Ini Film Politik-Konspirasi (spoiler kayaknya)

Trailer menarik dan Tilda Swinton, itulah yang membuat saya akhirnya memilih ikut menonton film ini bersama Dita, Rudy dan Ipul. Bahkan saya tidak memperhatikan cast yang lain, ada Tilda itu tentu saja kenali dari posternya walaupun memakai make-up yang lumayan bikin wajahnya berbeda.

evans-swinton-snowpiercer-580x413

Sesudah saya mulai tonton dan dengan sedikit menajamkan mata, oh ternyata ada Christ Evan. Saya bukanlah penggemar Christ Evan, Captain America membuat saya tidak antusias dengan dia, oke…ini subjektif lagi. Di film Snowpiercer inilah penampilan dia yang paling saya suka, dengan wajah penuh jambang dan perawakan biasa saja tanpa pamer badan sixpack dan baju biru ketat itu membuat saya menyukainya.

Awalnya saya fikir ini film futuristic, memang film ini berseting masa depan dengan teknologi lumayan tinggi, tapi yang ditonjolkan bukan teknologinya itu namun bagaimana kehidupan sosial orang-orang yang berada dalam sebuah ekosistem yaitu sebuah kereta, yang melindungi mereka dari dinginnya lingkungan luar akibat salah penanganan Global Warming itu serta bagaimana dinamika kehidup orang-orang di dalamnya.
Kemudian saya membayangkan kereta itu sebuah negara, eh dunia ding, begituuu #cieh. Di mana di gerbong bagian ekor terdapat sekumpulan orang-orang “kasta terendah” yang ternyata sudah muak dengan tiran dari gerbong depan dan ingin bergerak maju mengajukan protes ke gerbong depan yang merupakan gerbong mesin dan si empunya kereta yaitu Wilford, semakin dekat gerbong menuju gerbong pemilik teknologi mesin kereta itu maka semakin tinggi kelas sosial orang-orang di dalamnya. Memang dunia juga seperti itu toh, selalu dihadapkan dengan kondisi timpangnya keadaan orang-orang kalangan bawah dan kalangan atas, dan selalu saja ada titik dimana terjadi pergolakan antar golongan ini #macakserius.

snowpiercer_still2

Kita akan diberikan cerita bagaimana perjuangan mereka untuk bisa mendobrak ke gerbong depan karena ingin menemui (kalau tidak mau dibilang mengkudeta) Wilford sang pengusaha kaya tersebut, melalu strategi-strategi yang mereka rencanakan dengan “matang”, dan tentu harus selalu ada seorang  inisiator yang disini diperankan oleh Chris Evan bernama Curtis. Sambil disuguhkan strategi-strategi yang dia susun yang sebenarnya sih sederhana saja, kita bisa melihat penderitaan-penderitaan yang dialami oleh gerbong ekor ini.  Apa yang musti mereka kerjakan, apa yang musti mereka makan dan bagaimana bersesakannya hidup mereka.

Alurnya sebenarnya dibikin lurus-lurus aja, justru itu bagusnya. Diceritakan secara mengalir bagaimana mereka akhirnya bisa lepas dari gerbong ekor, tentu saja dengan melewati pasukan penjaga. Banyak darah berceceran, itu yang harus dibayar dari setiap revolusi kan? halah. Perjuangan mereka pun membuat terharu, diselingi drama tentang bagaimana jiwa perjuangan mereka awalnya bergolak. Oh tulusnya niat perjuangan ini, betapa semuanya ini demi mencapai aspirasi semua orang yaitu kehidupan yang lebih layak, menyadarkan tirani, atas nama kemanusiaan, etc, etc. Melewati gerbong per gerbong, ada saja yang ditemui oleh para pemberontak ini. Melewati dapur yang akhirnya membuat mereka tau apa yang mereka makan selama ini, terus melewati penjara (atau ruang rehabilitasi) dimana di sana mereka mencari seseorang bersama anak perempuannya (saya paling suka karakter dua orang ini) dengan tujuannya untuk membantu mereka menemui Sang Wilford walaupun orang itu juga sebenanrnya juga punya tujuannya sendiri, juga melewati para penjagal dimana di bagian ini korban banyak berjatuhan, melewati sekolah dimana mereka melihat bagamana anak sekolah didoktrin tentang Sang “Tuhan” Wilford. Dan banyak gerbong lain dengan kelas-kelas sosial masing-masing. Tentu saja ada kejadian berarti setiap mereka melewati gerbong itu.

Snowpiercer trailer 5

Dan di akhir ceritalah kita akan tau bagaimana sebenarnya konspirasi ini terjadi, apa yang melatar belakanginya dan bagaimana konspirasi itu dijalankan. Di sini kita sadar bahwa kejadian-kejadian yang di awal terlihat tulus mulai kelihatan motif-motif di baliknya, menjadi terlihat masuk akal. Kita jadi menyadari bahwa di dunia ini yang terlihat mata itu belum tentu seperti yang terlihat sebenarnya. Di akhirnyalah kita tau bagaimana kalimat ” I belong to the front, you belong to the tail” bisa dipahami. Dan sedikit cerita bahwa sebenarnya kereta itu tidaklah sepenuhnya sempurna.

Karakter Tilda Swinton tentu masih saja paling memikat. Sebagai juru bicara gerbong depan, dialah yang menghubungkan penguasa dengan rakyat jelata. Karakternya yang licik dan bermuka dua tentu saja membuat geram. Dan dia merupakan sosok antagonis yang memikat, membuat kita ingin menjerat lehernya (halah) sekaligus senang melihat dia terlibat dalam aksi revolusi ini. Kalau tidak ada dia, ini cuma semacam cerita sadis-sadisan biasa.

Dalam kereta ini ada multi etnis, terutama Korea dan Jepang. Mengingat sutradara adalah orang Korea wajarlah dia sedikit menonjolkan itu. Btw, keretanya kok gak lewat Indonesia sih, ih gitu banget deh pak Sut. Daaan… sinematografinya oke bangets!

Sekian… Dan mungkin, dunia memang sesempit itu ya.

snowpiercer

 

2 Comments

  1. Indonesia kan negara kepulauan, uni.. pasti agak merepotkan buat bangun rel melintasinya. jadi terima nasib sajalah kalo kita harus MATI SEMUAHAHAHAHAHAHAHA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *