Curhat PNS #215

Sering kan denger celetukan, Ah PNS begini…PNS itu begitu.. ooooh pantes, PNS sih… endebray endebruy encutbray…

Jadi gini…

Saya bukan sedang dalam posisi membela diri. Jangankan teman-teman di luar yang bukan PNS, di sini, di kantor saya ini saja ada orang yang merasa divisi lain gak punya kerjaan dan divisi dia lebih penting dari segalanya. Gitu…

 

End.

Daftar Buku yang Sedang Dibaca Tapi Gak Kelar-kelar

Saya gampang merasa penasaran dengan sebuah buku. Sisi baiknya saya jadi pelahap berbagai subjek, bisa novel fiksi, fantasi, biografi, sejarah, psikologi, agama, apapun. Sisi jeleknya, ketika saya menemukan buku baru, bisa saja buku yang di tangan langsung terbengkalai karna rasa penasaran itu. Kecuali buku itu bagus banget ya. Iya kayaknya semua sepakat, sebuah buku dikategorikan bagus kalau kamu belum bisa tidur nyenyak jika buku tersebut belum kelar kamu baca. Ditinggal tidur aja susah, apalagi terbengkalai dengan buku lain. Itu terjadi pada Harry Potter series, buat saya.

Ini beberapa buku yang begitu berminatnya saya ketika membelinya, tapi belum kelar dibaca sampai sekarang :

  • Muhammad karya Martin Lings

muhammad2

Karena ini karakter orang yang paling saya sukai jadi harusnya kudu punya biografinya, dan buku Martin Lings ini adalah salah satu rekomendasi yang sering ditemui. Doski orientalis gak sih? ah mbuh ya.  Saya suka membaca sebuah cerita dari perspektif manapun, kiri, kanan ataupun netral..

Cuma ya itu, bukunya belum kelar juga sih. Yang pertama karna tebal, yang kedua karena banyak buku bagus barengan dengan keberadaan buku ini sehingga dia jadinya dibaca selang seling. Sekarang bukunya malah dipinjam teman untuk keperluan belajar juga 🙂

  • Mein Kampf Karya Hitler

meinkampfedisilengkapvol1vol2_8461

Saya penggemar cerita tentang Perang Dunia ke II terutama Hitler dan Nazi nya. Cerita tentang itu selalu dengan semangat saya ikuti, terutama sih versi film, karena tinggal disodorin ke kepala ;p. Dulu ketika beli buku ini agak mikir panjang karena tebal dan mahal, tapi hasrat untuk membelinya selalu menggebu-gebu. Akhirnya kejadian juga saya beli buku hits ini. Sempat saya bertahan lama untuk membaca tapi akhirnya tergilas dengan keinginan membaca buku cerita lain. Lah piye, bukunya tebal banget jadinya bacanya rauwis-uwis sedangkan buku asyik lain juga selalu datang.

  • Eragon Series karya Christopher Paolini

InheritanceSaya membaca Eragon dan  itulah yang membuat saya membeli sekuelnya. Membeli doang karena akhirnya gak sempat saya baca, hehehe. Bukunya tebal semua dan belum menggugah saya untuk menyentuh mereka, padahal toh sebenarnya Eragon itu cerita yang bagus. Kenapa ya?

  • Babad Tanah Jawi

13143758

Satu hal lagi yang sering terjadi pada saya dan mungkin bagi sebagian orang. ketika saya ke toko buku dan membaca halamannya di tokonya secara random, buku itu menarik sekali kelihatannya seolah-olah ketika punya gak bakal brenti sampai menamatkannya, trus jadi pengen beli bukunya, trus ketika udah dibeli dan dibaca dikit eh abis itu dipegang aja kagak.

Itu terjadi ketika saya beli buku babad Tanah Jawi ini. Wah saya suka buku sejarah walau isinya mungkin bercampur mitos atau legenda, jadi ketika saya baca buku ini secara random di toko buku terasa bakal seru. Bayangkan semua cerita tanah jawa dari jaman antah barantah ada di buku kecil ini tapi entah kenapa…ya gitu deeeh….

  • Pesan-pesan Islam karya Hadji Agus Salim

Salah satu tokoh yang saya kagumi adalah Agus Salim, sebagaimana pernah saya tulis di sini http://icit.web.id/ini-idolaku/ jadi saya punya buku beliau yang termahsyur ini

pesan-islam

Ini lumayan udah banyak kebaca tapi belum kelar juga sih. :p

  •  The Bartimaeus Trilogy karya Jonathan Stroud.

9781423136828_custom-97e12104703c8a3a69332fa8d8cee23bc0f99a40-s6-c30

Buku fantasi selalu berhasil menarik duit saya keluar dari dompet, dan akhirnya terbelilah trilogy ini. Saya dulu beli langsung borong tiga-tiganya. Sempat membaca yang pertama kemudian terhenti di tengah jalan entah karena alasan apa. Dan sampai akhirnya ada yang meminjam tapi belum dibalikin sampai sekarang dan saya lupa siapa orangnya 🙁 Sekarang menyesal karena review dari beberapa orang yang saya percaya reviewnya mengatakan ini bagus. Buku akuuu manaaaaah?

  • Malcolm X Karya Alex Haley

malcolm_x

Udah lama punya buku ini. Buku biografi lagi, tebal dan berat tapi menarik. Diceritakan seperti kita lagi baca novel. Tapi tebalnya itu dan bukunya berat. Susah dibawa kemana-mana 🙁 Jadinya numpuk bersama buku yang lain dan tenggelam deh…

  • Bharatayudha karya RA Kosasih

Bharata Yudha

Ketika beli buku ini agak lama mikirnya tentang buku yang mana yang akan saya beli dari sekian banyak komik wayang pak RA Kosasih. Saya emang  kepengen punya buku klasik ini tapi mau nyicil dulu dari yang paling ringan (((RINGAN))). Memilih Bharatayudha dengan alasan bahwa ini cuma sepenggal cerita dari kisah wayang yang njelimet itu, kan cuma tentang Perang Bharatayudha doang jadi saya pikir bakal bisa menyelesaikannya dengan gampang. Ternyata tidak gampang juga saudara-saudara. Entah saya merasa ceritanya terlalu dipanjang-panjangkan atau bagaimana, ternyata saya tidak bertahan juga. Akhirnya saya memilih menyimak wayang versi Kitin aja, hahaha. Otak udah susah dikasih yang  belibet gini.

Itu deh buku-buku besar yang keinget yang aku gantung tanpa kepastian.Maih ada banyak sih buku-buku lain yang masih menggantung. Kayaknya mesti diinventarisir deh, biar tau punya PR apa aja. Selalu ada niat untuk menyelesaikannya dan seperti biasa, menjadi wacana… 😀

Kalau kamu, buku apa aja yang kamu PHP in?

Manusia Pada Dasarnya Selo

Orang-orang di twitter itu ya kadang lucu. Eh bukan kadang sih, sering malahan. Lucunya bukan lucu yang “uwuwuwuwu” gitu ya, tapi lucu yang “*facepalm*”.

Misalnya gini : Udah bulan Februari nih ceritanya, trus ada yang ngetwit gini deh –>  “Menunggu twit tentang halal atau haramnya Valentine”, trus ada yang menimpali “Orang-orang pada selo ya, kayak gitu aja dibahas. Mau valentin atau enggak kan hak …bla…bla…bla…”. Trus dilanjutkan lagi “Namanya juga cara berpikir yang bla…bla…bla…”.

Jadi, siapa yang ngebahas sebenarnya ini? tadinya gak ada malah jadi ada. :p

Hal yang sama terjadi terus…. Dan tidak mengenal event apapun. Mau perayaan hari keagamaan, hari nasional ataupun hari-hari yang disimboli lainnya. Kalau ndak suka ribut-ribut gitu ya jangan kasih panggung. Gitu loh.

Manusia…. *balik ke Mars*

Salam Pramuka!

Boleh dibilang sebagian keluarga saya adalah pengerak pramuka. Bapak saya aktif bahkan sampai dia jadi guru, dan selalu mendukung anak muridnya untuk berkegiatan pramuka bahkan ketika dia sudah menjadi kepala sekolah. Satu set baju pramuka dengan atribut pelengkapnya dia masih punya.

Kakak sayalah anak pramuka sejati, sejak sekolah dasar dia sudah ikut kegiatan ekstra kurikuler ini. Dia selalu aktif di setiap acara-acara yang menyertakan pramuka di dalamnya, juga aktif di kwartir cabang yang mungkin pernah jadi pengurusnya, selalu diangkat jadi pembina pramuka di sekolah yang pernah dia ajar. Dia ikut jambore nasional di cibubur waktu itu. Itulah yang jadi kebanggaannya.

Saya? Saya mulai aktif pramuka sejak SD, bersama-sama kakak selalu aktif di kegiatan apapun. Selisih jarak satu kelas membuat kegiatan pramuka saya dan dia selalu bareng. Kakak boleh bangga di tali-temali tapi saya selalu bangga di hapalan sandi. Kakak selalu senang kegiatan pramuka di tenda, saya bangga tampil kawakan di jelajah alam.
Tapi saya berhenti, karena apa? Jadi ketika hanya salah satu dari kami yang boleh ikut jambore nasional dikarenakan utusan sekolah yang boleh cuma satu akhirnya sekolah memutuskan kakaklah yang berangkat ke acara itu. Saya tidak tau pertimbangannya apa, mungkin karena lebih tua :p
Sesudah itu saya tak punya semangat lagi ikut pramuka, iya, secetek itu pikiran saya waktu itu. Saya kan sudah bilang, saya gampang patah hati (kapan bilangnya cit?). Ya maklumlah, masih kecil. Dasar anak-anak. Saya memang kecewa berat waktu itu.

Akhirnya, sang kakak tetap setia di pramuka sampai sekarang, dan saya cuma bisa menggadang-gadang kalau saya pernah jago di sana. Hahahaha. Bahkan sampai sekarang kayaknya dia ber-dna pramuka dan saya ber-dna patah-hati. (Halah, curcol). Tapi kalau ada yang mau tes morse dan semaphore saya, silahkan saja 😀

Tapi saya sangat sadar kok, berpramuka itu selalu banyak kelebihannya.
Salam Praja Muda Karana!!

Hujan

Hari ini hujan. Seharian hujan.
Aku tak bisa mendefenisikan rasa ku terhadap hujan secara jelas
Kadang aku sayang, tapi ketika aku mau keluar rumah aku merengut melihatnya.
Tapi ketika aku sedang ingin duduk-duduk saja di rumah, aku senang melihatnya, senang mendengarkan suaranya.
Seolah-olah bisa menghilangkan suara masalah.
Seolah-olah dingin hawanya bisa mendinginkan hati yang panas
Apalagi ketika mau tidur begini, suaranya lullaby.
Menyenangkan…
Tapi kadang juga tidak…

Curhat

Siapa yang sok-sok yang gak mau diremehin tapi gak pernah ingin membuktikan lebih???

Yak, Saya!!

Sesudah akhirnya saya bekerja di kantor saya sekarang ini, saya seperti mati hasrat. Tak pernah punya gairah untuk apapun. Bekerja sesuai yang disuruh aja, suruh-kerjakan-kelar-selesai-kembali ke awal, begitu saja . Karna kantor juga sepertinya tak butuh hal yang lebih dari apapun yang bisa diberikan anak buahnya. Tidak butuh aktualisasi diri.
Kenapa tidak mengerjakan sesuatu yang serius di luar kerjaan kantor yang mungkin bisa aja lebih menarik? Nah, efek kantor sungguh menular kepada kemalasan otak saya. Iya, ini pembenaran. Tapi untungnya saya bisa happy karna punya pelarian ke banyak hal, hehehe.
Pelarian ke banyak hal ini yang kadang membuat saya susah fokus, saya tidak bisa mengerjakan sesuatu tanpa terdistraksi apapun, membuat saya jadi pelupa. Ini pembenaran lagi, Iya.
Satu hal yang kadang membuat saya meradang adalah ketika diremehin sama orang, ketika ada satu atau dua orang yang saya rasa meragukan kemampuan saya, saya akan langsung buktikan di hadapannya. Walaupun gak selalu sukses juga dalam masalah ini :))
Cuma satu yang bikin bergairah di kantor ini, kalau saya sedang disuruh belajar semacam disuruh training atau diklat, saya akan menerimanya dengan sumringah. Entahlah karena belajarnya atau karena berarti saya harus keluar dari kantor agak beberapa saat.
Ini salah siapa? Kantor atau saya? Tentu saja saya, siapa lagi :p
Parah banget ya saya? Iya.