Argumen

Salah satu analisa-analisa tipe personality yang cenderung saya cermati adalah versi MBTI. Kalau zodiak mah buat lucu-lucuan aja, walaupun sering banget diomongin :)))

Eh barusan buka Pinterest kok ketemu tulisan ini. Terus jadi merasa “ring a bell”.

Loh kok iya. Saya jadi berpikir ke belakang-belakang. Saya yang merasa bahwa memberi argumen terhadap sesuatu itu adalah hal yang wajar dan udah jadi bagian dari cara memikirkan suatu hal, ternyata penerimaan dari sebagian besar orang tidak begitu. Sebagian orang merasa berargumen adalah mendebat yang mengindikasikan merasa diri paling benar.

Kadang malah berujung konflik, padahal nantinya dalam perdebatan itu saya tau bahwa itu cuma sekedar salah paham. Tapi gak sering juga malah terbawa emosi juga karenanya :))

Pernah juga saya merasa kecele ketika sedang merespon sesuatu bahkan dengan santainya, ternyata teman bicara malah menganggapnya nyolot. Kadang ya saya diam aja, tapi seringnya malah terbawa suasana. Kalau sama boss bisa lebih parah lagi, bisa diturunin tuh DP3.  Tapi bingung juga kalau ternyata itu udah kayak hal yang spontan terjadi di setiap keadaan.

Mungkin semakin kesini saya harus semakin sadar bahwa, tiap orang punya cara yang berbeda-beda dalam menanggapi orang lain. Mungkin saya harus menyesuaikan diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *