Jalan-jalan Naik Commuterline di Sabtu Pagi

Minggu kemaren saya dengan riang gembira merencanakan mengadakan jalan-jalan pagi yang kebetulan acaranya diadakan oleh Starbucks, mereka bermaksud buat ngajak kita naik kereta dari Stasiun Manggarai ke Stasiun Kota. Karena saya emang suka jalan-jalan jadinya emang semangat, walaupun cuma dalam kota buat plesiran kecil-kecilan. Karena niat dari awal pengen naik kendaraan umum aja dari rumah buat ke Stasiun Manggarai, maka setelah dipikirkan secara matang sampai gosong, akhirnya kita pilih naik metromini kemudian nyambung kereta dari Stasiun Kemayoran Ke Stasiun Manggarai.

Berhubung jalan-jalannya di hari sabtu jadi kereta lumayan masih lowong walaupun setengah perjalanan dari Stasiun Kemayoran sampai Stasiun Manggarai saya gak dapat duduk. Perjalanan yang sedikit ini cukup memberi kesan kepada saya karena dalam kereta itu saya barengan dengan rombongan anak-anak pramuka yang kayaknya satu sekolahan. Mereka kayaknya lagi melakukan perjalanan ke Bogor bersama pembinanya. Dan mereka membiarkan mbak-mbak hamil yang perutnya lumayan gede ini berdiri cukup lama. Sebagai mantan anak pramuka, saya mereasa miris sekali. Bahkan mereka duduk di bangku prioritas yang tentu saja harusnya itu jatah orang-orang seperti saya. Tapi gak bisa disalahkan, lha wong pembinanya yang ada di sana aja gak mencontohkan, gimana anak-anak binaannya. Kasihan anak pramuka jaman sekarang, cuma diajarin ngumpul-ngumpul gak jelas doang kali. Karena saya alhamdulillah kuat, jadi ya cuek aja. Paling cuma lirilk-lirikan miris sama suami yang juga bekas anak pramuka tulen :p

Sesampainya di Stasiun Manggarai dan berhubung belum sarapan (sengaja ya cit?), sambil nunggu teman-teman seperjalan, kami disuguhin makanan kue kepang enak iniii, dan sekalian boleh pesen-pesen minum. Kue kepang ini bernama Vanilla Chocolate Twist Danish.

Vanilla chocolate twist danish

Enak dan mengenyangkan, pas lah buat sarapan. Untung tadinya gak sarapan di luar dulu, jadinya bisa menikmati kue ini lebih khusuk.

Ketika sudah pada ngumpul rame-rame teman seperkeretaan, kita dikasih kue mangkok lagi buat dibawa-bawa. Namanya Trio Cupcakes. Ada 3 biji cupcakes dalam satu kemasan. Karena sayang buat dimakan kuenya dieman-eman dulu :))

 

salah satu dari trio cupcakes

Nah ini bekal jalan-jalan yang paling penting, Kopi! Kita dikasih kopi Starbucks yang emang diperuntukan buat situasi kayak gini, Gampang diseduh dan bisa dibawa kemana aja. Namanya Starbucks VIA Ready Brew. Emang Ready Brew banget, cuma tinggal seduh air panas langsung jadi. Kali ini dikenalkan 2 varian rasa Caramel Latte dan Coffe Mocha. Cocok untuk se-tumbler standar starbucks itu loh. Karena suami tadinya udah mesen Caramel Machiato buat sarapan yang pastinya udah ikut saya recokin, maka buat jalan-jalan ini saya nyobain seduh Caffe Mocha. Buat saya yang suka kopi yang kentel kayaknya perlu mengurangi sedikit airnya dari takaran satu tumbler biar pas, maklum lidahnya udah kena kopi item kentel ya gini :p

Starbucks VIA Caffe Mocha

Stt..Ajeng Nyetarbak di Commuterline

Akhirnya kita naik kereta juga untuk mencoba kemeriahan berkereta di sabtu pagi. Tentu saja menyenangkan, karena naik kereta di saat tidak rame selalu menyenangkan. Buat yang belum pernah mencoba boleh loh sekali-sekali. Naik kereta terutama Commuterline sekarang itu lebih adem karena tersedia AC, tempat duduk dengan busa yang nyaman, lebih bersih karena gak ada yang berjualan maupun makan dan minum (walaupun kita membekali diri dengan kopi setumbler 😀 ), gerbongnya lebih bagus dan rapi dan seperti kita tahu sendiri kereta itu lebih menyenangkan karena kurang guncangan, relatif lebih cepat jalannya dan smooth gak bikin capek. Buat yang udah biasa malah berdiri gak pakai pegangan aja bisa loh. Saya sih dapat duduk jadi lebih menyenangkan lagi, walaupun teman-teman yang lain pada berdiri. Tapi berdiri kan enaknya bisa bergerombol ngobrol rame-rame.

Berikut sharing tips naik kereta menurut pengalaman saya :

  1. Pakailah Duit elektronik. itu lebih gampang dan tidak mempengaruhi kita kalau naik-mau turun di mana aja. Sistem tiket elektronik sekarang dipakai commuterline emang lebih menggampangkan dari karcis sobek sebelumnya, tapi tetap aja ngantri buat belinya. Dan tiket elektronik juga dari awal harus dipastikan kita akan turun dimana dan harus sesuai dengan tiket yang tadinya kita beli. Kalau kita keluar dengan tiket yang gak sesuai dengan yang kita beli katanya sih kena denda. Kalau dengan duit elektronik hal-hal seperti ini sih gak ada. Kalau duit elektronik saya adalah Flazz, membuat praktis kemana-mana. Bisa dipakai untuk Comuterline maupun Transjakarta.
  2. Kalau ingin menikmati perjalanan, ketahui jadwal-jadwl padat kereta. Jadi kita bisa naik di jadwal kebalikannya biar jalan-jalan lebih nyaman.
  3. Kenali kereta yang akan dinaiki. Jika harus transit, waspada di stasiun-stasiun transit agar gak salah saat turun dan naik. Jangan malu buat bertanya daripada nyasar ke stasiun yang salah atau kebablasan stasiun atau malah salah transit. Di tiap stasiun dan kereta punya peta jalur kereta, bisakan untuk membaca karena sangat membantu.
  4. Biasakan menyandang tas di bagian depan badan untuk meminimalisir aksi copet.
  5. Kalau udah mau turun, mendekatlah ke pintu agar keburu turun sebelum kereta jalan lagi. Tapi gak usah buru-buru juga sih ntar jatoh.
  6. Kalau ibu-ibu hamil, atau membawa anak, atau lansia atau difabel biasanya akan ada orang yang memberikan duduk. Tapi amannya dekatilah kursi prioritas karena itu peruntukkannya udah khusus. Kalau orang di sana gak mau berdiri, sewotin aja 😛

Sayangnya jarak dari Stasiun Manggarai ke Stasiun Kota gak terlalu jauh, jadinya jalan-jalannya gak terlalu lama. Tapi cukup mengobati keinginan jalan-jalan naik kereta, apalagi buat sebagian teman-teman seperjalan yang ternyata baru pertama kali naik Commuterline. Udah cukup memberi kesan kan? Eh senangnya ketemu Tika dan gadis-gadis kecilnya yang emang tadinya kepisah commuterline sama kita karena mereka telat. Saya selalu suka ketemu bocah-bocah ini karena mereka pinter-pinter dan lucu.

Rhesya dan Sabaix dan Sabai dan Adeline

Sesampainya Stasiun Kota kita ngumpul-ngumpul lagi deh di gerai Starbucks. Disuguhi makan lagi. Lhaaa piyee, kok makan terus, kan jadi senang :))

Peach Tart

Selagi kita ngobrol-ngobrol melepas lelah datang lagi makan siang karena memang udah waktunya makan siang juga sih, berupa Beef and Egg Bagel. Waah makanan aneh ini, baru kali ini saya coba makanan kayak gini.

Beef and Egg Bagel

Karena namanya bagelan kali ya, jadi rotinya gak lembut kayak sandwich biasa walaupun disajikannya seperti begitu, lapisan atasnya agak-agak kriuk-crunchy gitu. Enaaaak. Suami sih gak makan, dia gampang kenyang dan ngerasa udah kebanyakan makan. Kalau saya kan di perutnya ada black hole jadi… ya hajar aja >_<

Ternyata semua makanan yang disodorin sama kita dari sebelum berangkat adalah menu baru Starbucks yang bakal launcing buat holiday akhir tahun nanti. Wah jadi bisa ngerasain duluan nih. Lumayan beruntung juga nih. Selain ngerasain 2 Starbucks VIA ready brew tadi.

Akhirnya setelah makan siang dan ngobrol kesana-kemari, berakhir sudah perjalanan buat saya. Saatnya pulang buat rebahan. Walaupun beberapa teman masih melakukan jalan-jalan atas inisiatif sendiri yaitu ke Petak Sembilan yang sebenarnya menggoda juga. Namun apa mau dikata, kaki perlu istirahat juga ternyata, gak bisa terlalu diforsir abis 😀

5 Comments

  1. Mbak Icit helooowww!!!!
    aku akhir2 suka ngikutin blog mbak icit, semoga lancar kehamilannya ya!
    eniwei asli bete banget mbak bete mbak ga dapat duduk di KRL. sebagai anak KRL aku termasuk yang jarang banget duduk (meski ada kursi) karena aku memprioritaskan yang lebih perlu. mestinya mbak icit ngomong aja tuh sama anak2 pramuka yg di kursi prioritas supaya berdiri, karena mbak icit punya hak disitu. kalo ngga, pindah ke kereta (gerbong) lain karena ga semua kereta isinya orang2 gak sensitif ky gt.
    jangan kapok naik kereta ya mbak, tapi ntar aja deh setelah lahiran, hehe

    • hai faraaaah. apa kabar? 😀
      aduh baru tau kalau farah komen di sini, ini baru sempet buka dashboard.
      ho’oh sih, nyebelin kalau di kereta dengan orang-orang kayak gitu, tapi ya gak bakal kapok juga. untuk beberapa tujuan emang kereta paling akomodatif.

      eh Farah naik KRL juga toh? jadi anak Jakarta sekarang ya.

  2. alhamdulillah mbak, iya nih udah di jakarta sejak april. sungguh hidup di jakarta keras ya. hahaha.
    kereta akomodatif banget mbak. bebas macet, meski kadang kalau sinyal lagi gangguan (biasanya pas ujan deras tuh) maka kereta suka telat. tapi aku kemana2 tetep lebih suka naik kereta, dibanding busway ya. sudah berapa bulan mbaak? kalo lahiran aku mau dataaaang~~~~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *