Maret : Buku tentang Perempuan-perempuan yang ditulis oleh Perempuan

Saya sudah lama tidak mengkonsumsi buku dengan genre thriller (The Casual Vacancy gak saya kategorikan thriller karena terlalu ringan) akhirnya saya membaca The Girl on The Train yang dibaca tanpa ada espektasi. Kebetulan saya tau ini buku laris, yaudah coba aja. Eh pas pertengahan baca buku taunya ada tantangan dari goodreads indonesia yang ini, trus yaudah ikut aja, pas banget Paula Hawking itu Perempuan.

CdUkpv4VAAAyss9

 

Yang saya cermati bahwa buku ini tidak membuat hasrat untuk cepat pindah ke buku yang lain. Itu aja udah bisa dijadikan pegangan bahwa buku ini harus dipertahankan. #lohkokbaperan

Saya sebenarnya tidak terlalu bisa meresensi buku. Tapi gini, bayangkan saja kita membaca sebuah cerita dengan 3 tokoh utama di dalamnya. Mereka bercerita dengan persepsinya masing-masing, walaupun tetap ada yang dominan yaitu si perempuan yang sering berada dalam kereta. Jangan lupa memperhatikan tanggal ketika sang pencerita mulai berkisah di tiap adegan. Tanggal ini tidak akan runut dari halaman depan ke belakang, tapi ngikut ke siapa yang menceritakan. Tapi jangan khawatir, gak seribet yang dibayangkan kok, karena gak terlalu bolak-balik timelinenya.

st_20150104_jan04book_949438e1

Salah satu yang saya suka dari buku ini adalah sisi psikologis dan watak para pemainnya, pemabuk. peselingkuh dan selfish. Bagaimana mereka menilai orang lain dan menilai dirinya sendiri, seperti sebagian orang yang juga sering menilai prilaku orang lain, bukan?

Buat yang gak penyabar mungkin gak terlalu betah karena jarang mendapatkan kejutan-kejutan di buku ini, tapi karena saya menyukai detail cerita, saya menikmati setiap pikiran dan adegan di buku ini. Bahkan saya kadang suka membailk lagi ke halaman sebelumnya biar dapat momennya. Tapi kesabaran akan berbuah manis karena kita akan disuguhi twist-twist yang membuat penasaran.

Saya menyukai ironi dan paradoks dalam ceritanya. Tapi kalau buku ini sudah bisa disandingkan sama Gone Girl? kayaknya belum.

Yaudah, baca aja ya….

Set a Goal!

Sepi dan lagi sendiri, selalu kejadian buka akun-akun yang udah lama gak dibuka. Jadinya Goodreads ikutan kebuka juga. Eh ada 5 pesan, salah satunya ternyata berbunyi “it’s time for the 2015 Reading Challenge. Set a Goal!” Hmmm.

goal

Dipikir-pikir bener juga, kalau dibikin target siapa tau jadi termotivasi. akhirnya bikin target paling memungkinkan kira-kira sebulan kebaca 2 buku lah ya. Ini udah target yang paling optimis kok, hihihi. Yah siapa tau beneran bisa kejadian atau malah lebih. Berarti tahun 2015 mesti baca 24 buku. Cie icit cie… Ayok berjuang!

Oiya, jangan lupa add Goodreads saya ya, siapa tau kita saling menginspirasi, Muaaaah!

 

Daftar Buku yang Sedang Dibaca Tapi Gak Kelar-kelar

Saya gampang merasa penasaran dengan sebuah buku. Sisi baiknya saya jadi pelahap berbagai subjek, bisa novel fiksi, fantasi, biografi, sejarah, psikologi, agama, apapun. Sisi jeleknya, ketika saya menemukan buku baru, bisa saja buku yang di tangan langsung terbengkalai karna rasa penasaran itu. Kecuali buku itu bagus banget ya. Iya kayaknya semua sepakat, sebuah buku dikategorikan bagus kalau kamu belum bisa tidur nyenyak jika buku tersebut belum kelar kamu baca. Ditinggal tidur aja susah, apalagi terbengkalai dengan buku lain. Itu terjadi pada Harry Potter series, buat saya.

Ini beberapa buku yang begitu berminatnya saya ketika membelinya, tapi belum kelar dibaca sampai sekarang :

  • Muhammad karya Martin Lings

muhammad2

Karena ini karakter orang yang paling saya sukai jadi harusnya kudu punya biografinya, dan buku Martin Lings ini adalah salah satu rekomendasi yang sering ditemui. Doski orientalis gak sih? ah mbuh ya.  Saya suka membaca sebuah cerita dari perspektif manapun, kiri, kanan ataupun netral..

Cuma ya itu, bukunya belum kelar juga sih. Yang pertama karna tebal, yang kedua karena banyak buku bagus barengan dengan keberadaan buku ini sehingga dia jadinya dibaca selang seling. Sekarang bukunya malah dipinjam teman untuk keperluan belajar juga 🙂

  • Mein Kampf Karya Hitler

meinkampfedisilengkapvol1vol2_8461

Saya penggemar cerita tentang Perang Dunia ke II terutama Hitler dan Nazi nya. Cerita tentang itu selalu dengan semangat saya ikuti, terutama sih versi film, karena tinggal disodorin ke kepala ;p. Dulu ketika beli buku ini agak mikir panjang karena tebal dan mahal, tapi hasrat untuk membelinya selalu menggebu-gebu. Akhirnya kejadian juga saya beli buku hits ini. Sempat saya bertahan lama untuk membaca tapi akhirnya tergilas dengan keinginan membaca buku cerita lain. Lah piye, bukunya tebal banget jadinya bacanya rauwis-uwis sedangkan buku asyik lain juga selalu datang.

  • Eragon Series karya Christopher Paolini

InheritanceSaya membaca Eragon dan  itulah yang membuat saya membeli sekuelnya. Membeli doang karena akhirnya gak sempat saya baca, hehehe. Bukunya tebal semua dan belum menggugah saya untuk menyentuh mereka, padahal toh sebenarnya Eragon itu cerita yang bagus. Kenapa ya?

  • Babad Tanah Jawi

13143758

Satu hal lagi yang sering terjadi pada saya dan mungkin bagi sebagian orang. ketika saya ke toko buku dan membaca halamannya di tokonya secara random, buku itu menarik sekali kelihatannya seolah-olah ketika punya gak bakal brenti sampai menamatkannya, trus jadi pengen beli bukunya, trus ketika udah dibeli dan dibaca dikit eh abis itu dipegang aja kagak.

Itu terjadi ketika saya beli buku babad Tanah Jawi ini. Wah saya suka buku sejarah walau isinya mungkin bercampur mitos atau legenda, jadi ketika saya baca buku ini secara random di toko buku terasa bakal seru. Bayangkan semua cerita tanah jawa dari jaman antah barantah ada di buku kecil ini tapi entah kenapa…ya gitu deeeh….

  • Pesan-pesan Islam karya Hadji Agus Salim

Salah satu tokoh yang saya kagumi adalah Agus Salim, sebagaimana pernah saya tulis di sini http://icit.web.id/ini-idolaku/ jadi saya punya buku beliau yang termahsyur ini

pesan-islam

Ini lumayan udah banyak kebaca tapi belum kelar juga sih. :p

  •  The Bartimaeus Trilogy karya Jonathan Stroud.

9781423136828_custom-97e12104703c8a3a69332fa8d8cee23bc0f99a40-s6-c30

Buku fantasi selalu berhasil menarik duit saya keluar dari dompet, dan akhirnya terbelilah trilogy ini. Saya dulu beli langsung borong tiga-tiganya. Sempat membaca yang pertama kemudian terhenti di tengah jalan entah karena alasan apa. Dan sampai akhirnya ada yang meminjam tapi belum dibalikin sampai sekarang dan saya lupa siapa orangnya 🙁 Sekarang menyesal karena review dari beberapa orang yang saya percaya reviewnya mengatakan ini bagus. Buku akuuu manaaaaah?

  • Malcolm X Karya Alex Haley

malcolm_x

Udah lama punya buku ini. Buku biografi lagi, tebal dan berat tapi menarik. Diceritakan seperti kita lagi baca novel. Tapi tebalnya itu dan bukunya berat. Susah dibawa kemana-mana 🙁 Jadinya numpuk bersama buku yang lain dan tenggelam deh…

  • Bharatayudha karya RA Kosasih

Bharata Yudha

Ketika beli buku ini agak lama mikirnya tentang buku yang mana yang akan saya beli dari sekian banyak komik wayang pak RA Kosasih. Saya emang  kepengen punya buku klasik ini tapi mau nyicil dulu dari yang paling ringan (((RINGAN))). Memilih Bharatayudha dengan alasan bahwa ini cuma sepenggal cerita dari kisah wayang yang njelimet itu, kan cuma tentang Perang Bharatayudha doang jadi saya pikir bakal bisa menyelesaikannya dengan gampang. Ternyata tidak gampang juga saudara-saudara. Entah saya merasa ceritanya terlalu dipanjang-panjangkan atau bagaimana, ternyata saya tidak bertahan juga. Akhirnya saya memilih menyimak wayang versi Kitin aja, hahaha. Otak udah susah dikasih yang  belibet gini.

Itu deh buku-buku besar yang keinget yang aku gantung tanpa kepastian.Maih ada banyak sih buku-buku lain yang masih menggantung. Kayaknya mesti diinventarisir deh, biar tau punya PR apa aja. Selalu ada niat untuk menyelesaikannya dan seperti biasa, menjadi wacana… 😀

Kalau kamu, buku apa aja yang kamu PHP in?

Edisi ngomongin teman : Tentang CelotehSaya

Saya kenal celotehsaya ini sebenarnya agak lucu-lucu gimana gitu. Secara Celo -sebagaimana kebiasaan saya memanggilnya walaupun nama aslinya bukan itu- adalah blogger termahsyur dan populer sedunia maya jadi kayaknya saya lebih dulu tau dia daripada sebaliknya. Lucu itu maksudnya karna awalnya bingung menetukan dia cewek apa cowok karena foto avatarnya cuantik banget (jangan salahkan aku loh Cel, salahkan avatarmu), tapi bisa taulah kalau liat postingan blog dan twit-twitnya yang maskulin. Tapi sekarang foto celo udah gak cantik lagi #kecewa.

C360_2012-07-08-22-05-19

Saya jarang ketemu Celo, karena dia di Jogja dan saya di Jakarta. Ketemu juga sekali-sekali kalau ada event Jakarta yang membuat dia pengen datang (dulu sih biasanya acara Ngerumpi.com) atau saya ke Jogja dan kebetulan bisa ketemuan. Tapi seperti kata orang, teman baik itu diliat bukan dari intensitas ketemu, tapi diliat apakah kalau ketemu jambak-jambakan atau gak”…eh salah ding, bukan gitu. Pokoknya intinya Teman baik itu diliat bukan dari sering-tidaknya ketemu, tapi dari mbuh-apalah-itu-lupa. Iya, saya menganggap Celo teman baik, entahlah saya buat Celo… *main pasir di pojokan* #melas.

Ingat pernah kapan waktu itu ceritanya lagi sendu syahdu mendayu-dayu, pengen cari solusi biar gak silet-silet nadi (sumpah ini lebay) yang keinget malah Celo, trus curhat walaupun gak ngasih tau detilnya sih #ditabok. Trus dia ngasih tips and trik cara menghadapinya. Dijalanin sih…walaupun udah gak lanjut lagi sampi sekarang…hehehe.

Nah ketika kemaren aku mau married tuh, taunya Celo niat ngasih kado buku….akkkk…. baik banget. Trus dengan semangat ngasih alamat, dan inilah bukunya..

1d1fac6fe0550692330ca066f13120c2

 

Dikasih dua dong. Bahasa enggris dua-duanya. Alamat bakal baca lama nih. :p Ada ucapan buat penganten juga ding

14 - 1 (3)

 

Makasih celo, jadi terharu….

Ternyata ini buku belinya di And Or Bookstore Yogyakarta, jauh ya di Jogja. Tapi koleksi bukunya ciamik. Abis liat-liat foto-foto tokonya kok keren sekali. Aduh pengen punya rak buku kayak gitu deh #salahfokus.

Katanya sih bisa beli online, coba saja deh tanya di twitternya. –> andorbookstore. Di websitenya ditulis buku apa aja yang udah datang, jadi bisa liat-liat siapa tau buku yang selama ini kamu incar ada di sana. Saya ya jadi pengen liat-liat lagi ini, duh.

Makasih Celo, kamu baik banget. Kapan-kapan coba aku dikadoin lagi kayak gini ya… #menjilat. Ntar mau review buku ini ah, tapi ya bakal lama kayaknya, mehehehe

14 - 1 (2)

Dan musti kuingat-ingat kalau ke Jogja berarti harus ke And Or Bookstore. Alamatnya : JL. Bougenvile 1c Karangasem CT X, Gejayan.

Main ke Jakarta lagi dong Cel, ah!

 

 

 

Bukuku : The Catcher in the Rye. Saya suka Holden!

Holden Caulfield, seorang anak bandel, pemberontak. suka berkhayal, penuh imajinasi, sinis, skeptis, sarkas, tidak suka banyak hal, labil, galau, benci dengan kepalsuan, muak dengan topeng-topeng di sekelilingnya, kadang sedih dengan banyak hal juga, ah pokoknya segala macam hal. Dan akhirnya saya selesai juga menyelesaikan buku ini. The Catcher in The Rye, buku klasik yang sering saya cari di toko buku karena saya tau ini buku bagus. Akhirnya mendapatkan buku ini secara online walaupun awalnya ragu karena bukan diterbitkan oleh penerbit-penerbit populer itu. Sesuai dengan selera saya, saya memberi 8/10 pontennya.

IMG_20131028_120731

Saya membaca buku ini edisi terjemahannya.  Saya berharap terjemahannya sangat mendekati versi aslinya berarti saya menilai untuk kedua versinya, jika terjemahannya tidak sebagus buku aslinya berarti pontennya pasti akan lebih bagus lagi untuk edisi aslinya. Pokoknya saya sudah cukup puas dengan versi ini. Sudah lama saya tidak membaca buku dengan lompatan-lompatan di kepala. Saya menyukai segala hal tentang Holden, pemikiran dan emosinya. Tidak, Holden tidak punya nilai baik kecuali tentang perasaan sayangnya pada keluarga, dia punya banyak nilai buruk tapi ini buku yang paling jujur saya rasakan tentang perasaan dan pikiran seseorang. Di buku ini banyak kata-kata yang tidak bagus dan saya rasa lebih lagi di versi aslinya, tapi memang begitulah buku ini dibangun, Tanpa kata-kata kasar itu apa mungkin bukunya kurang greget.

Buku ini adalah cerita dari perspektif  Holden sendiri tentang perjalanannya 3 hari ketika kabur dari sekolah Pencey Prep yang memang sudah memutuskan untuk mengeluarkannya. Sekolah ini merupakan sekolah kesekian yang sudah mengeluarkannya karena dia dianggap bandel dan bodoh. Dia kabur sebelum surat pengeluarannya sampai ke orang tua, karena sudah tidak tahan lagi berada di sekolah dan berada ditengah orang-orang yag menurutnya penuh kemunafikan. Membawa uang yang lumayan untuk bisa menginap di hotel dan masuk-keluar pub, walaupun dia masih tergolong “di bawah umur”. Dia menemui orang-orang, kemudian mengomentarinya, mengunjungi beberapa tempat, kemudian mengomentarinya. Dia kesepian, bosan, muak, kangen adik-adiknya. Dia juga sudah memutuskan apa yang akan dia lakukan di sisa hidupnya. Aneh..coba sajalah baca 😀

Apa saja yang Holden tidak suka?

Holden tidak suka dengan sekolahnya, itu porsi yang banyak diceritakan di sini. Dia benci banyak hal di dalamnya. Pelajarannya, gurunya, temannya, sistemnya. Akan ada semua bagian ini yang akan dia komentari di buku ini.

Holden tidak menyukai hal-hal buruk ataupun hal-hal manis. Tapi kadang dia suka juga hal manis itu, dan kadang dia merasa sedih karenanya. Sedih karena dia menyukainya, pemikiran aneh macam apa itu ya? 😀  Seperti, Holden tidak suka film, karena film itu penuh kepura-puraan, jangan bilang dia tidak pernah menonton, tentu saja dia tetap menonton. Dia juga tidak suka dengan aktor dan artis kadang karna aktor dan artis itu bagus dan tau kalau dirinya bagus jadi menurutnya mereka sering pura-pura tidak peduli dirinya dipuja padahal mereka tau mereka dipuja. Pusing juga sih kalau mengikut apa sih maksud pikirannya si Holden ini.

Dia sayang kakaknya, DB, tapi tidak suka dengan kenyataan bahwa DB bekerja di perfilman Holywood tapi dia tetap sayang kakaknya. Dia punya adik dua orang, yang satunya sudah meninggal yaitu Allie tapi dia masih diceritakan di buku ini, dia sering berhayal tentang kejadian apa yang dia lakukan jika bersama adiknya yang sudah meninggal itu. Dan satu lagi adiknya yang menurut dia adalah anak kecil yang paling cerdas sedunia, bernama Phoebe. Holden juga sayang ibu bapaknya, walaupun tidak terlalu banyak dia ceritakan di sini. Holden adalah anak yang berkecukupan, bapaknya pengacara dan segala hal sebenarnya dia dapatkan dengan gampang.

Bagaimana pemikiran-pemikiran Holden tentang perempuan? Holden mewakili apa yang saya baca-baca mengenai pikiran laki-laki tentang perempuan sekarang, di internet. Tentang bagaimana laki-laki suka menilai secara general tentang perempuan. tapi tentu saja Holden mengungkapkan dengan lebih kasar. hahaha. Walaupun dalam perjalanannya di buku ini (cuma 3 hari saja) dia berharap bertemu dengan mereka, beberapa kali menelpon beberapa teman perempuan untuk menemani kesepiannya. Tapi Holden memuja satu perempuan (selain adik dan ibunya) bernama Jane. Saya melihat bahwa Holden ini sebenarnya tipe konvensional gitu deh, semacam memuja sebuah hubungan yang murni pakai perasaan, tidak merusaknya dengan hal-hal berbau nafsu. Bukan berarti dia anti juga dengan hal-hal semacam itu, toh dia melakukan hal-hal yang dilakukan remaja Amerika lainnya. yaa gitu deh.  Holden muak dengan perempuan bodoh, walaupun dia butuh juga. Kadang saya merasa kenapa Holden benci perempuan karena toh dia tak bisa menghindari kenyataannya bahwa selalu tertarik dengannya dan menjadi bodoh karenanya.  Terlihat kan betapa komplikatednya dia 😀

Holden tidaklah bodoh sebenarnya, dia pintar. Tapi dia dikeluarkan dari sekolah karena memang gampang muak dengan banyak hal, termasuk pelajaran-pelajaran itu. Dia pernah menuliskan catatan kecil di lembar jawaban ujian sejarahnya sesudah ia menulis beberapa kalimat tentang sejarah Mesir yang merupakan soal ujian. Dia menulis catatan itu begini :

Kepada yang terhormat Pak Spencer. Hanya ini yang saya ketahui tentang bangsa Mesir. Rasanya saya tidak terlalu tertarik pada mereka sekalipun apa yang bapak ajarkan di kelas benar-benar sangat menarik. Saya sama sekali tidak keberatan apabila bapak tidak meluluskan saya karena toh saya pasti akan gagal di semua mata pelajaran kecuali Bahasa Inggris.

Hahaha, epic. Dia bahkan menuliskan itu biar guru itu tidak merasa bersalah tidak meluluskannya. Baik kan dia sebenarnya? Dia memang tidak senang melihat orang mengasihani diri sendiri, atau merasa bersalah karenanya.

Di sini juga diceritaka bagaimana pemikiran Holden tentang agama, tidak banyak. Tapi ada. Dan menarik juga untuk diketahui.

Akhirul kalam (halah) intinya saya menyukai Holden dengan pemikiran-pemikirannya itu, walaupun mungkin ketika bertemu orang seperti dia di dunia nyata saya akan selalu waspada terhadapnya. Tapi saya rasa beberapa orang yang membaca ini akan berseru “i feel you, Holden!”. Karena saya beberapa kali membatin seperti itu :p

Saya akhiri sajalah tulisan ini, tadinya saya berniat mau menulis banyak hal, tapi kalau begitu jadinya tulisan ini gak jadi-jadi publish. Tapi intinya (intinya lagi cit?) saya sangat merekomendasikan buku ini, walaupun  tergolong telat membacanya. Bacalah buku ini, tapi dengan pemikiran terbuka, tentu saja 😀

Sekian, Selamat Kamis, Manis \o/

Oiya Banana, saya rasa kamu typo di sini :

banana

nb : saya merasa tulisan saya agak memusingkan di sini. maafkeeeun 😀

Bagaimana Kalau Lagi Dapet?

Saya sedang membaca buku Quraish Shihab Menjawab tentang 101 soal perempuan yang wajib diketahui. Ada pertanyaan yang pas banget dengan pikiran saya ketika sekarang saya sedang lagi rajin-rajinnya mengaji, eh tau-taunya haid datang. Yah walaupun sepengetahuan saya sih tak apa-apa, tapi saya rasa kebanyakan perempuan merasa ada yang kurang saja ketika melakukannya karena merasa kurang “suci”.
Mumpung ketemu dalilnya nih ya, saya blog kan saja tentang bagaimana pendapat bapak Quraish Shihab menjawab ini.
Buku dipinjam dari sini 
Dalil yang dipakai adalah :
Janganlah Al-quran dipegang kecuali oleh yang suci ” (HR. Malik melalui Amr bin Hizam). Nah pendapat berbeda-beda mengenai ini.
Pendapat Imam Malik, Syafii. -> Memegang harus dalam keadaan suci yakni berwudhu.
Pendapat Imam abu Hanifah -> bersuci adalah “dianjurkan”.
Selanjutnya tentang membaca (tanpa memegang) mayoritas ulama membolehkan. Apalagi jika membaca itu udah jadi wirid. Walaupun ada juga ulama yang ketat melarang.
Demikian pendapat bapak Quraish Shihab. Kalau saya meyakini bahwa itu adalah anjuran, membaca tak apa-apa. Susah menghindarkan diri dari tidak membaca quran kan, terutama al-fatihah. Apalagi misalnya orang yang senantiasa “harus” membacanya, misalnya guru baca Al-quran, ya bisa cuti ngajar terus kalau seandainya musti gak dibolehin baca, ihik.
Tapi pak Quraish Shihab mengingatkan bahwa ini adalah kitab suci yang harus dijunjung tinggi dengan kesucian lahir bathin.
Ayo cit baca lagi biar khatam!! *pecut*