(Film) The Voice : Suara-suara di Kepalamu

Pertama kali saya lihat film  ini di tv, saya sempat nanya ke Suami (yang sudah pernah nonton filmnya) “wah, film drama komedi romantis ya?” tapi  suami bilang “Ini horor kok, tapi komedi juga sih”. Sambil bingung akhirnya saya tetap menonton filmnya dan ternyata tidak menyesal.  Ini sebenarnya thriller psikologi yang dikemas dengan ringan. Tapi ya sebenarnya dari sisi psikologi sih serius. Karakter pemeran utama yang dimainkan Ryan Renold (sebagai Jerry) adalah seorang laki-laki muda yang cute seperti orang kebanyakan, pendiam dan intovert jadi terlihat menggemaskan. Cute deh pokoknya. Tapi jalan ceritanya semakin lama semakin biking bengong. Bengong yang bikin si suami tertawa-tawa melihat ekspresi saya. Berteman dengan anjing dan kucing peliharaannya dan biasa diajak ngobrol. Mereka berdua cukup punya peran kunci di cerita ini.

Biasanya kalau di film serial killer kita akan menjadi pihak yang mengutuk sang pembunuh dan menjadikan si pembunuh orang yang paling keji dan harus dicela, di film ini kita akan menjadikan Jerry menjadi pembunuh kesayangan dan perlu dikasihani. Awalnya cerita mengalir seperti drama biasa, Jerry menyukai seorang perempuan, mengajak dinner dan nonton pertunjukan. Cerita mengalir terus tanpa ada sesuatu yang berarti tiba-tiba….nyeees, ada insiden yang membuat saya bengong. Sesudah itu cerita berjalan lagi dan tambah kacau , lama-lama berubah menjadi kelabu dan terus menggelap. Walaupun tetap ada komedi-komedi ringan di tengahnya yang tetap membuat kita tertawa-tawa. Memasangkan bintang-bintang lain yang cukup terkenal dan berakting bagus yaitu Gemma Arteton yang seksi dan Anna Kedrick yang bertampang lugu, jadi nilai tambah lain buat film ini.

Kita juga dikasih kilasan latar belakang kehidupan Jerry waktu kecil yang membuat kita sedikit tahu apa yang membuat kesehatan mentalnya terganggu. Kemudian bagaimana Jerry menangani hasil perbuatannya juga menarik, karena ini ditinjau dari sudut pandang dia sebagai pelaku. Overall, Ryan Renold cukup bagus memerankan muka innocent pembunuh berantai dengan penyakit mental begini.

Bagian ending yang agak bikin bingung tapi ya gapapalah karena toh film ini memang disasar untuk komedi juga. Saya beri nilai 7/10 deh

Selamat hari Kamis, Yay besok udah jumat!

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *