Masakan Padang Eksotis

Teman saya, Doe orangnya gak gampang puas sama sesuatu, apapun, termasuk makanan *disepak*. Nah, ketika dia mengajak saya dan Tuan Suami ke sebuah tempat yang katanya makanannya enak, saya penasaran. Kalau orang yang gak gampang puas terus ngasih rekomendasi tempat bagus, maka kamu harus percaya saja dulu. :p

Ketika mencari tempat makan ini yang pertama kami alami adalah “nyasar”, tempatnya memang susah dicari, bukan berada di kota Padang, tapi musti masuk-masuk kampung gitu. Nama daerahnya Lubuk Minturun. Yang mana menetapkan pertigaan ke arah Lubuk Minturun inilah awalnya yang salah. Tapi berkat nanya-nanya akhirnya ketemu juga. Nama tempat makannya adalah Lubuk Lagan. Adanya di Simpang Lori, Lubuk Minturun. Tepat di sebelah sungai dan jembatan Lubuk Minturun itu. Seru juga makan dengan view sungai dan anak-anak mandi telanjang 😀

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Lubuk Lagan

IMG_20140106_154743_854

view

Melihat etalase makanannya saya sudah terkesan, ada pete yang tergantung dan gulai terong itu saja sudah bikin saya  berpikir ini bukan masakan rumah makan padang biasa. Dan memang, ketika mereka menghidangkan masakannya semua di meja, semua terlihat beda.

Ada kerupuk jengkol (dan yang pertama kali disamber Doe), ada gulai pucuak ubi pakai jengkol, ada ikan bakar, ada burung goreng balado, ada kerupuk ubi panjang-panjang yang kesukaan saya, ada gulai udang, ada gulai lokan, dan yang menarik itu ada pangek ikan asin pakai terong. Ini tipikal makanan rumah sekali.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kerupuk Ubi

Gulai Terong

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Burung Goreng Balado

Burung Goreng Balado

 

Pangek Terong

Pangek Ikan asin + terong

 OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sebagai orang kampung dan berlidah kampung, saya suka masakan ini. Masakan padang tapi bukan masakan padang yang bisa ditemukan di Rumah makan Sederhana atau Simpang Raya atau semacam itu. Gapapa deh nyasar dan musti muter-muter dulu deh, yang penting pelampiasannya seperti ini hehehe.

Untuk menuju ke sini ada angkotnya kok, masalahnya saya lupa naiknya dari mana. Warna angkotnya kuning. Kemungkinan naiknya dari Simpang Tabing sebagai simpang yang paling dekat ke arah Lubuk Minturun dari jalan utama Kota Padang, liat aja tulisan di angkotnya #gakbantubanget.

Makasih Doe, you know me so well banget deh. Kapan-kapan kita ke sana lagi ya 😀

9 Comments

    • yang banyak namanya masakan sunda, kak.
      itu ada daun selada aja udah syukur, biasanya di masakan padang malah gak ada 😀

  1. Salah banget buka posting ini pas sore-sore lagi kelaparan gini…
    Meski gak doyan pedas dan gak bisa makan cabe… duh jadi lapar ngelihatnyaa

  2. icit hasil foto2nya selalu menarik.., walo pake kamera jelek sekalipun * ditujes*
    btw kalo lu datangnya sebelum makan siang itu makanan yang dihampar dimeja lbh bnyk dan lbh bervariasi lg, ini kemaren karena udh mau tutup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *