Describe 5 weakness you have

Wah, lima terlalu sedikit sih ini. Tapi soal mendeskripsikannya, saya agak kurang bisa. Inilah kelemahan saya yang paling, di antara banyak kelemahan lainnya. 

  1. Pelupa

Kelemahan diri sendiri yang paling saya sadari adalah pelupa. Ini untuk memori jangka pendek ya, untuk hal-hal seperti mematikan lampu atau meletakkan remot AC. Tapi jangan tanya untuk momen-momen tersimpan jangka panjang, saya bisa ingat detailnya. Makanya saya orangnya agak susah move-on dengan hal-hal yang melibatkan perasaan. #curcol

Nah dalam hal pelupa, saya bisa tidak ingat ingin melakukan apa jika di saat waktu bersamaan teringat yang lain. Misalnya mau mengambil minuman ke dapur, di perjalanan ke dapur saya memikirkan jemuran yang belum diangkat. Ketika sampai di dapur, saya lupa tujuan ke dapur itu apa. Ya semacam itu lah. 

  1. Day-dreaming 

Saya pelamun. Ketika melihat saya terdiam, itu biasanya karena sedang melamun. Itu biasanya saya sadar kalau ada yang mengingatkan. Tapi buat saya lamunan itu adalah hal yang tidak salah, walaupun buat sebagian orang mungkin jadi masalah. 

Saya biasa melamun sambil berjalan kaki, naik ojek, di kereta dan lain-lain. Naik ojek 10 menit aja kadang bisa membuat terasa lama karena bisa melamunkan banyak hal dalam sekali perjalanan. Jadi, jauh atau tidaknya suatu jarak buat saya adalah tergantung sebanyak apa lamunan yang didapatkan dari perjalanan itu. 😂  Tapi jangan menganggap pikiran saya kosong ya, kalau ada yang bertanya seketika, saya akan bisa menjawab precisely. 

Kalau kata orang tua, saya pelamun sejak kecil. Dari kecil jika bangun tidur yang saya lakukan pertama kali adalah ke beranda dan melamun. Baru saya melakukan aktivitas yang lain. 

  1. Berantakan 

Untuk hal yang satu ini, sejak menikah sebenarnya udah gak separah dulu ketika masih gadis. Tapi dibandingkan orang lain mungkin dikategorikan masih lumayan kacau. 

Ketika masih lajang, berada dalam kamar yang space kosong hampir gak ada karena diletakkan barang-barang dimana-mana buat saya gak masalah. Malah saya suka meletakkan sesuatu around kasur agar saya gak perlu jauh-jauh gerak. Pembelaan diri adalah, saya orang yang praktis. Tapi saya tetap tau pasti dimana barang-barang diletakkan, meskipun jauh di bawah tumpukan. Muehehe. 

Sekarang, saya bersuamikan lelaki teratur. Di sinilah mungkin berkahnya punya pasangan yang mempunyai sifat berbeda, saya jadi menyesuaikan dengan pasangan. Akibatnya, saya jadi gak terlalu berantakan-berantakan banget. Sesuatu ya. Alhamdulillah rumah masih kayak rumah, gak kayak halaman TPS. Halah.

Saya punya pengalaman hidup buruk berkaitan dengan berantakan ini. Yang kalau saya ingat-ingat bikin saya sedih. Tapi…ya sudahlah. #geje

  1. Susah fokus dalam belajar 

Saya ini ya pemalas mengerjakan suatu hal berhubungan dengan kerjaan domestik, dan tergambar dari postingan nomer 3 kan? Tapi kalau disuruh belajar menguasai sesuatu, akan lebih malas lagi. 

Misalnya, udah niat pengen menguasai suatu skill, laptop udah dinyalain, buku panduannya udah dibuka. Eh ingat kalau musti nyuci baju atau kepikiran setrikaan yang numpuk. Padahal kalau dalam kondisi biasa mah boro-boro ingat.

Pokmen kalau dalam urusan belajar, banyak excuses yang saya punya untuk menunda-nundanya. 

  1. Susah mengungkapkan sesuatu

Sebenarnya punya blog dan ingin rajin menulis ya adalah supaya saya belajar mengeluarkan apa yang di pikiran dengan deskripsi yang jelas. Apa yang ada di pikiran kadang ketika diungkapkan, gak seperti yang diharapkan. Itu bisa dalam bentuk omongan maupun tulisan.

Seringkali saya membuat draft sesuatu, saya coba tuliskan,trus mandeg aja. Karena tidak tau cara mengungkapkannya.

Atau mungkin satu-dua orang yang pernah baca tulisan saya di sini sering berpikir “ngomong apa sih?” “gitu doang?” “ih anti klimaks”.

Kali ini saya ungkapkan kenapa, yaaa karena emang itu salah satu kekurangan saya 😅 Belum ada perkembangan yang berarti sih, sejak punya blog sampai sekarang.

Ini cuma 5, tentu saja sebenernya lebih banyak. Tapi terima itu dulu aja deh. Itu aja udah pakai malu-malu nulisnya.

Selamat Weekend! 

3 Comments

  1. amiiinn XD

    lha nyatanya demikian, saya kalo pas naik motor bisa2 keliwatan pas ngelamun, pelupa itu sudah jd kebiasaan yg buruk, berantakan itu karen sering males beres2, dan sulit ngungkapin sesuatu sampe nembak cewek aja dulu pake surat huehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *