Budaya Naik Eskalator yang Belum Berbudaya

Saya sudah jadi pelanggan tetap Commuter Line Jabodetabek sekarang. Buat yang sering ke Stasiun Tanah Abang pasti udah tau kalau sekarang tangga yang dipakai buat naik turun udah bertambah banyak dengan eskalator maupun tangga manual. Entah kenapa, sejak ditambah kok malah keriuhannya tidak juga berkurang. Setiap naik eskalator selalu terjadi keributan, terutama pagi hari yang emang jam puncaknya. Terjadi dorong-dorongan, kayak eskalator tuh bakalan lari aja. Yaaa saya tau sih, itu kan jam para pekerja ngejar absen biar gak telat. Jadi udah macam kompetisi aja mau keluar stasiun.

Dan karena begitu terus, pihak KAI memberikan arahan supaya setiap pemakai eskalator yang ingin cepat agar berjalan ketika menaikinya. Mereka yang terburu-buru ini diarahkan untuk menggunakan eskalator di sisi kanan (karena satu anak tangga bisa muat 2 orang). Jadi kalau kita mau diam aja di tangga, berdiri lah di sebelah kiri. Karena sebelah kanan isitilahnya buat “nyalip”, jadi musti jalan.

Awal pengumuman ini diumukan, saya sempat melihat orang berjalan di line kanan eskalator, tapi cuma sampai beberapa orang. Abis beberapa meter line itu jalan, lha kok mandeg lagi. Akibatnya ke belakangnya gak ada lagi yang namanya berjalan di eskalator, diam semua. Gemes amat deh liatnya.

Kayaknya buat sebagian orang, berjalan di eskalator adalah hal yang aneh. Mikirnya toh sudah ada yang bikin dia bisa gerak sendiri, kenapa musti gerak lagi. Memanglah idealnya menaiki eskalator dalam kondisi diam, tapi kalau di kondisi seperti ini dan sudah diarahkan, menurut saya mempercepat langkah kita ketika orang lain banyak di belakang adalah bentuk dari empati sama lingkungan. Herannya tadi kok gencet-gencetan kayak buru-buru amat. Udah nyampe eskalator malah selow amat gayanya.

gambar diambil dari internet

Justru di negara-negara maju,-utamanya Jepang- biasanya mereka udah mengerti. Ketika satu line sudah diperuntukkan untuk berdiri diam, maka yang satunya untuk bergerak atau terburu-buru. Malahan bahkan ketika line kanan kosong karena gak ada yang terburu-buru, yang naik diam juga tetap berdiri di jalurnya sebelah kiri. Udah jadi aturan tidak tertulis seperti itu. Dan percayalah, jalan dikit gak akan bikin kamu kurus kok. Halah.

Akibatnya yang buru-buru ya gak bisa buru-buru. Telat deeeeeeehh….

Selamat Selasa Pagiii wankawan….Muaaaah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *