para perokok-perokok aktif yang “katanya” membuat para perokok pasif sengsara.
Dan yang kontra tentu saja semua para pengisapnya, yang mulutnya gak bakal enak kalo abis makan gak ngerokok, yang katanya kalo gak ngerokok gak ganteng dan para penentang teori tentang perokok pasif (lirik ichanx). etapi belum tentu kontra juga, siapa tau duitnya pada banyak, jadi ya gak masalah kalo harganya naik ūüėÄ

Nah kalo BBM yang naik?? ah males ngebahasnya. udah sempat bikin dunia seindonesia heboh juga kan. kalo pemerintah maunya begitu , ya susah ya cyiiinn..

Yang sangat menarik tentu saja adalah..jeng..jeng..jeng..jeeengg… HARGA CABE NAIK!!! Lebih kurang sudah 100 ribu sekilo.
Walopun emak di kampung belum sms laporan bahwa rendang diperkirakan kualitas rasanya menurun (#bahasainfotanment lagi daah), tapi saya yakin barang sedikit adalah bikin beliau risau dengan kenaikan ini.
Berapakah cost dari rumah makan padang akan meningkat? Apakah Sumatera Barat akan mengganti dendeng baladonya dengan dendeng bakecap, ataukah masakan itik cabe ijonya akan berubah jadi itik pandan biar tetep ijo *krik krik*.
Jangankan cuma orang minang yang terkenal suka pedes, sunda, jawa, madura..semua tergantung dengan cabe, pun makasar manado, serta hampir 100 persen indonesia sangat menyukainya. Jadilah harga cabe yang naik ini menjadi topik yang hangat diperbincangan belakangan ini, termasuk di dunia twitter juga tentunya.
Maka tak heranlah bahwa hampir semua warga indonesia sangat menginginkan harga cabe akan turun, selain bahwa Nurdin Halid harus turun juga tentunya.. #teteup

Demikian racauan hari ini.. semoga kita semua tetap berbahagia dengan semua kenaikan ini. SALAM SUPERRR!! #paketopengmarioteguh