Menyedihkan

Dulu aku pembaca buku. Dulu itu entah beberapa tahun yang lalu.

Terus beranjak, sukanya baca artikel yang ada di internet. Suka buka flipboard, Wikipedia atau aplikasi-aplikasi berlangganan berita atau blog, yang tentu saja ada kontennya.

Sekarang, kerja cuma sekrol-sekrol twitter atau Instagram. Sungguh tidak berguna.

Anak Panas Lagi….

Tadaaaaaaa….. Mrs. Wacana datang lagi. Sesudah mendeklarasikan akan mulai daily post, trus gak nongol-nongol lagi sampai hari ini. cih! cih! Ternyata oh ternyata, sesudah awal bulan itu, berdatanganlah kesibukan yang dibikin-bikin sehingga membuka laptop saja aku sulit. Tapi inilah masanya menulis lagi. Walaupun gak tau deh mau nulis apa.

Tapi marilah menulis tentang hari ini saja. Hari ini saya tidak ke kantor, karena anak bocah panas lagi. Kemarin tiba-tiba ibu guru pengasuhnya memberi tau lewat whatsapp kalau sesudah tidur siang, dia terbangun dengan keadaan panas, muntah dan rewel. Matilah awak, langsung mencelos rasa badan. Dengan pamitan sama anak kantor, pesen gojek ke stasiun dan menjemput anak kesayangan.

Akhirnya sudah bisa dipastikan, besoknya tak akan ngantor, yang berarti hari ini. Padahal kerjaan kantor lagi banyak-banyaknya. Tapi ya minta izin aja ke boss dengan kalimat tambahan “aku masih bisa remote kok, kalau ada apa-apa”. Eh malah sebenarnya internet rumah lebih kencang daripada internet kantor, sehingga buka aplikasi kerjaan lebih cepat sehingga gak bikin spaneng. Yang bikin spanengnya justru koordinasi sama teman partner kerja, udah dimention aja lama banget responnya. Hedeeeuh.

Seharian ini panasnya belum reda, tapi solusinya ya dipeluk-peluk aja ganti kompres. Karena buat ngasih obat panas takkan bisa, harus dilakukan oleh dua orang. Kan bapakknya tetap ngantor, jadi sendirian aja nungguin di rumah. Untungnya mau minum air putih dengan konsisten dan tetap makan dengan pelan-pelan. Kenapa musti pelan? karena kalau kebanyakan atau keselip makanan yang gak dia suka kayak seledri atau ayam gitu, perutnya langsung terpicu muntah.

Mudah-mudahan hari ini bisa reda panasnya, karena dia adalah anak yang kuat. Alhamdulillah biasanya tidak pernah ada masalah yang berarti dengan panasnya. Mungkin mau tambah kepinteran kata orang. Tapi dia kan tiap hari tambah pinter ya, gak usah pakai panas juga kali :'(

Selamat sore menjelang Jumat, kawan-kawan. Semoga sisa harimu dalam minggu ini semakin menyenangkan 😀

Weekend yang Tersedia Tak Hanya Weekend.

Tadaaaaaaaa……….saatnya review tempat makan lagi. Kali ini di Padang lagi dong. Saya merasa jarang menemukan review tempat yang menarik di Padang, makanya saya tambahin nih referensinya, tsah kayak yang iya aja ya. Semoga menjadi amalan untuk membantu para pemburu kuliner di penjuru negeri.

Kali ini tempat makannya bernama Weekend dengan lokasi berada di kawasan Pondok. Pondok itu adalah kawasan Pecinan di Padang. Buat yang suka hunting makanan di Padang bakal tau lah kawasan ini. Tidak jauh dari kafe Karambia yang pernah saya review sebelumnya. Saya cukup terkesan dengan gedungnya, gedung dengan gaya bangunan jaman Belanda. Sebenarnya tidak jauh beda dengan gedung sekitarnya yang mempertahankan ciri khasnya. Dindingnya dicat putih bersih dan tidak terlalu banyak eksterior yang mencolok. Mungkin itulah tujuan utamanya, agar yang perlu diingat orang bukan ornamen-ornamen tambahan tapi gedung itu sendiri.

Jangan nyari wifi, tidak ada. 😀 Makanya tempat ini lebih cocok disebut rumah makan dibanding kafe. Baiklah kita ganti aja panggilannya, “restoran” (ini kok gak ada yang nyambung…). Karena kebetulan saya ke sini ketika libur Natal, maka memang terlihat beberapa keluarga mengadakan makan bersama di restoran ini. Sepertinya sih mereka sedang makan malam hari raya, rame bangeeeet.

Nah soal makanan, menunya cukup beragam. Restoran ini mempunyai menu nasional (dan internasional?) yang tidak spesifik ke citarasa Minang saja walaupun berada di Kota Padang. Ada macam-macam kopi juga, asik kan? Walaupun gak ada yang aneh, standar aja. Harga cukup terjangkau untuk kelas restoran.


Secara keseluruhan makanannya enak, saya suka fish and chip-nya terutama pada struktur ikannya, tapi saosnya gak seenak fish & co sih ya… :p  Suami memilih nasi langi yang merupakan campuran berbagai macam lauk dengan nasi kuning. Belakangan saya pesen risoles yang merupakan andalan restoran ini, enak dimakan hangat-hangat ketika hujan-hujan waktu itu.

Tempatnya bagus, fancy dan bersih. Banyak ornamen penghias ruangan dengan furnitur yang keren. Oke banget buat dijadiin tempat foto-foto diri sendiri maupun buat foto makanannya buat diupload di secmed (apeu!).

Jadi kalau mau ke Padang dan butuh tempat buat ngumpul bersama teman atau keluar, restoran ini bisa lah jadi alternatif untuk mendapatkan suasana yang berbeda…kalau bosan dengan jejeran lauk nasi padang yang ada dimana-mana.

Ponten : 3,5/5

Lama

Udah niat banget beli bebek yang ada di dekat stasiun Pondok Ranji. Mungkin saking laparnya dari siang, udah diniatin buat makan malam.

Nama tempat makan adalah Bebek Runner, khas ya adalah masakan Madura. Sebagaimana masakan madura lainnya, ini juga lumayan bisa diterima.

Tapi kenapa pelayanannya lama sekali, WHY MAS WHY…. Aku yang dapat keuntungan dari pulang cepet sore ini jadi sia-sia. Bete deh.

Yaudah. Yang penting nanti malam bisa makan bebek.

Btw, aku udah niat buat daily blogging lagi tiap hari. Semoga istiqamah.

Dua buku itu

Kiri punya tuan, kanan punya nyonyah…

Di sini saya merasa sedih… 😢

Saya bisa memahami bahasa inggris, tentu saja…tapi….lama.

Alkisah, karena ini buku bagus, tentu saja kita pengen punya. Terutama saya, yang memang impulsif kalau urusan beli buku (suami kalau ke BBW aja kayaknya). Jadilah kita punya buku yang sebelah kiri itu.

Tapi ketika akhirnya dibikin terjemahannya di dalam negeri, kekeuh jadi pengen beli lagi. Alasannya karena penasaran isi bukunya maka saya ingin membaca sampai habis, dan kalau dalam Bahasa Indonesia tentu akan bisa menyelesaikan lebih cepat. Ya kan? Iyain aja dong.

Awalnya suami kurang setuju. Doi terus mendorong agar tetap dibaca dalam bahasa aslinya, terutama biar saya tambah jago english-nya. Tapi akhirnya manut aja dengan alasan saya yang sekian juta itu banyaknya. Pengen nyium jadinya. Eh.

Apakah sekarang udah kelar bacanya? Ya belum laaa….

3

He turns three.

Terimakasih udah menjadi pengisi hari-hari.

Terimakasih atas semua ciuman dan pelukan.

Terimakasih atas semua tingkah yang menceriakan.

Terimakasih udah menjadikan hidupku sangat berarti.

Jadilah kuat dan bersinar… Anakku sayang.