Cermin

Beberapa waktu belakangan ini merupakan salah satu dari sekian banyak (((sekian banyak))) kondisi terlemah saya, sepertinya. Saya seperti agak merasa direndahkan, dianggap sepele dan tidak dianggap. Sempat membuat mood naik turun yang membuat saya setiap saat harus mengelola perasaan. Biar hidup gak terlalu larut dengan perasaan negatif itu dan terus aja melangkah dengan kepala tegak. Toh hidup itu sebenarnya punya banyak dimensi, kalau satu dimensi tak diharapkan, mungkin dimensi yang lainnya menceriakan. Ya kan?

Trus, sembari mencuci piring barusan, yang seperti biasanya sering dilakukan sambil melamun dan merenung, saya jadi sadar bahwa terkadang suka tanpa sengaja berpikir bahwa orang lain juga lebih kecil daripada saya. Menganggap dia kok gak bisa apa-apa atau kok susah sekali dikasih arahan atau penjelasan. Atau malah kadang terungkapkan dengan kata-kata, walaupun tidak secara langsung. Bisa saja menimbulkan perasaan yang tidak enak atau pun tidak menimbulkan apa-apa, tapi toh dasarnya dari pikiran tak bagus.

Yah mungkin hidup kita adalah refleksi dari diri kita sendiri, entahlah. Musti beli cermin yang besar.

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *