Mengajak Bayi Piknik ke Alam

Kamu kurang piknik? saya sih tidak. Karena kemaren abis piknik bareng teman-teman Kopdarjakarta di Taman Hutan Mangrove PIK. Yaaay! Sebenarnya rencana akhir bulan Januari itu mau jalan-jalan keluar kota, tapi taunya para mimid-momod ngajak piknik ke PIK, akhirnya kita milih itu aja deh. Penasaran.

Deg-degan karena mau bawa anak bayi gimana repotnya, tapi antusias karena pengen nyoba ngajak dia jalan-jalan di alam bebas. Saking antusiasnya sampai saya benar-benar aware sama kondisi badannya biar fit. Tapi sebenarnya sih dia lumayan sering jalan-jalan ke luar rumah, jadi ya harusnya gak masalah.

Kita janjian di fx  karena nanti bakal naik bus bareng-bareng dari sana, naiknya Big Bird dari Blue Bird. Terimakasih Big Bird, mobilnya keren, bersih, bisa karaokean dan banyak colokan. Penting itu buat acara para manusia socmed gini. Dan kita nyampe di fx jam 7 dong, padahal janjiannya jam 8. Gue memang keren lah!

Sambil nunggu masih sempat sarapan beneran, karena sebelumnya baru sempat sarapan jadi-jadian. Sambil nunggu peserta piknik datang satu-satu jadi bisalah nyuapin anak bayi dulu.

20160131_072357

Akhirnya kekumpul semua dan kita mulai berangkat jam 8 lewat-lewat dikit. Karena Hisham keburu ngatuk, dia start piknik di gendongan, ealah anak lanang. Sampai PIK ternyata gak lama karena jalanan lumayan sepi. 30 menitan kali ya. FYI, buat masuk PIK musti bayar Rp 25.000 untuk dewasa dan Rp 10.000 untuk anak-anak. Kalau bawa kamera bayar RP 1.000.000. Perih juga ya.. XD Kalau buat rame-rame gapapa deh bayar segitu, tapi kalau buat beberapa orang sih mending pakai kamera hp aja. Berhubung kita ada di kategori pertama, melayang deh duit (entah duit siapa) buat kamera Mas Goenrock yang produktif itu.

Karena saya terlalu sibuk di sana, membuat gak terlalu bisa sering pegang HP. Jadi ini foto saya comot aja dari mana-mana. Makasih sebelumnya ya teman-teman yang saya comot fotonya. Terutama Mas Goen yang fotonya kece badai. Berikut hasil narsis-narsisan :

DSC00096

DSC00118

DSC00123(1)

Oiya, kalau cerita tentang bagaimana Taman Hutan  Mangrove sendiri…….ya gitulah. Sebuah lingkungan tanaman mangrove yang sudah ditata sedemikian rupa jadi tempat wisata. Awal masuk ke tempatnya terdapat beberapa wahana seperti kandang monyet, beberapa tanaman yang dibudidayakan dan restoran tempat makan. Ada wahana outing kecil-kecilan juga, dan sebuah lapangan kecil yang di sisi lapangannya terdapat panggung besar yang dihiasi payung warna-warni. Bagus buat spot foto-foto karena ada payungnya itu. Selanjutnya baru memasuki area taman mangrovenya, karna gak mungkin jalan di atas air (yakali) maka disediakan jembatan panjaaaaaaaaaaang banget mengitari mangrove.  Di sepanjang jembatan ada bungalow atau pondok kecil yang kayaknya disewakan. Tapi saya gak liat penyewa satupun sih. Buat kita sih bungalownya berguna untuk tempat istirahat kalau capek menyusuri jembatan 😀

20160131_123054

Tersedia juga kapal atau sampan kalau mau masuk sampai akar-akarnya. Btw, di beberapa tanaman mangrove ini ada creditnya loh, kayaknya bayar kalau mau nanam di sini tapi entah bagaimanalah caranya. Pokoknya banyak kita liat tanaman pembibitan yang dikasih merk perusahaan atau geng apa gitu.

DSC09704

Si bayi ternyata oke banget dibawa piknik. Walaupun panas dia cuek aja, yang penting kalau haus dikasih nenen itu sudah cukup memuaskannya. Sesekali dibawa jalan tatah sama bapaknya, dan pas jam makan siang ya tinggal disuapin. Beres deh. Mesti sering-sering kayaknya dibawa jalan-jalan macam gini, biar ganti-ganti pemandangan.

Tips and Trik

  1. Bawalah topi atau payung karena panas gak ada atap. atau jas hujan, ya siapa tau hujan.
  2. Pakai sunblok juga boleh.
  3. Sedia duit yang banyak kalau mau bawa kamera. Btw, sebenarnya hitungan bayar kamera bukan sejuta satu kamera tapi sejuta buat semua. Bawa aja yang banyak.
  4. Sedia cemilan. Harusnya gak boleh sih, tapi kalau lapar gimanaaaaaaaa?
  5. Pakai sepatu yang nyaman buat jalan jauh.
  6. Jangan takut ketinggian, walaupun jembatan ini gak tinggi-tinggi amat ternyata aada teman saya yang keder juga.
  7. Hati-hati dalam melangkah. Karena alas pijakan jembatan adalah kayu gelondongan jadi memang gak terlalu nyaman dipakai buat yang suka meleng kalau jalan.
  8. Kalau bawa bayi gak usah bawa stroller karena gak memungkinkan untuk didorong di sini. Bawalah gendongan yang proper agar si bayi nyaman.
  9. Bawa baju ganti, karena keringetan.

Demikian. Selamat berjumpa di piknik Kojak berikutnya. Babaaaaaaaaaaaaay!

 

Tulisan lain tentang piknik ini juga sudah terbit di sini (walaupun fotonya itu-itu juga sih) :

tulisannya Rere

tulisannya Goenrock

tulisannya Eno

tulisannya Kitin

4 Comments

    • waaa…sorry gak kebaca komennya. Giman, jadi bawa stroller gak?
      menurutku sih gak kepake, medannya gak cocok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *