Bukuku : The Catcher in the Rye. Saya suka Holden!

Holden Caulfield, seorang anak bandel, pemberontak. suka berkhayal, penuh imajinasi, sinis, skeptis, sarkas, tidak suka banyak hal, labil, galau, benci dengan kepalsuan, muak dengan topeng-topeng di sekelilingnya, kadang sedih dengan banyak hal juga, ah pokoknya segala macam hal. Dan akhirnya saya selesai juga menyelesaikan buku ini. The Catcher in The Rye, buku klasik yang sering saya cari di toko buku karena saya tau ini buku bagus. Akhirnya mendapatkan buku ini secara online walaupun awalnya ragu karena bukan diterbitkan oleh penerbit-penerbit populer itu. Sesuai dengan selera saya, saya memberi 8/10 pontennya.

IMG_20131028_120731

Saya membaca buku ini edisi terjemahannya.  Saya berharap terjemahannya sangat mendekati versi aslinya berarti saya menilai untuk kedua versinya, jika terjemahannya tidak sebagus buku aslinya berarti pontennya pasti akan lebih bagus lagi untuk edisi aslinya. Pokoknya saya sudah cukup puas dengan versi ini. Sudah lama saya tidak membaca buku dengan lompatan-lompatan di kepala. Saya menyukai segala hal tentang Holden, pemikiran dan emosinya. Tidak, Holden tidak punya nilai baik kecuali tentang perasaan sayangnya pada keluarga, dia punya banyak nilai buruk tapi ini buku yang paling jujur saya rasakan tentang perasaan dan pikiran seseorang. Di buku ini banyak kata-kata yang tidak bagus dan saya rasa lebih lagi di versi aslinya, tapi memang begitulah buku ini dibangun, Tanpa kata-kata kasar itu apa mungkin bukunya kurang greget.

Buku ini adalah cerita dari perspektif  Holden sendiri tentang perjalanannya 3 hari ketika kabur dari sekolah Pencey Prep yang memang sudah memutuskan untuk mengeluarkannya. Sekolah ini merupakan sekolah kesekian yang sudah mengeluarkannya karena dia dianggap bandel dan bodoh. Dia kabur sebelum surat pengeluarannya sampai ke orang tua, karena sudah tidak tahan lagi berada di sekolah dan berada ditengah orang-orang yag menurutnya penuh kemunafikan. Membawa uang yang lumayan untuk bisa menginap di hotel dan masuk-keluar pub, walaupun dia masih tergolong “di bawah umur”. Dia menemui orang-orang, kemudian mengomentarinya, mengunjungi beberapa tempat, kemudian mengomentarinya. Dia kesepian, bosan, muak, kangen adik-adiknya. Dia juga sudah memutuskan apa yang akan dia lakukan di sisa hidupnya. Aneh..coba sajalah baca 😀

Apa saja yang Holden tidak suka?

Holden tidak suka dengan sekolahnya, itu porsi yang banyak diceritakan di sini. Dia benci banyak hal di dalamnya. Pelajarannya, gurunya, temannya, sistemnya. Akan ada semua bagian ini yang akan dia komentari di buku ini.

Holden tidak menyukai hal-hal buruk ataupun hal-hal manis. Tapi kadang dia suka juga hal manis itu, dan kadang dia merasa sedih karenanya. Sedih karena dia menyukainya, pemikiran aneh macam apa itu ya? 😀  Seperti, Holden tidak suka film, karena film itu penuh kepura-puraan, jangan bilang dia tidak pernah menonton, tentu saja dia tetap menonton. Dia juga tidak suka dengan aktor dan artis kadang karna aktor dan artis itu bagus dan tau kalau dirinya bagus jadi menurutnya mereka sering pura-pura tidak peduli dirinya dipuja padahal mereka tau mereka dipuja. Pusing juga sih kalau mengikut apa sih maksud pikirannya si Holden ini.

Dia sayang kakaknya, DB, tapi tidak suka dengan kenyataan bahwa DB bekerja di perfilman Holywood tapi dia tetap sayang kakaknya. Dia punya adik dua orang, yang satunya sudah meninggal yaitu Allie tapi dia masih diceritakan di buku ini, dia sering berhayal tentang kejadian apa yang dia lakukan jika bersama adiknya yang sudah meninggal itu. Dan satu lagi adiknya yang menurut dia adalah anak kecil yang paling cerdas sedunia, bernama Phoebe. Holden juga sayang ibu bapaknya, walaupun tidak terlalu banyak dia ceritakan di sini. Holden adalah anak yang berkecukupan, bapaknya pengacara dan segala hal sebenarnya dia dapatkan dengan gampang.

Bagaimana pemikiran-pemikiran Holden tentang perempuan? Holden mewakili apa yang saya baca-baca mengenai pikiran laki-laki tentang perempuan sekarang, di internet. Tentang bagaimana laki-laki suka menilai secara general tentang perempuan. tapi tentu saja Holden mengungkapkan dengan lebih kasar. hahaha. Walaupun dalam perjalanannya di buku ini (cuma 3 hari saja) dia berharap bertemu dengan mereka, beberapa kali menelpon beberapa teman perempuan untuk menemani kesepiannya. Tapi Holden memuja satu perempuan (selain adik dan ibunya) bernama Jane. Saya melihat bahwa Holden ini sebenarnya tipe konvensional gitu deh, semacam memuja sebuah hubungan yang murni pakai perasaan, tidak merusaknya dengan hal-hal berbau nafsu. Bukan berarti dia anti juga dengan hal-hal semacam itu, toh dia melakukan hal-hal yang dilakukan remaja Amerika lainnya. yaa gitu deh.  Holden muak dengan perempuan bodoh, walaupun dia butuh juga. Kadang saya merasa kenapa Holden benci perempuan karena toh dia tak bisa menghindari kenyataannya bahwa selalu tertarik dengannya dan menjadi bodoh karenanya.  Terlihat kan betapa komplikatednya dia 😀

Holden tidaklah bodoh sebenarnya, dia pintar. Tapi dia dikeluarkan dari sekolah karena memang gampang muak dengan banyak hal, termasuk pelajaran-pelajaran itu. Dia pernah menuliskan catatan kecil di lembar jawaban ujian sejarahnya sesudah ia menulis beberapa kalimat tentang sejarah Mesir yang merupakan soal ujian. Dia menulis catatan itu begini :

Kepada yang terhormat Pak Spencer. Hanya ini yang saya ketahui tentang bangsa Mesir. Rasanya saya tidak terlalu tertarik pada mereka sekalipun apa yang bapak ajarkan di kelas benar-benar sangat menarik. Saya sama sekali tidak keberatan apabila bapak tidak meluluskan saya karena toh saya pasti akan gagal di semua mata pelajaran kecuali Bahasa Inggris.

Hahaha, epic. Dia bahkan menuliskan itu biar guru itu tidak merasa bersalah tidak meluluskannya. Baik kan dia sebenarnya? Dia memang tidak senang melihat orang mengasihani diri sendiri, atau merasa bersalah karenanya.

Di sini juga diceritaka bagaimana pemikiran Holden tentang agama, tidak banyak. Tapi ada. Dan menarik juga untuk diketahui.

Akhirul kalam (halah) intinya saya menyukai Holden dengan pemikiran-pemikirannya itu, walaupun mungkin ketika bertemu orang seperti dia di dunia nyata saya akan selalu waspada terhadapnya. Tapi saya rasa beberapa orang yang membaca ini akan berseru “i feel you, Holden!”. Karena saya beberapa kali membatin seperti itu :p

Saya akhiri sajalah tulisan ini, tadinya saya berniat mau menulis banyak hal, tapi kalau begitu jadinya tulisan ini gak jadi-jadi publish. Tapi intinya (intinya lagi cit?) saya sangat merekomendasikan buku ini, walaupun  tergolong telat membacanya. Bacalah buku ini, tapi dengan pemikiran terbuka, tentu saja 😀

Sekian, Selamat Kamis, Manis \o/

Oiya Banana, saya rasa kamu typo di sini :

banana

nb : saya merasa tulisan saya agak memusingkan di sini. maafkeeeun 😀

10 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *