DPR Tandingan yang Membingungkan

Kira-kira udah satu bulan anggota DPR dilantik. Udah beberapa aksi anggota parlemen yang kita liat. Dari pemilihan ketua DPR, pemilihan ketua MPR, pelantikan Presiden oleh MPR, approval menteri-menteri oleh DPR dan kini tiba saatnya pemilihan ketua komisi-komisi yang ada di dalamnya. Eh ini belum termasuk aksi membalikkan meja oleh salah satu anggota dewan ya –> di sini

meja

Kejadian hari ini (dimulai dari kemaren tepatnya) memang agak bikin garuk-garuk kepala. Karena anggota DPR dari koalisi KIH tidak setuju dengan sistem paket pemilihan ketua DPR sesuai dengan UU MD3 maka mereka berencana membuat DPR tanndingan. Apa?! DPR tandingan?! Memang saya sendiri tidak setuju dengan pakai sistem paket gini, yang ujung-ujungnya pasti bakal bikin pemilihan ketua komisi berseteru seperti pemilihan ketua yang sebelumnya, pasti ujung-ujungnya voting, trus ada yang kalah, trus gak terima, trus berantem. Tapi untuk membuat DPR tandingan, helloww… bagaimana cara legislatif ini bekerja kalau mereka sendiri terpecah dua. Oke, mereka udah terpecah sih, tapi ya gak gini juga kali caranyaaaaa….

Kenapa susah sekali buat bermufakat padahal selama ini digembor-geborkan bahwa azas musyawarah untuk mufakat yang dikedepankan. Kalau kayak gini sih sampai kapan juga gak bakal nemu ujungnya. Hih! Hambok kewenangan itu dibagi rata kan enak, Koalisi Merah Putih menerima paket pimpinan Indonesia Hebat secara akomodatif karena jika seluruh paket pimpinan diborong oleh satu koalisi terlihat arogan sekali, Indonesia hebat juga berusaha mengkomunikasikan dengan lobi-lobi yang baik. Toh masih satu gedung kantor tempat kerja. Keluar masuk masih papasan di pintu. Barangkali kalau ke toilet masih barengan ngacanya. Masih umpel-umpelan di lift yang sama. Dan sama-sama ngakunya mikirin kepentingan rakyat. Piye toh bapak-bapak-ibu-ibu?

Iya sih, saya gampang ngomongnya ya. Memang mereka yang merasakan sakitnya tuh di sini…. *nunjuk ke Senayan*

Udah ah ngomong sok politiknya. Hari ini anggota dewan masih gontok-gontokan sih, mudah-mudahan besok-besok ada pencerahan deh. Gimana gitu kek, pokoknya yang gak membuat penonton pusing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *